Hidayatullah.com—Seiring dengan memanasnya hubungan Rusia dengan Turki, setelah insiden penembakan pesawat tempur Su-24 di wilayah udara Turki yang berbatasan dengan Suriah, Armada Laut Kaspia milik Rusia mulai menguji radarnya di Podsolnuh, yang dapat memantau wilayah Istanbul.
Menurut laporan koran Turki Cumhuriyet hari Senin (11/1/2016), para pejabat Rusia mengatakan bahwa uji coba sedang dilaksanakan di stasiun radar Podsolnuh, yang dibangun di Semenanjung Krimea pada 2014 setelah Rusia menganeksasi wilayah itu dari Ukraina. Uji coba tersebut dinyatakan berhasil. Dalam pernyataannya para pejabat Rusia mengatakan “tujuan dari uji coba itu adalah untuk melatih komunikasi antara pusat-pusat operasi kapal perang dengan target-targetnya di darat dan udara.”
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada 2014 –ketika stasiun radar itu dibangun di Krimea– bahwa alat tersebut akan dipakai untuk memantau daerah sekitar termasuk Selat Bosporus.
Sejak penembakan pesawat tempurnya oleh Turki akhir November silam, Rusia meningkatkan kehadiran militernya di kawasan itu. Belum lama ini dilaporkan bahwa Rusia akan mengirim jet tempur MIG-29 dan helikopter pengangkut Mil Mi-8 ke pangkalannya di dekat Yerevan pada paruh kedua tahun ini.
Mengutip pengumuman dari Distrik Militer Selatan Rusia, media Turki itu melaporkan bahwa Rusia akan mengirim pesawat militer baru ke pangkalan Erebuni yang terletak 7,5 mil arah barat daya Yerevan.
Menurut pengumuman itu, jet-jet MIG-29 akan dipakai melindungi wilayah udara Armenia, yang merupakan bagian dari persekutuan wilayah udara negara-negara bekas pecahan Uni Soviet (CIS).*