Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Bolivia Teken UU Perluasan Ladang Tanaman Koka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Maret 2017 09:18 9:18 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Maret 2017 08:44
Bagikan
Dengan berkalung rangkaian daun koka, Presiden Evo Morales menandatangani UU perluasan ladang koka di Bolivia.
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Bolivia Evo Morales menandatangani undang-undang baru berupa kebijakan perluasan lahan hampir dua kali lipat yang secara legal dapat ditanami dengan tanaman koka, bahan pembuat kokain.

Berdasarkan peraturan perundangan baru itu, total 22.000 hektar bisa ditanami koka di seluruh penjuru negeri. Bandingkan dengan 12.000 hektar berdasarkan UU sebelumnya.

Tanaman koka adalah bahan baku kokain, yang juga digunakan secara tradisional oleh orang-orang di kawasan Pegunungan Andes.

Daun koka digunakan penduduk setempat sebagai minuman teh untuk mengatasi sakit akibat tinggal di daerah dataran tinggi. Ketika dikunyah, daun itu memberikan stimulasi ringan dan menekan rasa lapar, haus serta rasa sakit.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Morales, presiden Bolivia pertama yang berasal dari suku asli penduduk setempat, sejak lama mendukung agar kebiasaan mengunyah daun koka dilegalkan secara global. Dia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa agar menyatakannya legal. Hingga sekarang, Morales masih mengetuai persatuan petani koka di kawasan Chapare.

“Kami ingin menjamin suplai koka tersedia selamanya” bagi orang-orang yang menggunakan daunnya secara legal, kata politisi sayap kiri itu dalam sebuah pidatonya.

⇒Impor kokain Jerman melonjak tajam

Wakil rakyat dari oposisi mengatakan UU baru itu tidak konstitusional dan melanggar traktat internasional. Mereka berpendapat kebijakan tersebut justru akan menguntungkan pelaku perdagangan narkoba.

Dengan UU baru itu, pemerintah Bolivia berharap akan dapat meningkatkan ekspor daun koka, menurut laporan koran lokal La Razor, seperti dilansir BBC Rabu (8/3/2017). Produk daun koka sudah secara legal diekspor ke Ekuador.

Meskipun UU sebelumnya membatasi ladang koka legal hanya 12.000 hektar, tetapi pada kenyataannya di tahun 2014 lahan yang dipakai untuk menanam tanaman semak koka di seantero Bolivia mencapai 20.400 hektar, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa. Jumlah itu mencakup 15% ladang koka di seluruh dunia.

Bolivia adalah negara terbesar ketiga produsen kokain setelah Kolumbia dan Peru.

Tahun 2013, Uni Eropa memperkirakan bahwa permintaan akan koka legal di Bolivia mencapai 14.700 hektar.

Paus Fransiskus mengunyah koka?

Saat Paus Fransiskus melawat ke sejumlah negara di Amerika Selatan pada Juli 2015, otoritas di Bolivia mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Katolik Roma itu meminta agar dapat mengunyah koka guna membantunya mengatasi efek berada di dataran tinggi di La Paz.

Akan tetapi, Paus Fransiskus -yang berasal dari Argentina- mengatakan kepada para wartawan bahwa dia tidak mengunyah koka saat mengunjungi Bolivia.

Fransiskus mengatakan hal itu saat ditanya oleh seorang wartawan perihal rahasia staminanya sehingga kuat berkeliling ke negara-negara Amerika Selatan yang berakhir pada 12 Juli 2015.

Fransiskus mengatakan bahwa dia mengkonsumsi mate, minuman teh tradisional dari negara asalnya Argentina, yang membantunya bisa terus melakukan aktivitasnya.

“Anda ingin bertanya kepada saya tentang obat-obatan pilihan saya? Well, mate membantu saya. Namun, saya belum pernah mencoba koka, itu penjelasan saya,” kata Fransiskus dalam penerbangan dari ibukota Paraguay, Asuncion, menuju Roma, seperti dikutip BBC.

Minuman tradisional mate dibuat dari daun yerba mate yang dikeringkan lalu diseduh seperti orang membuat minuman teh pada umumnya. Meskipun berasal dari Argentina, mate juga populer di kalangan komunitas Druze di Suriah dan Libanon, yang mengimpor yerba mate dari Argentina.

Menurut situs kesehatan Mayo Clinic, yerba mate bisa mengusir penat. Namun, jika dipergunakan dalam waktu lama dan dalam jumlah banyak dapat meningkatkan resiko kanker, terutama di bagian mulut, esofagus dan paru-paru. Ditambah dengan kebiasaan merokok, mengkonsumsi yerba mate diyakini ampuh untuk mendapatkan penyakit itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Libanon Geledah Perusahaan Jasa Pengiriman Uang Pentransfer Dana ke ISIS
Tulisan selanjutnya Setahun Kematian Siyono, Dahnil Simanjuntak Kritisi Densus 88

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan

Berita
11 Agustus 2026 17:14
Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama
Erdogan: ‘Israel’ Ingin Hapus Palestina, Mendukung Kemerdekaannya adalah Tanggung Jawab Umat Islam
Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan
Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji

Terbaru

  • 70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh
  • Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
  • Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi
  • ‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
  • Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman
  • RMI PBNU: Jangan Tutup-tutupi Kekerasan di Pesantren
  • Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq
  • Muhammadiyah Dorong Media AfiliasiMu Terhubung dalam Satu Ekosistem Digital
  • Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah, Dorong Media Tetap Cepat, Akurat dan Harus Benar di Era Digital
  • CDCC Siapkan Persidangan Kedua MCM Malindo, Bahas Konsep Negara Madani

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?