Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mata-mata Turki Diadili di Hamburg

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 September 2017 18:30 6:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 September 2017 18:30
Bagikan
Kantor pusat Badan Intelijen Nasional Turki (MIT).
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan di Hamburg, Jerman, memulai proses persidangan Mehmet Fatih S, yang dituduh bekerja untuk dinas intelijen Turki MIT.

Dilansir Deutsche Welle, persidangan pemuda berusia 32 tahun itu dimulai hari Kamis (7/9/2017) dan akan berlangsung sampai pertengahan bulan Oktober, menurut keterangan pengadilan. Berdasarkan ketentuan hukum di Jerman, nama terdakwa tidak disebut lengkap.

Jaksa penuntut mengatakan Mehmet Fatih menjadi mata-mata untuk MIT sejak tahun 2013. Antara September 2015 sampai penangkapannya di bulan Desember 2016, misinya adalah memata-matai komunitas Kurdi di Jerman, terutama yang berada di Bremen.

Mehmet Fatih pindah ke Bremen pada Januari 2016, guna mendekati politisi Kurdi bernama Yuksel Koc. Di sana, dia berbincang-bincang dengan kenalan-kenalan Koc dan mengumpulkan informasi online untuk melengkapi datanya tentang tokoh Kurdi tersebut. Mehmet Fatih terus menjalin kontak dengan agen penghubungnya di Turki lewat email dan juga pernah mengunjungi Turki dua kali pada tahun 2016.

Intelijen Turki diduga membayar Mehmet Fatih 30.000 euro untuk kerjanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jika divonis bersalah, Mehmet Fatih dapat diganjar hukuman kurungan maksimal lima tahun.

Beberapa waktu belakangan hubungan diplomatik Berlin dengan Ankara agak memanas, terutama menyusul peristiwa kudeta gagal Juli 2016 di Turki. Pemerintahan Erdogan menuding sejumlah warganegara Jerman melakukan aksi mata-mata untuk intelijen Jerman atau milisi-milisi Kurdi di dalam wilayah Turki. Maret 2017, dinas intelijen dalam negeri Jerman BfV melaporkan bahwa terjadi peningkatan signifikan aksi mata-mata Turki di dalam wilayah Jerman.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komandan Operasi Militer Rezim Suriah Terbunuh
Tulisan selanjutnya Tragedi Rohingya, Ketua CDCC: Akar Masalahnya Harus Dipadamkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?