Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pejabat Kemendagri Jerman Usul Sita Paspor ‘Jiihadis’

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 April 2018 10:59 10:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 April 2018 10:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Paspor Jerman yang dibawa para ‘jihadis’ (sebutan Barat untuk Muslim yang bergabung dengan kelompok bersenjata, red) harus disita, menurut kalangan garis keras di Kementerian Dalam Negeri Jerman.

Stephan Mayer, sekretaris negara bagian di Kemendagri Jerman yang dipimpin Horst Seehofer, hari Senin (9//4/2018) mengatakan bahwa dia berharap segera ada undang-undang yang menolak paspor Jerman bagi ‘jihadis’ pemilik kewarganegaraan ganda.

Dilansir DW, pernyataan Mayer kepada jaringan media Funke itu menyusul penangkapan enam tersangka ‘jihadis’ di Berlin hari Ahad (8/4/2018). Mayer juga mengisyaratkan bahwa Georgia dan Armenia (negara di mana banyak kelompok militan Muslim terlibat konflik) akan dimasukkan dalam daftar negara aman bagi pencari suaka, yang artinya jika permohanan suaka ditolak maka mereka dapat dipulangkan ke kedua negara itu.

Mayer, seperti halnya Seehofer merupakan anggota dari Uni Sosial Kristen (CSU) di Bavaria yang dikenal sebagai partai pembela nilai dan budaya asli Jerman. CSU bagian dari pemerintahan koalisi pimpinan Kanselir Angela Merkel yang dibentuk bersama partai kiri-tengah Sosial Demokrat (SPD).

Pusat Pendidikan Politik (BPD) yang berbasis di Bonn mengatakan sensus perihal orang Jerman yang memegang dua paspor atau lebih angkanya tidak pasti, berkisar 1,9 juta sampai 4,3 juta. Selain paspor Jerman, paspor asing terbanyak yang dipegang orang-orang itu berasal dari Rusia, Polandia dan Turki. Jumlah itu termasuk 1 juta warga dewasa muda yang sejak liberalisasi kewarganeraan 1999 melepas status kewarganegaraan asal negeri orangtuanya yang bukan asli Jerman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seehofer, yang baru-baru ini diangkat sebagai menteri dalam negeri, mendesak agar Kanselir Merkel merebut kembali suara pemilih yang membelot ke partai antiorang asing AfD pada pemilu September 2017. Bavaria, negara bagian asal Seehofer, akan mengggelar pemilu regional Oktober tahun ini.

Program AfD yang menarik minat pemilih antara lain pencabutan status kewarganegaraan Jerman dalam kurun 10 tahun atas pelaku kriminal kelas berat, orang yang berpartisipasi dalam organisasi teror, anggota geng kriminal, sekalipun pada akhirnya akan mengakibatkan seseorang tidak memiliki kewarganegaraan.

Konstitusi Jerman menegaskan bahwa status kewarganegaraan Jerman seseorang dapat dicabut hanya jika tidak mengakibatkan orang bersangkutan tidak memiliki negara.

Akan tetapi, undang-undang paspor saat ini memperbolehkan pihak berwenang menolak mengeluarkan paspor bagi orang-orang yang dianggap membahayakan keamanan negara, berusaha mengelak dari hukum atau kewajiban membayar pajak.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Giliran GUIB Jatim Laporkan Sukmawati ke Polda Jatim
Tulisan selanjutnya Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Jokowi Masih Bergeming atas Penyerangan Novel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?