Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: 400.000 Anak RD Kongo Terancam Mati Kelaparan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Mei 2018 17:38 5:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Mei 2018 17:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekitar 400.000 anak berisiko mengalami kematian akibat kelaparan di Republik Demokratik Kongo, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ribuan keluarga melarikan diri ke daerah semak di wilayah Kasai, di mana mereka tinggal di sana selama berbulan-bulan, kekurangan makan dan minum. Banyak dari mereka sudah meninggal dunia.

Wilayah Kasai dulu merupakan daerah makmur dan damai di RD Kongo, tetapi terseret ke dalam konflik berdarah pada 2016. Kekecewaan mendalam terhadap pemerintah yang sudah berlangsung lama memicu timbulnya benih-benih pemberontakan.

Pada Desember 2017, PBB mendeklarasikan krisis di RD Kongo sama seriusnya dengan apa yang terjadi di Yaman, Suriah dan Iraq.

UNICEF menyerukan pengumpulan dana $88 juta untuk bantuan kemanusiaan di Kasai. Jubir UNICEF Christophe Boulierac baru saja melakukan kunjungan ke sana. “Saya benar-benar terkejut dengan apa yang saya lihat di sana,” kata Boulierac kepada BBC Jumat (11/5/2018).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Boulierac mengatakan dia mengunjungi tiga rumah sakit dan melihat anak-anak mengalami kekurangan gizi akut yang sangat parah. Ketika dia kembali beberapa hari kemudian, beberapa anak meninggal dunia.

“Kami tidak mengatakan bahwa anak-anak berisiko kehilangan nyawa karena kurang gizi di Kasai, kami mengatakan bahwa anak-anak di sana memang sedang menunggu ajal, mereka sekarat, mereka sudah mati, dalam kehiningan, di semak-semak,” kata Boulierac.

Sebagian dari warga yang menyelamatkan diri ke daerah semak belukar sekarang sudah kembali ke desa mereka yang hancur, di mana tidak ada tanaman pangan yang tumbuh.

UNICEF memperkirakan bahwa hampir 4 juta orang di Kasai membutuhkan bantuan. Anak-anak yang kekurangan gizi adalah yang paling rentan.

Organisasi PBB itu mengatakan ingin menambah jumlah dapur umum, melatih tenaga medis dan memberikan pendampingan kepada bocah-bocah yang dipaksa menjadi tentara anak oleh kelompok-kelompok bersenjata.

Aksi pemberontakan pecah pada tahun 2016, setelah pemerintah menolak mengakui seorang kepala suku setempat sebagai kepala daerah di sana, Kamina Nsapu, dan justu menempatkan orang lain yang dipilihnya sendiri.

Baik para pendukung Nsapu maupun pihak militer sama-sama dituding menebarkan malapetaka di sana.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cryptocurrency mui MUI: Terorisme Bukan Produk Agama
Tulisan selanjutnya Satelit Nano Milik Kenya Berhasil Diluncurkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?