Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Riak-riak Kecil Sebelum Aksi Damai itu Ternoda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 November 2016 17:27 5:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 November 2016 16:00
Bagikan
Sebuah botol (kanan agak tengah) melayang dari arah massa berbendera hijau-hitam ke arah barikade polisi di sela-sela Aksi Damai 411 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (04/11/2016) siang.
Bagikan

JUMAT siang itu, matahari tidak terlalu terik menyinari kawasan DKI Jakarta. Ibukota Negara sebentar lagi menyaksikan sebuah hajatan besar yang populer dengan sebutan Aksi Damai 411.

Aksi ini digelar di bawah koordinasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Gerakan ini menuntut pemerintah segera memproses hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sebelum waktu shalat Jumat, beberapa kelompok massa terlihat sudah berkumpul di depan barikade polisi di Jl Medan Merdeka Barat. Sekitar 100 meter dari depan Istana Negara.

Sebenarnya, yang direncanakan GNPF MUI, massa baru akan bergerak ke sini dari Masjid Istiqlal usai shalat Jumat. Tapi, sebelum Jumat sudah cukup banyak massa di sini.

Seusai Jumatan, di jalur timur Jl Medan Merdeka Barat, satgas dari Majelis Mujahidin tampak membentuk 3 lapis barikade. Mereka memang sudah berjaga sejak sebelum aksi dimulai.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

“Agar daerah untuk para habib aman dan steril dari provokasi,” ujar seorang koordinator lapangan ormas itu kepada hidayatullah.com, Jumat (04/11/2016).

Matahari semakin meninggi, puluhan bahkan ratusan ribu massa dari berbagai elemen berangsur-angsr semakin memenuhi jalan raya dari kawasan Patung Kuda ke Istana.

Di jalur barat Jl Medan Merdeka Barat, yang awalnya direncanakan untuk massa wanita, sudah terisi massa pria yang datang sebelum waktu Jumat tadi.

Saat itu mobil komando GNPF MUI belum datang, banyak kelompok massa yang berorasi sendiri-sendiri. Ada juga yang membuat barikade-barikade untuk organisasinya masing masing.

Sementara, di depan Istana, 3.000-an aparat keamanan dari TNI/Polri berjaga-jaga dengan kesatuannya masing-masing. Riuh rendah suasana di depan Istana.

Aparat keamanan berjaga-jaga di balik pagar kawat berduri pada Aksi Damai 411 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (04112016). [Foto: Bilal]
Aparat keamanan berjaga-jaga di balik pagar kawat berduri pada Aksi Damai 411 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (04/11/2016) sore. [Foto: Bilal]
Sekitar pukul 14.30 WIB. Tahu-tahu sejumlah orang dari arah massa beratribut organisasi mahasiswa “hijau-hitam” melempar botol ke arah barikade polisi. Lalu terjadi saling dorong antara mereka dengan petugas keamanan itu. Beruntung kedua pihak tidak terpancing lebih jauh.

Kelompok massa yang lain mencoba menenangkan situasi dengan berulang ulang menyanyikan yel-yel “Hati-hati, hati-hati provokasi!”. Massa juga menyenandungkan shalawat dan lagu Indonesia Raya. Situasi pun kembali kondusif.

Pada waktu ashar, suasana terasa begitu damai ketika sebagian polisi bersama sebagian massa mendirikan shalat berjamaah di jalan raya depan Istana.

Ditenangkan “Salam Yakusa!”

Tak lama kemudian, rombongan mobil komando GNPF MUI tiba di Jl Medan Merdeka Barat dari arah Patung Kuda melalui jalur timur. Sejumlah habib berorasi di atas mobil itu.

Lalu bergantian pimpinan ormas menyampaikan orasinya. Di sela-sela itu, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya datang menjemput perwakilan GNPF MUI untuk berunding dengan pemerintah di dalam Istana.

Terjadi perundingan di Istana. Sementara di luar, tampak beberapa orang dari massa beratribut organisasi mahasiswa tadi kembali melempar botol ke arah polisi.

Bahkan sempat sebuah batu melayang di atas kepala awak hidayatullah.com dan sejumlah wartawan lain yang meliput dari belakang barikade polisi.

Melihat situasi itu, tiga orang senior Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) naik ke sebuah mobil sound pick up polisi. Dua orang naik ke atas kabin, seorang lagi berdiri di bak belakang.

Ketiganya mencoba meredam aksi pelemparan dengan berteriak “Salam Yakusa!” berulang-ulang. Situasi mereda.

Tiga senior HMI menenangkan massa pada Aksi Damai 411 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (04/11/2016) siang. [Foto: Bilal]
Tiga senior HMI menenangkan massa pada Aksi Damai 411 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (04/11/2016) siang. [Foto: Bilal]
Sekitar 30 menit kemudian, terjadi lagi pelemparan botol dari arah massa beratribut organisasi mahasiswa tadi ke barikade polisi yang membelakangi Istana.

Melihat itu, seorang komandan Laskar FPI dari Jawa Barat maju dan mencoba mengendalikan situasi. Massa yang beratribut organisasi mahasiswa tadi mundur menjauhi barikade polisi. Posisi mereka kemudian diambil alih oleh Laskar FPI.

PB HMI ‘Tantang’ Polri Tegakkan Hukum dengan Penjarakan Ahok

Sementara itu, perundingan antara delegasi dengan pihak pemerintah di Istana tampaknya berjalan alot. Sejumlah perwakilan GNPF MUI beberapa kali bolak-balik dari Istana ke lokasi massa untuk bermusyawarah bersama para ulama terkait perundingan.

