Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

‘Selama Polisi Tak Tegas, Pengadangan atas Ulama akan Terus Terulang’

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 11 Desember 2017 15:06 3:06 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 11 Desember 2017 14:59
Bagikan
Fahira Idris pada Aksi Bela Islam III di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (02/12/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris, mengecam aksi pengadangan yang dilakukan segelintir orang kepada Ustadz Abdul Somad (UAS) saat hendak melakukan safari dakwah di Kota Denpasar, Bali.

Aksi pengadangan yang mengatasnamakan “cinta Pancasila dan NKRI harga mati” malah dilakukan dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila dan berpotensi merusak harmoni antarumat beragama.

Jika polisi tidak tegas melakukan tindakan hukum terhadap otak dan pelaku penghadangan, maka, ungkap Fahira, ke depan kejadian serupa akan terulang. Dan ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan keresahan sosial yang besar.

 

“Peristiwa seperti ini, kan, bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pengadangan terhadap ulama dan tokoh sudah pernah terjadi bahkan masuk bandara dan bawa senjata tajam. Namun, hingga saat ini saya belum mendengar ada tindakan hukum kepada para pelaku,” ungkap Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Baca: Kronologi dan Klarifikasi Resmi Ustadz Abdul Somad

“Jadi, ke depan jika polisi tidak tegas, pengadangan terhadap ulama dan tokoh yang menurut versi mereka tidak cinta NKRI dan Pancasila pasti akan terjadi dan ini sangat berbahaya bagi keharmonisan bangsa,” tambahnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

 

Fahira mengungkapkan, saat ini terjadi penurunan pemaknaan cinta Pancasila dan NKRI yang sangat mengkhawatirkan. Karena ada sekelompok masyarakat yang dengan percaya diri menyatakan diri paling Pancasila dan paling cinta NKRI, sementara kelompok yang lain dianggap anti Pancasila dan NKRI hanya karena berbeda pendapat, pandangan, dan kritis terhadap pemerintah.

Pengadangan terhadap UAS, lanjut Fahira, selain bentuk kegagalan berpikir juga adalah bentuk arogansi mengatasnamakan Pancasila dan NKRI.

“Memaksa Ustadz Somad ikrarkan kebangsaan apalagi disertai intimidasi, ancaman, dan kata-kata kasar oleh gerombolan orang yang sama sekali tidak punya otoritas untuk itu adalah tindakan yang sangat merendahkan.

Baca: ‘Jika Toleransi Dikedepankan, Persekusi atas Ustadz Somad Tak Perlu Terjadi’

Selama ini, yang mengundang Ustadz Abdul Somad berceramah itu mulai dari pejabat negara, kepala daerah, bahkan satuan-satuan TNI di daerah, hingga kelompok pengajian biasa dari seluruh Indonesia. Mana mungkin mereka mengundang Ustadz Somad kalau beliau Anti NKRI,” ujar Senator Jakarta ini.

Kecintaan UAS terhadap NKRI, menurut Fahira, bukan lagi sekadar teriak-teriak ‘saya Pancasila’ ‘saya NKRI’, tetapi sudah diamalkan. UAS pun rutin turun ke desa-desa terpencil mengajarkan cinta Tanah Air kepada anak-anak bangsa.

“Sekarang saya mau tanya, apa yang sudah dilakukan orang-orang yang mengadang Ustadz Somad terhadap NKRI dan Pancasila?

Inilah akibat jika merasa diri paling NKRI, paling Pancasilais sehingga orang yang berbeda pendapat dan pandangan dianggap tidak cinta NKRI dan anti Pancasila. Paradigma seperti ini sangat berbahaya bagi keutuhan kita sebagai sebuah bangsa,” terang Fahira.

Oleh karena itu, sambungnya, kepolisian harus melakukan tindakan hukum terhadap otak di balik kejadian yang bisa memicu keresahan umat ini.

“Saya juga meminta kepada semua umat Islam untuk tenang, tunjukkan kita lebih dewasa menyikapi perbedaan pendapat, pandangan, dan keyakinan,” pungkasnya rilis diterima hidayatullah.com.*

Baca: GNPF Bali akan Polisikan 5 Orang, Termasuk Anggota DPD

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BaliDenpasarFahira IdrisHindu Baliintoleranintoleransiintoleransi di BalikepolisianKetua Komite III DPD RIKomponen Rakyat BaliKRBormas di Balipenegakan hukumpersekusiUASUstadz Abdul SomadUstadz SomadUstadz Somad ditolak di Bali
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pernyataan Persatuan Ulama Palestina atas Keputusan Donald Trump terhadap Baitul Maqdis
Tulisan selanjutnya Aksi Massa Bakar Bendera AS-Israel dan “Trump” depan Kedubes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?