Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Qatar: Kami Tak Akan Mengekstradisi Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2017 14:01 2:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2017 13:59
Bagikan
Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani memberi penghormatan Syeikh Dr Yusuf al Qaradhawi
Bagikan

Hidayatullah.com–Qatar tidak akan mengekstradisi Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi ke Mesir karena dia “bukanlah teroris melainkan musuh politik”, Menteri Hubungan Luar Negeri Qatar, Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani, mengatakan pada Jumat lapor Middle East Monitor.

Al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Muslim Dunia, masuk daftar pencarian di pemerintah Mesir karena dia aktif sebagai anggota dari gerakan al Ikhwan al Muslimun.

“Al-Qaradhawi tidak akan diekstradisi karena dia telah menjadi warga negara Qatar sejak 1970-an. Dia juga bukanlah seorang teroris melainkan hanya lawan politik yang memiliki sudut pandang yang berbeda.”

Al Thani melanjutkan dengan mengatakan: “Informasi yang membuat beberapa negara anggota Dewan Kerjasama Teluk dan Mesir memasukkan Ikhwanul Muslimin sebagai sebuah kelompok teroris tidak sesuai dengan informasi yang dimiliki Qatar. Karena itu kami belum mendaftarkan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.”

“Kami menjadi tuan rumah orang-orang ini karena lawan politik. Kami menjadi tuan rumah banyak orang lain dari negara-negara yang berbeda dan tidak hanya dari Mesir.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Persatuan Ulama Palestina Kecam Penyebutan Syeikh Qaradhawi dalam Daftar Teroris

Al Thani menjelaskan bahwa, “Kami tidak akan memperbolehkan mereka [anggota Ikhwanul Muslimin] untuk terlibat dalam aktivitas politik apapun di Qatar atau untuk menggunakan negara kami sebagai sebuah titik awal dalam menyerang atau menghina negara-negara mereka.”

Doha, dia menjelaskan, tidak mendukung Ikhwanul Muslimin “tetapi mendukung dan akan terus mendukung rakyat Mesir”. Inilah alasan mengapa Qatar belum menarik investasinya di Mesir yang berjumlah sekitar $20 miliar, “karena mereka [investasi] berguna bagi rakyat Mesir dan berkontribusi dalam menciptakan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi Mesir”.

“Qatar percaya bahwa jika Mesir tetap kuat, ini akan memberikan dampak yang positif pada Dunia Arab.”

Pentingnya GCC

Al Thani menjelaskan bahwa Dewan Kerjasama Teluk (GCC) “penting dan merupakan sumber stabilitas di wilayah Timur Tengah”. Dia juga menekankan bahwa “Qatar tidak mungkin menarik diri dari Dewan Kerjasama Teluk.”

“[Qatar] akan tetap berkomitmen dalam menjaga keamanan di Teluk, meskipun fakta bahwa negara-negara pelaku embargo menempatkan Dewan Kerjasama Teluk dalam resiko dengan melanggar prinsip-prinsipnya.”

Baca: Interpol Hapus Nama Syeikh al Qaradhawi dari Daftar DPO

Namun, “adanya kebutuhan untuk mereformasi Dewan Kerjasama Teluk dalam menghargai kedaulatan negara-negara anggota dan untuk mencegah kebijakan merugikan terhadap negara-negara lain.”

Al Thani mengulang kembali bahwa negaranya siap untuk “dialog tak bersyarat dalam mendiskusikan permintaan-permintaan negara yang melakukan embargo tanpa konsesi apapun terkait kedaulatannya,.”

Pada 5 Juni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar atas dasar “dukungannya pada terorisme”, tuduhan yang dengan lantang disangkal oleh Doha.

Awal September lalu Badan Kepolisian Internasional (INTERPOL) mengabarkan telah menghapus nama Syeikh Yusuf al-Qaradhawi dari daftar cekal (DPO), demikian Organisasi Hak Asasi Manusia Arab (AOHR) mengumumkan hari Ahad (10/09/2017).

AOHR yang berbasis di London mengatakan, laporan Syeikh Al Qaradhawi dalam ‘daftar teror’ adalah tindakan politis dan terlalu dibuat-buat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiBadan kepolisian internasionaldaftar terordunia Islamekstrimismehubungan diplomatikInterpolKrisis Diplomasi QatarMesirNegara telukQatarRabithah Ulama Palestinarezim Al-SisiSyeikh Yusuf al Qaradhawiterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 170 Tentara Rezim Suriah Menolak Berperang di Luar Wilayahnya
Tulisan selanjutnya Ulama Sunni Libanon Dijatuhi Hukuman Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?