Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin Geng: Mantan Menteri Kehakiman Filipina Minta Duit Narkoba untuk Biaya Kampanye

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 September 2016 20:22 8:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 September 2016 20:10
Bagikan
Leila de Lima dan Rodrigo Duterte.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejumlah pemimpin kelompok geng atau preman di Filipina bersaksi di hadapan kongres bahwa mereka telah memberikan uang haram kepada mantan menteri kehakiman yang juga pengkritik keras Presiden Rodrigo Duterte.

Sekelompok pemimpin geng yang telah divonis penjara itu mengklaim diminta menaikkan jumlah uang hasil penjualan narkoba guna membiayai kampanye Leila de Lima, menteri kehakiman di era Presiden Benigno Aquino, yang sekarang menjadi anggota senat.

Kesaksian dari para pemimpin geng itu merupakan pukulan telak bagi De Lima, yang sedang mengupayakan penyelidikan ekstrayudisial oleh Duterte di negara itu.

Politisi wanita itu sekarang sedang menjalani pemeriksaan di Manila guna mempertanggungjawabkan tuduhan korupsi tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pertemuan dengan kongres itu digelar sehari setelah De Lima, yang dikenal luas sebagai musuh politik Duterte, dikeluarkan dari sebuah komisi di senat yang bertugas menyelidiki kasus pembunuhan ekstrayudisial selama kampanye perang melawan narkoba pemerintahan Duterte, lapor Aljazeera Kamis (21/9/2016).

Kampanye yang dianggap kontroversial itu kabarnya telah menewaskan paling tidak 3.000 orang selama tiga bulan terakhir.

Penyelidikan oleh senat itu, yang dipimpin De Lima, termasuk terkait keterangan yang diberikan oleh bekas anggota pasukan pembunuh Edgar Matobato, yang bersaksi bahwa Duterte bertanggung jawab atas sejumlah pembunuhan selama menjadi walikota Davao City.

Duterte menuding kesaksian Matobato itu sebagai kebohongan, dan De Lima pekan kemudian dicopot dari jabatan ketua komisi tersebut.

Herbert Colanco, salah satu pemimpin preman yang bersaksi di kongres, mengatakan dirinya menerima perlakuan istimewa setelah memberikan uang hasil penjualan narkoba kepada De Lima.

“Untuk pemilu 2016, mereka [orang-orang bekerja untuk De Lima] meminta saya mengumpulkan 30-50kg crystal meth dari gembong-gembong narkoba China yang ada di dalam penjara,” kata Colando.

De Lima menyebut pemeriksaan di kongres yang menuduhnya terlibat dalam perdagangan narkoba sebagai kebohongan dan menolak menghadiri pemeriksaan itu. Wanita itu menuding Duterte berusaha membungkamnya.

“Saya akan disalib oleh dewan perwakilan rakyat,” kata De Lima, seraya menambahkan bahwa dia bertekad melalui perjuangan panjang itu meskipun sendirian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seruan #PrayForGarut dan #PrayForSumedang Jadi Trending Topic
Tulisan selanjutnya Parmusi Dorong Satu Pasang Calon Gubernur Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?