Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Syeikh Abdul Hakim Mahsum, Ulama Uighur Pejuang Kemerdekaan Turkistan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 11 November 2022 23:35 11:35 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 12 November 2022 07:00
Bagikan
Ulama Uighur Mahsum
Bagikan

Hidayatullah.com — Siapakah Syeikh Abdul Hakim Mahsum? Beliau adalah seorang ustadz, mentor dan ulama yang menghabiskan hidupnya untuk melayani Allah SWT dan perjuangan pembebasan Turkistan Timur. Ia lahir pada tahun 1925 dan wafat pada tahun 1993 di Kashgar, di Turkistan Timur yang diduduki.

Dia tumbuh besar di tahun 1930 hingga 1940an – sebuah masa ketika konsep Islam politik, perlawanan terhadap penjajahan, dan harapan untuk kemerdekaan berkembang pesat.

Syeikh Mahsum lahir dalam keluarga yang dikelilingi ilmu karena ayahnya, Syeikh Abdul Jalil, merupakan lulusan Universitas Al-Azhar Mesir yang bergengsi. Pada usia 11 tahun, ia melakukan perjalanan ke Makkah bersama keluarganya untuk menunaikan ibadah haji.

Menceritakan kisahnya dalam perjalanan haji, beliau mengatakan, “Ayah saya membawa saya ke pintu Ka’bah dan berkata, ‘Mintalah kepada Allah untuk memberimu pengetahuan, karena ini adalah tempat di mana doa diijabah. Mintalah kepada Allah untuk memberimu pengetahuan Abu Hanifah.'”

Sepulangnya dari ibadah haji, sang ayah, Syeikh Abdul Jalil, ditangkap dan dipenjara oleh penguasa China yang kejam, Sheng Shicai, yang pernah memerintahkan pembunuhan 250.000 lawannya. Syeikh Abdul Jalil bersama banyak ulama lainnya kemudian dibunuh di bawah perintah Sheng Shicai.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Syeikh Abdul Hakim dikenal aktif dalam dakwah dan politik Islamnya; dia termasuk di antara mereka yang bergabung dengan revolusi pada 1944 dan berhasil menggulingkan Sheng Shicai dan mendirikan Republik Islam Turkistan Timur.

Namun, Republik Islam hanya bertahan lima tahun, karena infiltrasi mata-mata Soviet dan kolusi dengan China. Syeikh Mahsum akhirnya ditangkap dan menghabiskan sebagian besar sisa hidupnya keluar masuk penjara. Pada tahun 1959, ia dijatuhi hukuman penjara 20 tahun.

Terlepas dari upaya terus menerus pemerintah Komunis China untuk menekan dia dan dakwahnya, ketika dia dibebaskan dari penjara, dia membuka sekolah bawah tanah di kota Karghilik. Di sini, ia dilaporkan telah mengajar lebih dari 7.000 siswa antara periode 1979-1990.

Sebagian besar informasi tentang beliau hari ini berasal dari murid-muridnya yang tersebar di seluruh dunia di tempat-tempat seperti Australia, Belanda, Swedia, Turki, Pakistan, Afghanistan, Kanada, dan di tempat lain. Pakar Uighur Sean Roberts mewawancarai salah satu murid Syeikh Abdul Hakim Makhsum yang pernah di penjara bersama pada akhir 1970-an.

Murid itu menggambarkan Syeikh Abdul Hakim Mahsum pribadi yang mendukung pendidikan yang luas bagi muridnya, termasuk studi Al-Qur’an, literatur Islam, selain sastra klasik lokal Turkistan Timur dan seluruh dunia.

Dia digambarkan sebagai tokoh pendukung perjuangan kemerdekaan Uighur dari China. Syeikh Mahsum tidak hanya mengandalkan teks-teks Arab, ia juga mempelajari tradisi pendidikan modern sejarah dan sastra. Seperti banyak tokoh Uighur lain, ia juga mempromosikan gagasan tentang ‘kebangkitan nasional anti-kolonial di kalangan Uighur’.

Pada tahun 1990, pemberontakan lain melawan rezim komunis terjadi setelah pemerintah mulai menerapkan kebijakan keluarga berencana yang membuat banyak wanita Uyghur melakukan aborsi paksa dan membunuh bayi mereka. Banyak murid Syeikh Mahsum ditangkap dan dibunuh selama protes ini.

Pada tanggal 19 Juni 1993, setelah melakukan wudhu untuk shalat Maghrib, Syeikh Abdul Hakim Mahsum meninggal dunia. Warisannya, semangatnya yang tak tergoyahkan, dan ajarannya terus hidup di antara komunitas Uyghur.

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:komunis Chinasuku UighurTurkistan Timuruighuruighur xinjiangulama Uighur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya penghargaan erdogan uzbekistan Erdogan Penghargaan Imam al Bukhari dari Presiden Uzbekistan
Tulisan selanjutnya Sekuriti Kedubes Inggris di Berlin Mengaku Bocorkan Informasi ke Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?