Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Di Sudan Selatan Anak -anak Dipaksa Melihat Ibunya Diperkosa dan Dibunuh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Februari 2018 18:55 6:55 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Februari 2018 18:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Anak-anak di Sudan Selatan dipaksa melihat ibu mereka diperkosa dan dibunuh, lapor Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sebuah laporan oleh penyidik-penyidik hak asasi manusia PBB menyebutkan bahwa warga sipil disiksa dan dimutilasi, serta desa-desa dihancurkan dalam skala besar.

Sebanyak 40 pejabat senior telah diidentifikasi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya bencana kemanusiaan itu, lima di antaranya berpangkat kolonel dan tiga adalah gubernur negara bagian, lapor BBC Ahad (25/2/2018).

PBB mengatakan kesaksian yang dikumpulkan dari korban-korban selamat banyak yang memilukan, termasuk kisah di mana sejumlah orang dipaksa untuk memperkosa satu keluarga, mirip seperti yang pernah terjadi di Bosnia.

Seorang wanita bercerita bahwa putranya yang berusia 12 tahun dipaksa melakukan hubungan seks dengan neneknya, agar tetap hidup. Wanita yang sama juga menyaksikan suaminya dikebiri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang pria lain melihat temannya, seorang laki-laki, diperkosa beramai-ramai dan dibiarkan mati di semak-semak.

“Kekerasan seksual terhadap pria di Sudan Selatan jauh lebih luas dibanding catatan yang ada,” kata Yasmin Sook, kepala Komisi HAM Sudan Selatan.

“Apa yang kita lihat hanyalah puncak dari gunung es,” imbuhnya.

Seorang wanita korban selamat lain, yang sedang hamil di daerah Lainya County, mengatakan bahwa dirinya melihat sejmlah oranga yang dituduh sebagai pendukung oposisi pemerintah ditahan, lalu disiksa dan kepalanya dipenggal oleh kelompok SPLA. Wanita itu dikurung bersama mayat-mayat yang dimutilasi, yang salah satunya mayat suaminya.

“Ada pola nyata terjadinya persekusi etnis,” kata Andrew Clapham, komisioner HAM di Sudan Selatan.

“Sebagian besar dilakukan oleh pasukan pemerintah, yang harus dituntut dengan kejahatan kemanusiaan,” imbuhnya.

Rencananya, bukti-bukti yang ada akan dibawa ke pengadilan hibrida yang akan dibentuk oleh otorita Sudan Selatan bekerja sama denga Uni Afrika.

Namun, masalahnya kemungkinan pemerintah Sudan Selatan tidak akan mau membuat pengadilan itu, sebab sebagian dari tersangka utamanya adalah sekutunya sendiri dari kalangan militer, lapor wartawan BBC Will Ross.

Menanggapi laporan PBB itu, jubir pemerintah Sudan Selatan mengatakan bahwa perlu diselidiki lagi “realita dari laporan PBB itu karena sebagian besar laporan semacam itu terpotong-potong dan disalin” begitu saja.

Namun, Ateng Wek Ateng juga mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah menanggapi serius laporan itu.

“Kami ingin UNHCR melengkapi kami dengan informasi yang dapat mengarah pada penangkapan 40 pejabat itu dan kami akan memastikan keempat puluhnya dikenai dakwaan,” ujar jubir pemerintah tersebut.

Sudan Selatan merupakan pecahan dari negara Sudan. Sementara di bagian utara Sudan kebanyakan penduduknya adalah Muslim, di bagian selatan penduduknya kebanyakan Kristen, meskipun tidak sedikit yang memeluk Islam. Warga di bagian selatan merasa pemerintah Khartoum dulu selalu memarjinalkan mereka dan ingin menguasai sumber kekayaan alamnya, sehingga terjadi perang saudara yang berujung pada pemisahan diri Sudan Selatan. Sekarang, meskipun mereka sudah merdeka sejak Juli 2011, pertikaian bersenjata masih berkobar di wilayah Sudan Selatan yang kaya sumber minyak itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Forsyth Mundur dari Deputi Unicef dengan Berat Hati
Tulisan selanjutnya Rusia: Gencatan Senjata Tidak Mencakup An Nushrah, Ahrar Syam, dan Jaisy Al Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?