Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Video

Perjuangan Ustadzah Kembar di Kampung Mualaf

Bambang S
Terakhir diupdate: 22 September 2022 14:24 2:24 pm
Bambang S
Dipublikasikan 22 September 2022 11:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Beberapa mahasiswa dari Lembaga Pendidikan Kristen praktek lapangan di Desa Gantang, Magelang. Mereka mengumpulkan anak-anak dan mengajaknya bermain di sebuah tempat wisata tak jauh dari desa itu. Anak-anak riang gembira, tetapi Dwi Noviani dan Ika Noviana. Mereka justru gelisah.

Mereka sepasang anak kembar lulusan pesantren yang asli penduduk Gantang juga. “Anak-anak itu ternyata diajari berdoa dengan cara Kristen dan diajak ke gereja,” kata Dwi Noviani yang akrab dipanggil Ani. Itulah yang membuat Ani dan kembarannya gelisah. Jika dibiarkan mereka bisa murtad.

Apa yang dilakukan mahasiswa tadi adalah bagian dari gerakan Kristenisasi di Gantang sejak zaman Belanda. Gerakan ini berhasil menjadikan penduduk di salah satu dusun di Gantang mayoritas beragama Kristen.

Kegelisahan Ani melihat di depan mata gerakan misi itu mendorongnya mendirikan tempat mengaji anak-anak, namanya Taman Pendidikan AlQuran (TPQ) Baitul Makmur. Bersama Ana, panggilan akrab Ika Noviana, Ani berjibaku mengajar di TPQ itu. “Awalnya hanya 5 santri, kemudian terus bertambah,” kata Ani.

Kini santrinya ada sekitar 145 anak. Mereka ada yang usia anak-anak, sebagian lagi para remaja.
Menariknya, beberapa anak diantara santri itu ada yang mualaf. Mereka awalnya ikut temat-temannya ngaji. “Kami awalnya tidak tahu mereka non muslim, setelah ada wali santri yang bercerita kami baru tahu,” kata Ana. Lama-lama mereka kemudian masuk Islam, diikuti orangtua. “Setelah ikut ngaji katanya anaknya jadi lebih baik, akhirnya orangtuanya masuk Islam hari raya kemarin,” jelas Ana

Baca Juga

Menjaga Benih Karakter Anak Saat Liburan
Prof DR Hamid Fahmi Zarkasyi: Toleransi Bukan Saling Menghormati
Sudah Mengislamkan 3000 Orang, Al Falah Gelar Pengajian dengan Pembicara Mualaf dari AS
(Video) Islam di Argentina Terbesar Di Amerika Latin
Mengintip Islam di Maroko, Apa Hubungannya dengan Presiden Soekarno dan Ust. Abdul Somad?

Tentu tidak mudah membina anak yang jumlahnya ratusan, namun Ani dan Ana tetap istiqomah hingga kini, meski mereka tanpa dibayar. Para santri memang tidak dipungut biaya. Semuanya gratis.

Bukan masalah gaji yang membuat Ani dan Ana prihatin. Para santri itu belajar menulis dan membaca Alquran di lantai. Mereka belum punya bangku ngaji dan lemari untuk menyimpan Alquran, sehingga Kitab suci ini hanya ditaruh di kerdus. Ini yang membuat Ana sedih, karena santrinya tak bisa belajar secara maksimal.

Jika ada yang berkenan membantu bisa tranfer rek BSI 7203160188 an. TPQ Baitul Makmur. CP 0838-9615-0054

Bagi yang ingin tahu lebih lengkap perjuangan Ani dan Ana, bisa lihat videonya di sini.

https://www.youtube.com/watch?v=FiLjVEW8uVE&feature=youtu.be
Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kisah mualafkisah mualaf duniakisah mualaf mengharukankisah mualaf pendetakisah mualaf terbaru duniamualafpendeta masuk Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pulang Dari Masjid, Dua Muslim di Oakland Ditembak Hingga Tewas
Tulisan selanjutnya Pemukim Haram ‘Israel’ Serbu Masjidil Aqsha, di Tengah Peringatan Tahun Baru Yahudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim

Berita
6 Juli 2026 20:46
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman

Terbaru

  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
  • ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
  • Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
  • Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
  • Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
  • Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya

Mungkin Anda Juga Suka

Video

Jeritan Ibu Muslim yang Semua Anaknya Katholik

10 Desember 2022 07:00
Video

Istri Muslim, Suami Katholik “Perang” Doa 24 Tahun

29 November 2022 18:00
missionaris perangkap
Video

Missionaris Ini Pasang Perangkap untuk Muslim Justru Ia Sendiri Terperangkap

21 November 2022 18:36
Video

3 Video Mualaf Ditonton Jutaan

27 Agustus 2022 06:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?