Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Jumlah Korban Tewas Serangan Rezim Bashar di Ghouta Timur Meningkat 136 Orang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Februari 2018 07:46 7:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Februari 2018 07:46
Bagikan
Seorang pria menyerahkan seorang anak kepada ayahnya setelah diselamatkan dari reruntuhan sebuah bangunan di Ghouta Timur pada hari Selasa
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 136 orang tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Rezim Suriah terhadap kota yang dikuasai oposisi selama 48 jam terakhir di Ghouta Timur,  wilayah pinggiran Ibu Kota Damaskus, kutip Aljazeera.

Pasukan Rusia dan Suriah dilaporkan telah membunuh setidaknya 136 warga sipil selama 48 jam terakhir di Ghouta Timur, sebuah wilayah pinggiran Ibu Kota Damaskus, menurut penduduk dan kelompok pemantau.

Hari Senin, 30 warga sipil telah terbunuh dalam serangan udara, dilanjutkan keesokan harinya, 80 lainnya terbunuh, dan pada hari Rabu, 26 lainnya terbunuh. Sedikitnya 22 anak dan 21 perempuan termasuk di antara korban tewas.

“Seluruh bangunan ambruk dan menghantam penduduk – wanita, anak-anak dan laki-laki – masih di dalam reruntuhan bangunan,” kata Abu Salem al-Shami,  penduduk dan aktivis, kepada Aljazeera melalui telepon dari Ghouta Timur, sebuah wilayah yang berada di bawah kontrol oposisi sejak 2013.

Baca: Pasukan Rezim Assad Bunuh 400 Orang di Idlib dan Ghouta Timur

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), kelompok pemantau berbasis di Inggris, mengatakan pada Selasa menandai “pembantaian terbesar di Suriah” sejak serangan bom kimia April terhadap Khan Sheikhoun di provinsi Idlib ketika lebih dari 80 orang terbunuh.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Kedekatan Ghouta Timur dengan ibu kota – di mana pemerintahan Presiden Bashar al-Assad tinggal – menjadikannya sebagai target utama pemerintah dan sekutu utamanya, Rusia.

Pasukan Assad telah memberlakukan pengepungan militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut sejak tahun 2013 dalam upaya untuk menguras kelompok oposisi bersenjata di sana.

Salah satu paramedis menyelamatkan bayo laki-laki yang terluka dari lokasi serangan udara di dekat Damaskus hari Selasa (06/02/2018) (CNN)

Ghouta Timur menampung sekitar 400.000 orang,  melakukan pemboman dari Rusia dan Rezim Bashar secara terus-menerus sejak saat itu, mengalami peningkatan serangan udara dalam beberapa bulan terakhir karena merupakan salah satu kubu oposisi terakhir yang tersisa di Suriah.

“Orang-orang di luar berpikir bahwa Rusia dan rezim Suriah membunuh pejuang bersenjata, tapi ini benar-benar salah. Hanya warga sipil yang menjadi target – warga sipil reguler, orang-orang Damaskus,” kata al-Shami, yang kehilangan 10 anggota keluarga dekatnya Saat bangunan mereka diserang bulan April lalu.

Baca: Rezim Suriah Terbukti Gunakan Gas Terlarang di Khan Sheikhoun

Serangan umumnya  menargetkan daerah pemukiman, pusat kesehatan, pasar lokal dan sekolah.

Karena pengepungan tersebut, bantuan kemanusiaan yang sangat sedikit telah masuk, membuat akses terhadap persediaan dasar seperti makanan, sangat terbatas. Persediaan medis juga langka.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir 12 persen anak balita di Ghouta Timur menderita gizi buruk akut – tingkat tertinggi yang pernah tercatat sejak dimulainya perang di Suriah.

Sedikitnya lima anak – dari lebih dari 130 – meninggal karena kurangnya pasokan medis.

Konvoi bantuan terakhir PBB yang diizinkan masuk adalah pada bulan November 2017, menurut al-Shami.

Baca: Rezim Bashar Bunuh 216 Warga Sipil di Ghouta Timur Sejak

Sejak saat itu, setidaknya 12 orang telah meninggal karena kelaparan – termasuk empat anak dan dua perempuan – menurut Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah.

Al-Shami mengatakan banyak orang terpaksa mengemis. “Harga makanan di pasar sangat tinggi, orang makan satu kali sehari Ada banyak orang yang mengemis di jalanan – anak-anak, orang tua, ini masalah besar.”

Untuk menjaga diri tetap hangat selama bulan-bulan musim dingin, keluarga telah membakar perabotan. “Kayu itu mahal, mereka membakar lemari, kursi – apapun terbuat dari kayu, itu sudah menjadi kenyataan kita,” katanya. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assaddamaskusgas KlorinGhouta TimuriranKhan Sheikhounoposisi suriahPemantau HAMRezim Basharrusiasenjata kimiaseranganSOHRsuriahsyiahtewas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengatasi Seret Rezeki dengan Bersedekah (1)
Tulisan selanjutnya Sahabat AILA Indonesia Diluncurkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?