Singkatnya, GNPF MUI setuju untuk bernegosiasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sambil menunggu hasil negosiasi, orasi di depan Istana terus dilanjutkan.

Situasi tetap tenang. Beberapa tokoh bergantian berorasi, seperti Fadli Zon dan Ahmad Dhani. Di sela itu, awak hidayatullah.com sempat sekitar 30 menit mengalihkan fokus dari situasi di depan Istana.

Pelemparan Lagi

Sekitar pukul 18.30 WIB, awak media ini kembali fokus ke depan Istana. Terdengar keributan kecil dari arah jalur barat Jl Medan Merdeka Barat, tepatnya di sekitar lokasi yang tadi ditempati massa beratribut organisasi mahasiswa itu.

Saat dipantau, sudah tidak terlihat lagi Laskar FPI yang tadinya berjaga-jaga di situ. Sementara suasana mulai mencekam bersama datangnya malam.

Awak media ini berada di belakang barikade polisi bersama wartawan lain. Di depan petugas keamanan, sebagian orang tampak anarkistis. Terdengar teriakan-teriakan “Woi, woi, woi…!!!” oleh mereka..

Kronologi Aksi Damai 411 Disusupi Provokator Versi GNPF MUI

Dari arah massa itu, tampak berbagai jenis benda, seperti bambu, tiang bendera, batu, botol plastik, dilemparkan ke arah barikade polisi dan para awak media yang meliput di dekatnya.

Pelemparan itu berasal dari sebagian kecil massa yang berada di barisan terdepan. Sementara, sebagian besar massa lainnya berupaya menenangkan situasi.

Salah seorang petugas keamanan yang berada di mobil sound polisi terus mengingatkan massa agar tidak anarki.

Saat itu yel-yel “Hati-hati, hati-hati provokasi!” sudah kurang terdengar. Sebagian massa ada yang sudah mulai kembali meninggalkan lokasi depan Istana.

Sementara “oknum massa” di bagian depan jalur barat tadi kembali melakukan pelemparan ke arah barikade polisi. Dari botol berisi air, sampai kayu, tiang bendera, bambu, dan batu pun terlontar bergantian.

Seruan agar “oknum massa” tersebut tenang terus disampaikan oleh pihak kepolisian melalui pengeras suara:

“Saudara-saudara, agar tetap menjaga ketertiban. Tolong, saudara-saudara, segera untuk bisa mengendalikan diri.”

Tapi timpukan dari “oknum massa” ini semakin kencang dan intensif. Salah seorang wartawan bahkan sempat terkena lemparan botol hingga berdarah wajahnya. Lemparan itu berasal dari arah massa yang membawa bendera sejumlah organisasi tertentu.

Potongan video kericuhan. Tampak sebuah benda seperti batu terbang dari arah massa ke barikade polisi. [Dok: Bilal]
Potongan video kericuhan. Tampak sebuah benda seperti batu terbang dari arah massa ke barikade polisi usai Aksi Damai 411, Jumat (04/11/2016) malam. [Dok: Bilal]
Polisi lalu mengganti barikade depan –tim bertameng kaca– dengan barikade lapis dua –tim bertameng besi.

Seruan siap siaga sudah diteriakkan komandannya. Para wartawan disuruh mundur. Saat “kericuhan kecil” ini menjadi-jadi, awak media ini dihubungi koordinator peliputan (korlip) melalui sambungan telepon.

Korlip Kelompok Media Hidayatullah (KMH) yang bermarkas sementara tak jauh dari Istiqlal melakukan perubahan posisi para wartawan.

Ya Allah, Berkahi Pak Polisi yang Menembak Kami!

Pemandangan Kontras

Menariknya, sejak siang, di depan Istana ini terhidang pemandangan kontras. Ada dua jalur di Jl Raya Medan Merdeka Barat. Di jalur timur, massa tampak tenang-tenang saja.

Para polisi yang menjaga di depan massa ini bahkan meletakkan tameng-tameng mereka ke lantai. Barikadenya pun cuma sebaris. Antara massa dengan petugas pun tampak saling berkomunikasi santai.

Kondisi sebaliknya di jalur barat. Massa terlihat nyaris tak terkendali. Para polisi harus memasang 3 lapis barikade dengan alat pengamanan dalam posisi siaga. Di daerah massa inilah beberapa kericuhan kecil terjadi.

Dalam perjalanan ke kawasan Juanda, saat berada di dekat gedung PPI (barat Istana), awak media ini mendengar suara letusan dan sirine ambulans yang meraung-raung. Malam itu, kericuhan usai Aksi Damai 411 pun pecah!

Besoknya, dalam jumpa pers, HMI membantah tuduhan menjadi provokator kericuhan itu. “Hal tersebut tidak benar,” tegas Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir. [Update:Baca Klarifikasi PB HMI, PII, dan GPII soal Kericuhan Usai Aksi Damai 411]* Bilal Tadzkir/bersambung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokahok menghina alquranAksi Damai 411Aksi Damai TernodaBasuki Tjahaja PurnamademonstrasiGNPF-MUIHimpunan Mahasiswa IslamHMIistana negarakericuhanmassapolisiunjuk rasa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR: Jokowi tidak Hormati Ulama dan Rakyatnya
Tulisan selanjutnya Klarifikasi PB HMI, PII, dan GPII soal Kericuhan Usai Aksi Damai 411

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?