Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemilu Dini di Myanmar Diawali dengan Penangkapan Aktivis Pro-Demokrasi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2015 10:21 10:21 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Oktober 2015 10:21
Bagikan
Peraih Nobel asal Myanmar (Burma) Aung San Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemilihan umum dini yang bersejarah telah dimulai di Myanmar. Orang-orang Myanmar yang tinggal dan bekerja di Thailand hari Sabtu (17/10/2015) tampak berbaris di kedutaan mereka di Bangkok untuk memberikan suara, lapor Euronews.

Hanya sebagian kecil warganegara Myanmar yang tinggal di Thailand terdaftar sebagai pemilih dalam pemilu kali ini, yang akan menjadi ujian bagi partai oposisi pimpinan penerima Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi, apakah bisa sukses.

Pemilihan umum akan tetap dilaksanakan seperti rencana pada 8 Nopember di Myanmar, meskipun ada gangguan dari bencana banjir yang meluas.

Pemilu ini juga merupakan ujian untuk melihat apakah transisi kekuasaan dari militer ke sipil bisa berjalan mulus. Beberapa tahun terakhir, militer sudah membagi kekuasaannya kepada tokoh-tokoh sipil di pemerintahan. Meskipun demikian presidennya, Thein Sein, tetap saja seorang pensiunan jenderal.

Pemilihan dini kali dimulai setelah pekan lalu dua aktivis HAM yang mengolok-olok tentara di Facebook ditangkap.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Aktivis perdamaian Patrick Kum Jaa Lee ditangkap pada hari Rabu, setelah menampilkan gambar yang menunjukkan seseorang sedang menginjak potret Panglima Tentara Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing, kata Amnesty International yang berbasis di Inggris.

Hari Senin, giliran Chaw Sandi Tun ditangkap setelah memajang gambar Aung San Suu Kyi mengenakan pakaian dengan warna mirip seragam tentara, khususnya seragam Jenderal Min Aung Hlaing, kata Amnesty.

Menurut Amnesty dan Human Rights Watch, itu merupakan kasus pertama kali di Myanmar di mana orang ditangkap karena menampilkan posting di media sosial.

Hari Kamis, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mendesak agar Myanmar segera membebaskan kedua orang tersebut. Alasannya kata AS, menggunakan hukum untuk membatasi kebebasan berekspresi sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan komitmen pemerintah Myanmar sendiri, yang mengatakan akan melakukan reformasi politik dan menghormati hak asasi manusia.

Nay Phone Latt, seorang pegiat kebebasan berbicara yang cukup terkemuka di Myanmar yang mencalonkan diri sebagai caleg lewat partainya Aung San Suu Kyi, mengatakan penangkapan itu dilakukan untuk memberikan rasa beku terhadap kebebasan berekspresi di internet.

“Pemerintah saat ini mengatakan kita berada di dalam sebuah masyarakat demokratis. Tapi, hal itu tidak benar,” kata Nay Phone Latt. “Dari kasus-kasus ini, kita bisa melihat dengan jelas bahwa kita tidak bisa menyentuh militer.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cerita Da’i Terpencil di Singkil: Tanpa Diketahui Pemerintah, Sekarang Ada Sekitar 30 Gereja
Tulisan selanjutnya 9 Ulama Sufi dan Jihad Mereka dalam Perang Salib

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?