Hidayatullah.com — Turki menyalahkan militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) atas serangan bom yang menewaskan enam orang di jalan sibuk di Istanbul pada Ahad. Sejauh ini, polisi baru menahan pelaku utama yaitu seorang wanita Suriah anggota PKK dari 47 penangkapan, lapor Reuters.
PKK atau Partai Pekerja Kurdistan didirikan di ibu kota Turki, Ankara, pada tahun 1974 sebagai organisasi Marxis-Leninis oleh sebagian besar mahasiswa Kurdi berhaluan kiri yang dipimpin oleh Abdullah Ocalan. Kelompok tersebut awalnya berusaha untuk mendirikan entitas independen bersama di wilayah yang didominasi Kurdi di Türkiye, Suriah, Irak, dan Iran, menyebutnya “Kurdistan”.
Ledakan di jalan Istiklal, yang pertama mengguncang Istanbul dalam beberapa tahun terakhir, telah mengingatkan warga Turki akan gelombang serangan yang dilakukan oleh berbagai kelompok militan antara tahun 2015 dan 2017.
Berikut rentetan serangan bom di Turki:
5 Januari 2017 – Seorang polisi Turki dan pegawai gedung pengadilan tewas akibat bom mobil di kota Aegean, sementara sedikitnya 10 orang terluka. Pihak berwenang menyebut PKK sebagai dalang di balik serangan itu.
31 Desember 2016 – ISIS mengaku bertanggung jawab atas penembakan massal pada malam Tahun Baru. Kala itu, 39 orang tewas setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di klub malam Istanbul yang penuh sesak.
17 Desember 2016 – Sebuah bom mobil menewaskan 13 tentara dan melukai 56 ketika meledakkan sebuah bus yang membawa personel militer yang sedang tidak bertugas di pusat kota Kayseri. Sebuah cabang dari PKK mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
10 Desember 2016 – Pemboman kembar, satu ditanam di mobil dan satunya dibawah seorang pembom bunuh diri, menewaskan 44 orang, kebanyakan dari mereka adalah petugas polisi, dan melukai lebih dari 150 orang di luar stadion sepak bola Istanbul. Cabang PKK, Kurdistan Freedom Hawks (TAK), mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
26 Agustus 2016 – Sebuah truk bom bunuh diri di sebuah markas polisi di tenggara Turkiye yang sebagian besar penduduknya Kurdi menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai puluhan lainnya. PKK mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
20 Agustus 2016 – Seorang pembom bunuh diri melakukan serangan terhadap pesta pernikahan di kota Gaziantep, Turki tenggara yang menewaskan sedikitnya 51 orang. Presiden Tayyip Erdogan mengatakan penyerang telah bekerja dengan ISIS.
28 Juni 2016 – Tiga bom bunuh diri dan serangan senjata menewaskan 45 orang dan melukai lebih dari 160 orang di bandara utama Istanbul. Turkiye menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada orang-orang yang terkait dengan pelaku serangan, yang diyakini terlibat dengan ISIS.
12 Mei 2016 – Bahan peledak secara tidak sengaja meledak di sebuah desa di Turki tenggara, menewaskan 16 orang. Peledak itu awalnya dimaksudkan untuk digunakan dalam bom bunuh diri di provinsi Diyarbakir. Sumber keamanan menyebut militan Kurdi sebagai pengangkut bahan peledak.
19 Maret 2016 – Seorang pembom bunuh diri menewaskan empat orang di distrik perbelanjaan, jalan Istiklal yang ramai di Istanbul. Pihak berwenang mengkonfirmasi tiga warga ‘Israel’, dua di antaranya memegang kewarganegaraan ganda AS, dan seorang warga negara Iran tewas akibat ledakan itu. Pihak berwenang mengatakan seorang anggota kelompok militan ISIS asal Turki bertanggung jawab atas pemboman itu.
13 Maret 2016 – Tiga puluh tujuh orang tewas ketika sebuah mobil bermuatan bom meledak di pusat transportasi yang ramai di jantung ibu kota Turki, Ankara.
17 Februari 2016 – Dua puluh delapan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka di Ankara ketika sebuah mobil yang sarat dengan bahan peledak diledakkan di sebelah bus militer di dekat Markas Besar Angkatan Bersenjata, Parlemen dan gedung-gedung pemerintah lainnya.
12 Januari 2016 – Seorang pengebom bunuh diri menewaskan sedikitnya 10 orang, kebanyakan dari mereka turis Jerman, di jantung bersejarah Istanbul, dalam sebuah serangan yang saat itu pihak berwenang menyalahkan ISIS.
10 Oktober 2015 – Pemboman kembar di Ankara menewaskan lebih dari 100 orang di luar stasiun kereta utama kota. Pengadilan Turki memenjarakan para pelaku, yang diyakini terkait dengan ISIS, seumur hidup.
8 September 2015 – Militan Kurdi membunuh 15 petugas polisi dalam dua pengeboman di provinsi Mardin dan Igdir di Turki timur.
20 Juli 2015 – Seorang pembom bunuh diri ISIS menewaskan lebih dari 30 orang, sebagian besar pelajar muda, dalam serangan di kota Suruc yang sebagian besar beretnis Kurdi di dekat perbatasan Suriah.*