Hidayatullah.com | KAMPUNG idiot. Begitulah stigma yang disematkan pada Desa Karangpatihan, Ponorogo, Jawa Timur.
Sungguh tidak enak mendapat stigma seperti itu. Tapi begitulah adanya sejak tahun 2008. Stigma itu memberi beban tersendiri bagi warganya. Seperti dirasakan Eko Mulyadi ini, “Dulu saya tidak berani mengaku berasal dari Karangpatihan, karena desa ini dikenal miskin, terbelakang dan idiot,” katanya.
Beban itulah yang mendorong Eko bergerak mencoba mengangkat derajat Karangpatihan. Apalagi kemudian ia terpilih menjadi kepada desa, kesempatan makin besar. Apa yang kemudian ia lakukan? Berhasilkah? Dan mengapa pula mendapat stigma kampung idiot?
Simak vidionya