Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekolah Militer Rusia Tawarkan Pendidikan Gratis Untuk Pemuda Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juli 2018 18:25 6:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2018 18:25
Bagikan
Putin didamping Menhan Rusia, Sergey Shoygu dan Presiden bertangan besi Suriah, Bashar al Assad
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Rusia mengeluarkan keputusan yang membolehkan anak-anak muda Suriah menjalani pendidikan militer di sekolah-sekolah di Rusia secara gratis, jika mereka memiliki kecapakan berbahasa Rusia dan lulus ujian yang diperlukan.

Dilansir RT, hal tersebut diumumkan dalam dokumen yang diunggah di portal web resmi legislasi pemerintah hari Jumat (13/7/2018).

Menurut keputusan itu, pihak Suriah yang harus memilih calon kadet dan melakukan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Aplikasi kemudian akan diteruskan ke pihak Rusia yang berwenang menangani proyek itu (sekolah-sekolah militer di Rusia berada di bawah Kementerian Pertahanan) sebelum tanggal 15 Januari tahun bersangkutan. Pihak Rusia kemudian akan memutuskan berapa jumlah kandidat yang lulus.

“Pihak Rusia akan menanggung seluruh biaya pendidikan mereka begitu pula biaya hidup sehari-hari,” bunyi keputusan itu.

Kandidat yang lulus harus mengikuti peraturan hukum yang berlaku di Rusia dan menghargai tradisi dan budaya tuan rumah. Selain itu tenaga mereka boleh digunakan untuk membersihkan sekolah, ruangan lainnya, serta lokasi yang berdekatan dengan tempat pendidikan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kesepakatan pendidikan militer antara Rusia dan Suriah itu akan berlaku selama tujuh tahun dan akan diperpanjang otomatis untuk tujuh tahun selanjutnya, jika tidak ada salah satu atau kedua pihak yang membatalkan.

Rusia pertama kali mengerahkan angkatan udaranya ke Suriah pada tahun 2015, setelah rezim Damaskus pimpinan Presiden Bashar Al-Assad meminta bantuan mereka guna memerangi kelompok ISIS dan kelompok-kelompok lainnya. Serangan udara pertama oleh pesawat-pesawat tempur Rusia atas musuh-musuh rezim Assad dilakukan pada 30 September 2015.

Pada 4 Maret 2016, Presiden Vladimir putin memerintahkan penarikan sebagian pasukan Rusia, karena dia menilai semua tujuan yang awalnya ditetapkan bagi mereka sudah tercapai.

Pada bulan Oktober 2016, parlemen Rusia meratifikasi kesepapkatan yang diteken Putin untuk menempatkan pasukan AU mereka di tiga pangkalan militer di Suriah. Rusia juga mengerahkan pasukan khusus dan sistem antipesawat di daerah sekitar guna melindungi pangkalan militer mereka di Suriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terlanjur Dideportasi, Tunisia Enggan Kembalikan Eks Pengawal Bin Laden ke Jerman
Tulisan selanjutnya Presiden PKS: Nama Capres-Cawapres Dibahas Bareng Koalisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?