Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Berpikir, Amalan Utama yang Tak Boleh Diabaikan

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2016 12:49 12:49 pm
Ahmad
Dipublikasikan 18 Oktober 2016 12:49
Bagikan
Bagikan

Sebuah anggapan keliru jika ada di antara umat Islam yang melihat amalan berpikir sebagai perkara yang bukan diunggulkan dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an sendiri perintah berpikir ini berulang kali ditegaskan agar terus diamalkan dan diulang-ulang dalam banyak ayat.

Seperti ayat; فَٱعۡتَبِرُواْيَـٰٓأُوْلِىٱلۡأَبۡصَـٰرِ yang artinya, “Maka berpikirlah, wahai orang-orang yang berakal budi” (QS. Al-Hasyr [59]: 2).

أَوَلَمۡيَنظُرُواْفِىمَلَكُوتِٱلسَّمَـٰوَٲتِوَٱلۡأَرۡضِوَمَاخَلَقَٱللَّهُ

“Apakah mereka tidak memperhatikan segala kerajaan di langit dan bumi dan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah” (QS. Al-A’raf [7]: 185).

Menurut Ibn Rush, filosof Muslim di Cordoba, dalam bukunya “Fashl al-Maqal Bayna al-Hikmah wa Asy-Syariah” menerangkan bahwa kedua ayat itu menujukkan betapa berpikir adalah perintah. Dimana dalam hal ini bukan saja logika akal semata yang harus dijalankan, tetapi juga syariat secara beriringan, sehingga perintah berpikir ini dapat menyempurnakan kekuatan dzikir dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Muhammad Natsir dalam Capita Selecta menuliskan, “Bertebaran di dalam Al-Qur’an pertanyaan-pertanyaan yang memikat perhatian, menyuruh orang mempergunakan pikiran dan mendorong manusia supaya mempergunakan akalnya dengan sebaik-baiknya;

“Kenapa mereka tidak berfikir?”

“Kenapa mereka tiada mengetahui?”

“Kenapa mereka tiada mempergunakan akal,” dan demikikanlah seterusnya…….!”

Dengan berpikir, manusia akan terbebas dari bergantung kepada selain Allah. Oleh karena itu, Ibn Al-Jauzi dalam Shaidul Khatir mendorong umat Islam untuk hanya memohon kepada Allah, pencipta segala macam sebab. “Kembalilah pada asal mula yang pertama. Mintalah dari Dzat yang menciptakan sebab. Duhai… betapa beruntung dirimu bila engkau (berpikir dan) bisa mengetahuinya! Karena mengetahui hal itu berarti (mengerti) kerajaan dunia dan akhirat.”

Dengan diturunkannya agama Islam, akal manusia akan selamat dan menyelamatkan. Sebab, hanya dengan mengamalkan ajaran Islam semata, akal akan bisa berfungsi sebagaimana mestinya, membawa manusia pada kebaikan.

Suatu saat, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam berpesan kepada Khalid bin Walid kala pertamakali menyatakan ke-Islam-annya. “Sungguh, aku memandang bahwa kamu memang memiliki akal, yang kuharap ia tidak menuntunmu kecuali pada kebaikan.”

Oleh karena itu, Islam tidak mengenal namanya dikotomi, pemisahan dan disintegrasi antara ilmu agama dan non-agama, atau antara agama dan sains, sebab sumber dan akar dari kedua ilmu tersebut satu, yakni Allah Ta’ala. Dengan kata lain, jika ada pemikir yang pikirannya melenceng dari kebenaran Islam, bisa dipastikan ia telah mengalpakan syariah Islam.

Dalam hal ini, Ikhwan Al-Shafa’ menjelaskan bahwa ilmu filsafat (berpikir) dan syariah merupakan dua aspek Ketuhanan yang secara fundamental (ushul) berkesusaian dalam tujuan dan hanya berbeda dalam hal cabang (furu’), karena tujuan tertinggi dari filsafat (berpikir) adalah Tuhan.

Buya Hamka dalam bukunya Falsafah Hidup menulis, “Agama Islam amat menghormati akal. Karena tidak akan tercapai ilmu kalau tidak ada akal. Sebab itu Islam adalah agama ilmu dan akal.”

Di sini kita bisa lihat, mengapa dahulu para ulama dalam Islam juga seorang saintis. Ibn Sina misalnya, tidak saja hafal Al-Qur’an dan pakar dalam tafsir tetapi juga seorang ahli dalam filsafat dan kedokteran.

Muhammad Natsir dalam karyanya Capita Selecta menyampaikan, apabila Ibn Sina bertemu dengan satu masalah yang sulit, sangat susah dipikirkan, ia terus pergi berwudhu’ dan pergi ke masjid, sholat dan berdoa, mudah-mudahan Allah memberinya hidayah.

“Sesudah itu terus menelaah dan bepikir kembali, karena ia tetap insaf akan kelemahannya sebagai manusia dan memerlukan petunjuk dan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” urai Natsir.

Dengan demikian, tepat jika kemudian Muhammad Hasan Yusuf dalam karyanya “Yaumu Fii Hayatil Muslim“ memasukkan amalan mentadaburi ciptaan Allah sebagai adab seorang Muslim sepanjang hari dengan menukil ayat Al-Qur’an.

قُلۡسِيرُواْفِىٱلۡأَرۡضِفَٱنظُرُواْڪَيۡفَبَدَأَٱلۡخَلۡقَ‌ۚثُمَّٱللَّهُيُنشِئُٱلنَّشۡأَةَٱلۡأَخِرَةَ‌ۚإِنَّٱللَّهَعَلَىٰڪُلِّشَىۡءٍ۬قَدِيرٌ۬

“Katakanlah: ‘Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ankabut [29]: 20).

Untuk itu, mari bangun budaya berpikir dalam keseharian kita. Karena hanya dengan berpikir kita dapat meneguhkan keimanan, meningkatkan ketaqwaan dan pada saat yang sama menjauhi kesia-siaan dan kebathilan. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berfikirBudaya Ilmubudaya membaca
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uber mengubah Kehidupan Wanita di Arab Saudi [2]
Tulisan selanjutnya Oman Bantah Punya Hubungan Khusus dengan Pemberontak Syiah Houthi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?