Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Penjual Nasi Penyumbang GNPF-MUI Diperiksa, Ditanya Hubungan dengan Bachtiar Nasir

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Februari 2017 20:51 8:51 pm
Ahmad
Dipublikasikan 20 Februari 2017 20:51
Bagikan
Otto (menggunakan kopiyah putih), usai pemeriksaan di Bareskrim Polri
Bagikan

Hidayatullah.com–Penyidik Bareskrim Polri hari ini memeriksa salah seorang penyumbang Aksi Bela Islam, Otto Ghozali, sebagai tindak lanjut pemeriksaan Yayasan Justice For All (Yayasan Keadilan Untuk Semua) yang dikaitkan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hari Senin (20/02/2017), Otto (47), diperiksa Bareskrim Polri terkait kegiatannya menyumbang dan mengumpulkan dana untuk Aksi Bela Islam I.

“Saya ditanya 15 pertanyaan, biodata,  ayah, ibu, saudara, istri, anak, pekerjaan, soal GNPF,  untuk apa donasi, kepada siapa donasi, masalah pemanfaatan dana. Ikhlas apa tidak,” ujar pengusaha nasi timbel ayam bakar ini kepada hidayatullah.com, Senin siang.

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengakui saat Aksi Bela Islam I, dirinya mengumpulkan sumbangan dari teman-temannya. Uang yang terkumpul tidak mencapai 10 juta. Selanjutnya, uang donasi itu disumbangkan pada Aksi Bela Islam, yang selanjutnya dikelola Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-MUI.

Baca: Tak Merasa Dirugikan Bantu GNPF, Perhimpunan Donatur Dirikan Aliansi Muhsinin Bela Ulama

Otto juga sempat ditanya-tanya, soal keterkaitan dengan Ustad Bachtiar Nasir, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Saya tahu, karena sering lihat di TV, tapi tidak kenal,” jawab alumni IPB tahun 1993 ini. Baginya, tidak masalah menyumbang meski tidak mengenal. Toh, semua dana digunakan untuk kegiatan Islam.

Selain Otto, sebelum ini, Penyidik Bareskrim Polri juga telah memeriksa Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir sebagai saksi juga 5 orang lainnya. Dua orang di antaranya merupakan pegawai bank dan 3 orang pengurus  Yayasan Keadilan Untuk Semua.

KH Bachtiar Nasir merupakan penanggungjawab Aksi Damai Bela Islam I dan II pada 4 November 2016 dan 2 Desember 2016. Sementara Yayasan Justice For All (Yayasan Keadilan Untuk Semua), adalah lembaga yang rekeningnya dipinjam pihak GNPF-MUI untuk menampung dana umat.  Dimana penggunaan ini atas kesepakatan kedua-belah pihak, dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

Baca: Perhimpunan Donatur GNPF-MUI: Kami Menyumbang Karena Membela Al-Qur’an

Sebagaimana halnya Otto, dirinya bersama-sama teman alumni IPB yang memberikan donasi ke GNPF-MUI tidak masalah uangnya disalurkan kemana saja, karena dirinya yakin GNPF-MUI amanah dan dirinya juga ikhlas.

“Saya dengan ikhlas menyumbang, saya percayakan uangnya ke GNPF-MUI pemanfaatannya,” ujarnya menutup pembicaraan.

Hari Jumat lalu, bertempat di 1 Park Residence, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berkumpul aliansi muhsinin, (kelompok penyumbang kebajikan),  tergabung dalam Perhimpunan Donatur GNPF-MUI. Mereka umumnya adalah kaum hawa yang juga saat Aksi Bela Islam I dan II ikut menyumbang kegiatan  GNPF-MUI.

Baca: Tim Hukum Justice For All: Penyumbang Tak Keberatan Dananya untuk Umat

Perkumpulkan kelompok majelis taklim ini muncul, berkaitan dengan tudingan aparat yang dinilai terlalu mengada-ada, mengaitkan Yayasan Keadilan Untuk Semua dan GNPF-MUI terlibat pencucian uang.

“Saya rasa, polisi  mengada-ngada, tuduhan TPPU ini rasanya berlebihan karena ibu-ibu menyumbang berdasarkan dari infaq, sedekah zakat dengan penuh keikhlasan,  dan in syaa Allah dari sumber yang halal,” ujar Rita, seorang aktivis Islam.

“Kita ingin membela bahwa jangan Islam diperlakukan seperti itu. Sangat terlalu banyak memfitnah ulama, sementara kita membantu niatnya tulus,” keluh Dyah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adnin Armasaksi bela Islamaksi bela quranAl Katirialiran danaBachtiar NasirBareskrimdonator GNPF MUIGNPF-MUIIslahuddin AkbarKetua GNPF MUIkriminalisasi ulamaMajelis Ta'lim Komunitas Muslimah untuk Kajian IslamMajelis TaklimOtto GhozaliPemred Majalah Gontorpencucian uangpeneliti INSISTSpenjual nasiPerhimpunan Donatur GNPF-MUIpidana pencucian uangpolisiPolisi Geledah RumahPolriTPPUYayasan Justice for AllYayasan Keadilan Untuk Semua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya New Zealand: Kim Dotcom Bisa Diekstradisi ke Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Mahasiswa Universitas Qassim Saudi jadi Duta Pariwisata dan Budaya Nusantara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?