Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dari Myanmar ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya 15 Hari Jalan Kaki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2017 13:58 1:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Oktober 2017 13:58
Bagikan
Pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Domdom, Kutapalong, Cox's Bazar, Bangladesh, sedang mengantre dalam pembagian sembako, Oktober 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com– Banyak pengungsi Muslim etnis Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine, Myanmar, terpaksa berjalan kaki untuk bisa sampai ke perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Mereka berhari-hari masuk hutan, menyusuri sungai untuk bisa sampai ke Bangladesh, dengan perbekalan seadanya.

“Kami berjalan tujuh sampai 15 hari, melewati hutan, sungai,” kata Abdullah, pengungsi asal Rakhine dengan bahasa Melayu kepada wartawan hidayatullah.com ditemui di kamp pengungsian Domdom, Kutapalong, Cox’s Bazar, Bangladesh, Kamis (19/10/2017).

Baca juga: Pengungsi Rohingya Terus Bertambah, Tiba saat Malam Diguyur Hujan

Pria berusia 27 tahun itu bersama istrinya ikut mengungsi lantaran rumah dan kampung tempat tinggalnya dibakar junta militer Myanmar.

“Militer Myanmar membakar rumah-rumah,”katanya.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Abdullah sudah berada di kamp pengungsian sejak 7 bulan lalu. Abdullah tidak tahu sampai kapan dirinya berada di Bangladesh.

Namun, dirinya menolak jika dipulangkan, sampai daerahnya benar-benar aman.

Baca juga: Menengok Madrasah Pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Gurunya Tidak Dibayar

Sebelumnya, Rabu (18/10/2017) siang sampai sore, hidayatullah.com melihat langsung ratusan pengungsi yang baru tiba dari Myanmar.

Mereka menyusuri jalan beraspal menuju Kutupalong. Jumlahnya cukup banyak, baik anak-anak, ibu-ibu, pun orang tua.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshCox's BazarDomdometnis Muslim Rohingyagenosida Rohingyakamp pengungsian RohingyaKekerasan Rohingyakrisis kemanusiaan RohingyaKutapalongmadrasah pengungsi RohingyamyanmarPengungsi Rohingyapengungsi Rohingya di BangladeshRohingyawarga Muslim Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah TGB Zainul Dipilih Jadi Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia
Tulisan selanjutnya Soal Perppu Ormas, MUI Tekankan DPR-MK Pertimbangkan Aspirasi Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?