Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Terlanjur Dideportasi, Tunisia Enggan Kembalikan Eks Pengawal Bin Laden ke Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juli 2018 17:34 5:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2018 17:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak berwenang Tunisia, hari Sabtu (14/7/2018) mengatakan tidak berencana mengembalikan terduga eks pengawal Osama bin Laden ke Jerman, setelah pengadilan di Jerman menyatakan bahwa otoritas di sana salah mendeportasi pria itu ke negara asalnya Tunisia.

“Kami memiliki sistem hukum yang berdaulat yang akan menyelidikinya,” kata seorang jubir dari kantor antiterorisme Tunisia kepada kantor berita Jerman DPA. Otoritas di Jerman harus menunggu sampai investigasi otoritas di Tunisia atas Sami A berkaitan dengan terorisme selesai dilakukan.

Sami A, 42, ditahan oleh pihak berwenang Tunisia hari Jumat (13/7/2018) pagi, setelah polisi Jerman mendeportasinya dan menerbangkannya ke Tunisia dengan pesawat sewaan langsung dari kota Dusseldorf.

Akan tetapi, sesampainya Sami A di Tunisia, ternyata pengadilan di Gelsenkirchen hari Kamis malam telah mengeluarkan keputusan pelarangan deportasi tersebut, dengan alasan dikhawatirkan Sami A akan disiksa jika berada dalam tahanan Tunisia. Keputusan yang dikirim lewat mesin faksimili itu baru terbaca pihak berwenang yang melaksanakan deportasi hari Jumat pagi.

Oleh karena itu kemudian pihak pengadilan mengeluarkan perintah agar Sami A dibawa kembali ke Jerman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kontan hal ini memicu kemarahan sebagian politisi di Jerman yang selama ini mencegah deportasi Sama A ke Tunisia. Pemerintah daerah tempat Sami A tinggal di Jerman, Nordrhein-Westfalen dan Bochum, berencana mengajukan banding atas keputusan pengadilan itu.

Pihak Tunisia mengaku belum menerima permintaan pengembalian Sami A dari pihak Jerman, lapor DW.

Pihak berwenang di Jerman mencurigai Sami A, yang pertama kali datang ke Jerman pada tahun 1977 sebagai mahasiswa, mengikuti pelatihan militer di Afghanistan bersama kelompok Al-Qaeda. Selama di sana, dia diduga mendapatkan tugas mengawal pemimpin kelompok itu, Osama bin Laden.

Sekembalinya Sami A ke Jerman sejak serangan 9/11, otoritas di Jerman menudingnya menyebarkan paham Islam garis keras dan dituduh menjadi bagian dari jaringan “jihadis” pada 2015, menurut laporan koran mingguan Focus.

Investigasi atas tindak kriminal Sami A tidak pernah sampai di pengadilan karena selalu kurang bukti.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Karyawan Google Korban Terbaru Rumor Whatsapp di India
Tulisan selanjutnya Sekolah Militer Rusia Tawarkan Pendidikan Gratis Untuk Pemuda Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara

Berita
30 Oktober 2026 17:19
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina
Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS

Terbaru

  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
  • Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
  • LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?