Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Oposisi Tuduh Rezim Bashar Lakukan Pembersihan Etnis dalam Skala yang Belum Pernah Terjadi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 September 2016 07:29 7:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2016 09:00
Bagikan
Warga Daraya sedang mengungsi akibat kepungan rezim Bashar
Bagikan

Hidayatullah.com—Kelompok oposisi Suriah menuduh pemerintah Bashar al Assad menggunakan gencatan senjata yang didukung PBB untuk melakukan pembersihan etnis dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Komentar datang seminggu setelah Distrik Daraya di barat ibu kota Damaskus menyerah kepada pemerintah Rezim Bashar. Selama empat tahun terakhir, tempat ini dikepung dan dibombardir hingga menyebabkan kelaparan, juga menyebabkan populasinya turun dari lebih dari seperempat juta menjadi hanya 4000 penduduk.

Dalam empat tahun terakhir, hanya satu konvoi bantuan PBB telah berhasil mencapai kantong yang dikepung.

“Daraya adalah domino dan setelah itu tempat lain akan jatuh,” ujar Menteri Rekonsiliasi Nasional Suriah, Ali Haidar saat berbicara di televise pro pemerintah, sebagaimana dikutip laman middleeasteye.net, Sabtu (03/09/2016).

Saat ini, populasi penduduk yang tersisa di Daraya dipindahkan ke Utara Provinsi Idlib. Sebagaimana terjadi di Moadamiyah, kota lain di pinggiran Damaskus yang menderita akibat serangan Gas Sarin di tahun 2013 yang menyebabkan 1500 orang meninggal dunia.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

“Ada jelas strategi saat ini untuk berpindah dari Daraya ke daerah terkepung lain dalam pola yang sama,” ujar Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura.

Sebelumnya, dalam program acara NBC bertajuk Meet The Press hari Ahad (01/09/2013), Menteri Luar Negeri AS John Kerry sempat mengatakan, Amerika memiliki bukti penggunaan gas sarin oleh Rezim Bashar di Suriah dalam serangan yang terjadi di bagian timur Damaskus.

Bulan Agustus lalu PBB mengatakan, ada 20 daerah yang dikepung di Suriah dengan jumlah sekitar 600.000 orang. Kebanyakan dari mereka berada di daerah yang dikendalikan oposisi yang dikepung oleh pasukan rezim Basar al Assad.

Berdasarkan kesepakatan Daraya sebanyak 3500 kelompok oposisi dan keluarga mereka akan dievakuasi dari Daraya ke kota yang dikuasai opoisis di Idlib, barat Suriah, menurut anggota tim negosiasi pemerintah.

Kepala tim negosiasi oposisi Suriah di Jenewa, Riyad Hijab, mengatakan, bagaimanapun, PBB secara tidak sengaja telah ikut memfasilitasi persoalan ini.

“Ini gencatan senjata lokal membuka jalan bagi pembersihan etnis dan politik dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

“Rezim Suriah, bersama dengan sekutunya Rusia dan Iran, tanpa henti mengejar rencana jahat untuk mengatur perubahan demografis yang luas di Suriah,” tambahnya.

Minggu lalu, 5000 orang, termasuk kelompok oposisi, akan dievakuasi dari kota terkepung Daraya di barat ibu kota Damaskus, setelah ada kesepakatan antara pasukan oposisi dan tentara Suriah.

Lebih dari 4000 warga sipil akan dibawa ke tempat-tempat penampungan di daerah-daerah yang dikendalikan pemerintah Bashar, sementara 700 milisi pembebasan akan menyerahkan senjata berat dan menengah mereka dan akan dipindahkan ke Provinsi Idlib, kubu pertahanan kelompoh Jaishul-Fath, demikian laporan kantor berita SANA.

Bantuan Belum Sampai ke Daraya, Ditolak Pemerintah Suriah

Menurut catatan, Kota Daraya hanya menerima pengiriman bantuan pangan sekali saja di bulan Juni, setelah empat tahun pengepungan oleh pasukan rezim Bashar. Tak lama setelah itu, terjadi serangan udara oleh rezim, sehingga mencegah distribusi bahan makanan, demikian menurut aktivis lokal.

Ini bukan pertama kalinya pemerintah Bashar al Assad dituduh menerapkan perubahan demografi di negara yang dilanda perang. Laporan Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia menemukan dari 56 pembantaian sektarian (etnis) antara tahun 2011 dan 2015, 49 dilakukan oleh pemerintah Bashar.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assaddarayapembantaian etnispembersihan etnissuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keutamaan Amal Shalih di Awal Dzulhijjah
Tulisan selanjutnya Petugas Pantau Keamanan Jamaah Haji Selama 24 Jam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?