Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Pengalaman Melihat Arab Saudi Memuliakan Wanita

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2016 09:15 9:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Oktober 2016 09:15
Bagikan
Wanita Saudi
Bagikan

TEPAT hari Ahad 11 Oktober 2015, sekitar jam 9 malam waktu Saudi,  selepas dari Kantor Rabithah di Riyad mobil kami dicegat polisi.

Hasan, sang driver segera menyodorkan iqomah (sejenis KTP sementara) dan SIM nya. Alhamdulillah, akhirnya rombongan kami dipersilakan jalan kembali.

Sepanjang perjalanan Hasan  bercerita tentang pengalamannya menjadi sopir tujuh tahun di Arab Saudi.

Ada yang menarik dari semua ceritanya. Yaitu bagaimana polisi Arab Saudi memuliakan wanita.  Menurut Hasan, jika ada wanita di dalam mobil, meski sedang ada operasi besar-besaran, maka mobil itu akan dipersilakan jalan. Alias tidak diperiksa. Bahkan imbuhnya, meskipun mobil itu bodong atau tidak ada surat-suratnya, ia tidak akan diperiksa jika di dalamnya ada wanita. Subhanallah.

Setelah saya renungkan, dalam banyak perjalanan saya ke Saudi ternyata saya sering menyaksikan tradisi masyarakat Saudi yang sangat memuliakan wanita.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Tidak Mengantri

Suatu ketika, saya ingin menikmati perjalanan antar provinsi Jeddah – Qasim menggunakan bis umum. Ketika antri membeli karcis, tiba-tiba beberapa perempuan nyelonong masuk antrian depan. Sang petugas langsung melayaninya dan yang telah lama antri tidak ada satupun yang protes. Saya hanya bengong seperti tidak percaya menyaksikan kejadian tersebut. Sungguh wanita sangat dimuliakan di Saudi Arabia.

Ya, di Saudi wanita punya keistimewaan. Dalam pelayanan publik mereka selalu harus didahulukan. Tidak ada hukum tertulis, tetapi sudah menjadi tradisi seperti itu turun-temurun.

Menyebrang Jalan

Jika Anda menyeberang jalan di jalan-jalan raya Saudi, Anda wajib berhati-hati karena kecepatan mobil yang diperkenankan di sana rata-rata 120 km/jam. Jika tidak, siap-siap saja Anda ditandu ke rumah sakit.

Tapi tidak demikian bagi wanita. Secepat apapun mobil melaju di jalan raya, jika ada wanita menyeberang, meski terkesan sembarangan, semua mobil akan serta merta memelankan jalannya, dan wanita itu ditunggu menyeberang meski dengan jalan pelan-pelan. Tidak ada yang mengumpat atau marah-marah, sebab begitulah tradisi mereka menghormati wanita.

Tempat Duduk Wanita

Jika tempat duduk di tempat-tempat umum seperti di halte, stasiun, bis, kereta dan lain-lain yang berlaku di negeri kita adalah siapa yang duluan dia yang berhak menempati tempat duduk, maka lain halnya di Saudi Arabia. Selama di situ ada perempuan –apalagi yang sudah tua– maka tidak ada laki-laki yang berani duduk di tempat duduk umum tersebut.

Mereka akan mempersilakan para wanita duduk terlebih dahulu. Jika masih tersisa pun, mereka tidak berani duduk di sampingnya karena bukan mahram.

Tak Boleh Bekerja

Di Saudi Arabia, wanita laksana permaisuri raja. Mayoritas suami tidak memperkenankan istrinya bekerja di luar rumah. Mereka lebih suka menjadikan istri-istri mereka tinggal di rumah mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Semua yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga pun para pembantu yang rata-rata dari Indonesia. Tugas wanita yang di antaranya seperti melahirkan –rata-rata anak mereka banyak–, mengasuh, dan mendidik sangat dihormati para suami. Bahkan rata-rata yang belanja kebutuhan dapur seperti daging, sayur, buah dan sebagainya, sebagaimana yang sering penulis saksikan di mall-mall Saudi adalah para suami. Kalau ada istri yang bekerja, biasanya di sekolah atau perguruan tinggi khusus perempuan. Dan gajinya pun bukan untuk kebutuhan rumah tangga, tapi buat dirinya sendiri. Karena kewajiban nafkah menjadi tanggung jawab suami. Wanita Saudi benar benar seperti permaisuri.

Tidak Terkekang

Banyak orang mengira dengan pakaian hitam-hitam dan bercadar, wanita Saudi adalah kaum tertindas dan terkekang. Ini ternyata berbeda dengan yang dirasakan mayoritas perempuan-perempuan Saudi. Bagi mereka, pakaian tersebut justru identitas keislaman, kemuliaan dan kehormatan.

Bahkan wanita-wanita non Muslim di Saudi juga diwajibkan mengenakan pakaian hitam-hitam yang menutupi seluruh badan. Yang membedakan, mereka tidak memakai cadar. Apapun, wanita di dalam Islam -sebagaimana di Saudi Arabia-  sangat menikmati tradisi Islam yang memuliakan wanita.*[diceritakan Ainul Haris/Majalah Masajid]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudimemuliakan wanitawanita saudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Orang Kafir Mengolok-Olok Al-Qur’an [2]
Tulisan selanjutnya Surat Pesantren Ilmu Al-Quran pada Jokowi terkait Penistaan Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?