Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Koalisi Masyarakat Sipil Beberkan Kejanggalan Penyidikan Kasus Penyerangan Novel

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Juli 2017 17:00 5:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 26 Juli 2017 17:00
Bagikan
Jumpa pers Koalisi Masyarakat Sipil di kantor Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Rabu (26/07/2017), tentang kasus penyerangan Novel Baswedan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Koalisi Masyarakat Sipil menyoroti lambannya penyidikan yang dilakukan kepolisian atas kasus penyerangan dengan air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, yang saat ini sudah memasuki hari ke-106 pada Rabu (26/07/2017).

Koalisi yang terdiri dari antara lain KontraS, Pemuda Muhammadiyah, LBH Jakarta, dan lain sebagainya ini membeberkan temuan hasil pengumpulan fakta dan informasi yang dilakukan.

Koordinator KontraS Yeti Andriyani menyebut, salah satu kejanggalan yang ditemukan adalah terkait tidak adanya sidik jari pada cangkir kaleng yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian yang diduga digunakan oleh pelaku penyiraman.

Padahal, terangnya, berdasarkan keterangan saksi yang ditemui dikatakan polisi mengamankan barang bukti tersebut dengan sangat baik. Namun, hingga saat ini tidak jelas mengenai sidik jari itu.

Sehingga, ia menduga, apa upaya untuk menghilangkan barang bukti tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Novel Menegaskan, Usaha Para Penyerangnya Mau Hentikan Pemberantasan Korupsi akan Sia-sia

“Sidik jari ini penting untuk menjadi petunjuk siapa yang terkait peristiwa ini,” ujar Yeti dalam jumpa pers di Aula PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Algiffari Aqsa berkeyakinan, sidik jari pelaku ada pada cangkir kaleng tersebut dikarenakan pelaku harus memegang dengan kuat untuk menyiramkan air keras kepada Novel.

“Kalau tidak pasti akan jatuh. Sehingga sangat mungkin sidik jari itu ada,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, dari saksi yang ditemui mengatakan bahwa telah melihat sebelumnya terdapat dua orang yang membawa cangkir tanpa mengenakan sarung tangan.

“Kepolisian tidak konsisten mengatakan sidik jari tidak cukup. Kita berasumsi polisi berbohong karena ada genggaman kuat di sana,” imbuhnya pada kesempatan yang sama.

Baca: Dahnil: Penyerang Novel Teroris, Polisi Tak Sulit Menangkapnya

Kejanggalan lain yang didapat Koalisi Masyarakat Sipil ini di antaranya, pihak penyidik Polda Metro yang melepaskan 3 orang dengan dalih tidak menemui alibi. Padahal, kata dia, menurut para saksi ketiga orang tersebut sempat beberapa kali terlihat di sekitar rumah Novel sebelum peristiwa penyiraman.

Novel diketahui diserang dengan siraman air keras pada Selasa, 11 April 2017, usai shalat subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kemudian, sambung Algiffari, terdapat ketidaksepemahanan pernyataan antara Mabes Polri dengan pihak penyidik Polda.

Sehingga, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, koalisi ini berkesimpulan bahwa lambannya pengungkapan kasus Novel bukan karena ketidakmampuan penyidik. Akan tetapi ada tarik-menarik kepentingan di internal kepolisian maupun KPK yang saling menyandera.

“Bukti dan informasinya sudah banyak. Masalahnya ada saling sandera kepentingan antara kepolisian dan KPK,” tandasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:air kerasAlgiffari AqsaDahnil Anzar SimanjuntakDirektur LBH Jakartakasus korupsikekerasanKetua Umum PP Pemuda MuhammadiyahKoalisi Masyarakat Sipilkomisi pemberantasan korupsiKontrasKoordinator KontraSKorupsiKPKkriminalisasiLBH JakartaNovel BaswedanNovel Baswedan Disiram Air KerasPemuda MuhammadiyahPenyidik KPKPolda MetroYeti Andriyani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Novel Menegaskan, Usaha Para Penyerangnya Mau Hentikan Pemberantasan Korupsi akan Sia-sia
Tulisan selanjutnya Adhyaksa: Dana Pramuka Era SBY Rp 45 M, Era Jokowi Cuma Rp 10 M Ditunda Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?