Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Jalan Mendapatkan Husnul Khatimah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 September 2017 16:15 4:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 September 2017 16:15
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

PARA guru mengajarkan bahwa orang yang hidup di atas sesuatu, maka dia akan mati di atasnya. Barangsiapa mati dalam suatu keadaan, maka dia akan dibangkitkan dalam keadaan tersebut. Barangsiapa merampingkan tubuhnya selama dalam perjalanan, maka dia akan mendapatkan kemuliaan saat dia sampai.

Barangsiapa yang berlemah lembut kepada binatang tunggangan serta tidak menyusahkannya, akan terus berlalu hingga diterima. Barangsiapa gigih berusaha seperti usaha seorang budak di awal perjalanannya, maka dia akan menikmati orang yang bebas di akhir perjalanannya. Ketahuilah, buah yang mulia dihasilkan dari pohon yang mulia. Barangsiapa yang diawali perjalanannya bersusah payah, maka berbahagia di akhir perjalanannya.

Inilah akhir yang membahagiakan. Inilah harapan bagi setiap orang yang menyuruh kepada kebenaran, walaupun harus dibayar dengan nyawanya. Abu Bakar An-Nablisi adalah seorang imam dalam ilmu hadits dan fiqih, serta merupakan kiblat masyarakat tempat mereka belajar dan mengikutinya. Ketika Banu ‘Abid memimpin Mesir, mereka mengubah syariat Allah, menghalalkan yang diharamkan, meminum-minuman keras secara terang-terangan di bulan Ramadhan dan menghalalkan seseorang menikah dengan mahramnya, serta melakukan kerusakan sampai kepada klimaksnya.

Tindakan mereka ditentang oleh singa penjaga sunnah yang menyeru kepada kebenaran dan mencegah kemungkaran. Dia menerangkan kebenaran dan membasmi kemaksiatan, dia mewarisi tugas kenabian dalam hidupnya, dan memainkan perannya sebagai utusan Allah kepada kaumnya. Namun mereka memenjarakannya, menyalibnya, dan memerintahkan orang Yahudi untuk mengulitinya. Orang Yahudi itu pun mengulitinya. Sedangkan sang ulama tetap berdzikir kepada Allah dan bersabar. Ketika sayatan sampai ke dadanya, orang Yahudi tersebut menusukkan pisau tepat di jantungnya dan dia pun mati syahid.

Ketika Ad-Daraqhuthni mengingat peristiwa itu, dia selalu menangis dan berkata, ”Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Allah).” (QS. Al-Ahzab: 6).

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Bayangkanlah, bagaimana dia tetap berdzikir kepada Allah, padahal dirinya dikuliti. Karena kesibukannya yang paling utama adalah berdzikir kepada Allah, mengajarkan dan menyuruh untuk selalu berdzikir kepada Allah, bahkan raut mukanya terlihat menyeru kepada manusia untuk selalu berdzikir, maka dia pun ditenangkan dengan berdzikir ketika ruhnya dicabut untuk dapat meraih surga Firdaus dan mendapatkan bidadarinya.

Kematian dalam kondisi seperti itu merupakan khutbah teragung yang pernah dilakukannya semenjak dirinya naik ke atas mimbar, namun mimbar yang digunakannya sekarang adalah kayu yang digunakan untuk menyalibnya. Kata-kata yang disampaikan adalah darah yang mengalir setetes demi setetes. Adapun waktu yang digunakan untuk berkhubah adalah saat dirinya tergantung di atas salib, sambil melihat para musuhnya dari atas. Sandal yang digunakannya tepat di atas kepala mereka, darah yang mereka tumpahkan darinya adalah penyebab kesedihan mereka dan sekaligus menjadi simbol kenikmatannya.

Oleh karena itu bukanlah hal yang aneh, bila saat menjelang kematiannya dia masih tetap berdzikir kepada Allah dan memohon kepada-Nya. Yang lebih aneh dari itu adalah, setelah nyawanya keluar dari tubuhnya, Abu Bakar masih tetap berdoa kepada Allah. Orang-orang pun melintas di depan jasadnya dan mereka mendengar darinya suara orang yang membaca Al-Qur’an.

Inilah salah satu karamah yang dianugerahkan Allah kepadanya, yang diraih dari pijakan nyawanya yang di jalan Allah. Maka Allah pun memberikan ganjaran atas pengorbanan yang dilakukan di jalan-Nya, memberikan pahala bagi setiap kepala yang syahid, dan mengangkat orang-orang yang selalu berdoa kepada Allah dalam hidup dan mati.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Investasi Akhirat, penulis: Dr. Khalid Abu Syadi)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:husnul khatimahMati Syahid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Minta Masyarakat Internasional Mencari Solusi bagi Muslim Rohingya
Tulisan selanjutnya Uber Kehilangan Izin Beroperasi di London

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?