Hidayatullah.com–Data resmi menunjukkan 15.666 warga Malaysia kehilangan pekerjaan mereka di negeri tetangga seberang jembatan, Singapura, antara Januari dan Juli 2020 akibat pandemi Covid-19.
The Malaysian Reserve melaporkan Menteri SDM Malaysia Datuk Seri M Saravanan hari Senin (21/9/2020) mengatakan kepada Dewan Negara (perlemen) bahwa kebanyakan yang terdampak adalah pekerja sektor jasa.
“Statistik dari Komisi Tinggi Malaysia di Singapura memgindikasikan pekerja Malaysia di sektor jasa adalah yang paling terdampak, mengenai 11.123 orang, diikuti kemudian oleh sektor manufaktur dengan 3.604 dan konstruksi dengan 939 pekerja,” kata Saravanan.
Pernyataan itu merupakan tanggapan Menteri SDM terhadap senator Liew Chin Tong, yang bertanya soal data mereka yang kehilangan pekerjaan karena pandemi.
Akan tetapi, imbuh menteri, jumlah itu belum termasuk mereka yang belum kembali ke Singapura sejak Malaysia memberlakukan aturan pembatasan pergerakan (MCO) mulai 18 Maret.
Sejak MCO diberlakukan, Malaysia dan Singapura menutup pintu perbatasan satu sama lain.
Bulan lalu, Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Adham Baba mengatakan kementeriannya sedang mengkaji pembukaan kembali secara penuh perbatasan dengan Singapura, karena ada tekanan dari para pekerja yang setiap hari pulang-pergi menyeberang ke negeri tetangga untuk mencari nafkah.*