Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Inilah Kesaksian Mantan Prajurit yang Terlibat Pembantaian Tiananmen 4 Juni 1989

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Desember 2014 10:16 10:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Desember 2014 10:16
Bagikan
cara Partai Komunis Tiongkok (PKT) membantai mahasiswa jauh lebih kejam dibandingkan dengan Fasisme
Bagikan

Hidayatullah.com–Beberapa waktu media berbahasa Mandarin di luar negeri mengekspos laporan kesaksian dari seorang mantan prajurit yang pernah terlibat dalam pembantaian Tiananmen 4 Juni tahun 1989.

Saat itu sejumlah besar mayat diangkut keluar dari jalan seputar Tiananmen melalui gorong-gorong air. Tak lama setelah peristiwa ’64’ seluruh prajurit yang terlibat dalam peristiwa dipensiunkan dan diancam agar tutup mulut.

Media berbahasa Mandari ‘Boxun’ pada 8 Desember 2014 memuat sebuah artikel yang mereka terima dari seorang netizen Tiongkok yang melukiskan apa yang ia saksikan saat berlangsungnya pembantaian di Tiananmen.

Netizen yang mantan anggota Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok tersebut menggunakan nama samaran ‘Annoymious’dan menyatakan bahwa dirinya adalah salah satu prajurit yang diturunkan ke Lapangan Tiananmen pada hari itu, ia mengaku bahwa peristiwa pembantaian menjadi mimpi buruk yang terus mengganggu pikiran dan sulit untuk dilupakan.

Regu mereka terlibat dalam pengurusan mayat setelah selesai pembantaian. Mayat-mayat itu diangkut keluar melalui gorong-gorong air yang terletak di bawah seputaran Lapangan Tiananmen. Setelah mayat satu per satu diturunkan ke dalam gorong melalui lubang gorong di permukaan jalan lalu dimasukkan ke dalam kantung besar dan diikat, setelah itu mayat dipindahkan dari tangan ke tangan oleh puluhan anggota regu yang sudah siap dalam gorong.

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Mereka membutuhkan 2 hari 1 malam untuk menyelesaikan ‘pekerjaan’ itu. Tetapi mereka tak seorang pun tahu ke mana mayat-mayat itu diangkut pergi oleh truk-truk militer.

Netizen tersebut mengatakan bahwa saat itu usianya belum 20 tahun, beberapa rekan dalam regunya itu akhirnya menjadi gila karena tidak tahan menyaksikan begitu banyak adegan yang mengerikan.

3 bulan setelah regu mereka kembali ke tangsi, seluruh anggota pasukan yang terlibat dalam pengurusan mayat dipensiunkan meskipun sampai sekrang mereka masih diberikan uang pensiunan. Sebelum mereka meninggalkan pangkalan, komandan mengancam akan melakukan tindakan tegas kepada siapa saja yang membocorkan rahasia ini, demikian kutip Ephoch Times.

Sejak saat itu, beberapa rekan seangkatannya mengalami gangguan kejiwaan. Ada juga yang bunuh diri. Dan selama sekian tahun netizen tersebut sering terganggu tidurnya oleh mimpi-mimpi buruk. Ini merupakan pertama kalinya ia menyampaikan uneg-unegnya kepada pihak luar.

Seorang saksi mata menyebutkan, bagaimana tentara dengan kejam menggunakan mesin penggilas dan menggilas tubuh mahasiswa, derasnya aliran darah yang masuk ke gorong-gorong bagaikan sedang turun hujan lebat

Dilaporkan oleh media Aboluowang, pada 8 Juni kala itu, seorang anggota tentara berpangkat wakil batalion yang juga terlibat dalam pembantaian ’64’ menyaksikan seluruh proses pembantaian menyebutkan bahwa cara Partai Komunis Tiongkok (PKT) membantai mahasiswa jauh lebih kejam dibandingkan dengan Fasisme.

pembantaian_tiananmen_2
Derasnya darah yang mengalir masuk ke dalam lubang gorong-gorong di sekitar sana seperti sedang turun hujan lebat [ephoch]
Ia menyaksikan sendiri, 9 unit mesin penggilas di suatu jalan di kota Beijing digerakkan untuk menggilas mahasiswa dan warga yang sedang berunjuk rasa. Adegannya luar biasa mengerikan. Derasnya darah yang mengalir masuk ke dalam lubang gorong-gorong di sekitar sana seperti sedang turun hujan lebat.

Mahasiswa yang tidak tergilas langsung dihajar oleh pasukan yang membawa pentungan. Ada beberapa mahasiswa yang ingin lari menghindar tetapi sia-sia karena anggota pasukan berada di seluruh penjuru mengepung mereka.

Salah seorang mahasiswa berlari menuju sebuah tembok, ia rupanya berusaha untuk melompati tembok menyelamatkan diri, tetapi sebuah tembakan akhirnya membuat badanya terjatuh lunglai.

Kisah Pembantaian Mahasiswa

Ribuan mahasiswa serta warga Beijing berkumpul di Lapangan Tiananmen pada 15 April 1989, ikut berpartisipasi dalam acara berkabung atas meninggalnya mantan Sekjen PKT Hu Yaopang. Aksi itu dengan cepat berkembang menjadi gerakan demokrasi. Untuk menghentikan unjuk rasa mahasiswa yang mendapat dukung dari warga Beijing PKT tak segan-segan mengerahkan kekuatan militer untuk membubarkan mereka dengan cara yang kejam. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai “Pembantaian 64”.

Dini hari 4 Juni 1989 militer Tiongkok dengan senjata lengkap dikerahkan ke Lapangan Tiananmen untuk membubarkan secara paksa aksi unjuk rasa mahasiswa yang datang dari seluruh pelosok Tiongkok. Ribuan pasukan bernaung di belakang kendaraan berlapis baja, truk dan tank-tank bergerak maju ‘membersihkan’ lapangan Tiananmen dari kerumunan mahasiswa dan warga. Sambil bergerak maju pasukan terus menembaki mahasiswa dan warga sehingga ribuan korban berjatuhan.

Namun, dari file rahasia yang disimpan Gedung Putih ditemukan informasi bahwa melalui sumber terkait darurat militer di Tiongkok, pihak Washington memperoleh data korban seperti yang dilaporkan ke internal Zhongnanhai. Jumlah korban meninggal maupun luka dalam peristiwa Tiananmen diperkirakan mencapai 40.000 orang dan 10.454 orang di antaranya meninggal dalam peristiwa. *

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinakorbanmahasiswamilitertubuh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pencitraan Jelang Pemilu, Politisi Yahudi Semakin Rajin Serbu Al-Aqsha
Tulisan selanjutnya Wacana Evaluasi Doa Kemendikbud Dinilai Strategi “Test the Water”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?