Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

‘Kampung Hilang’ di Petobo Palu, Diperkirakan Rumah Tenggelam

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2018 14:50 2:50 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 2 Oktober 2018 11:25
Bagikan
Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, yang "hilang" akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang terjadi pada Jumat (28/09/2018). Gambar dijepret pada Selasa (02/10/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Satu kampung di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, “hilang” akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter (SR) yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 SR yang terjadi pada Jumat (28/09/2018).

Menurut salah seorang warga Petobo yang juga saksi mata kejadian tersebut, Muhajir, 45 tahun, satu kampung tersebut sejak kejadian itu hingga kini sudah tidak jelas lagi bentuknya.

Ia menuturkan, kejadian “hilangnya” kampung itu sangat cepat. “5 detik,” tuturnya kepada hidayatullah.com, Selasa (02/10/2018).

Media ini berhasil mewawancarai saksi mata tersebut lewat relawan Tim Aksi Solidaritas Kemanusiaan (TASK) Hidayatullah yang berhasil tembus ke Petobo, Hanif.

Baca: Mayat-mayat Dijejer di Palu Menunggu Identifikasi

Hanif yang menyaksikan langsung bagaimana kondisi Petobo mengkonfirmasi “hilangnya” kampung tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Wilayah Petobo 75 persen hancur rata serta korban belum terevakuasi,” ungkapnya langsung dari Petobo, Selasa pagi kepada hidayatullah.com.

Muhajir mengaku tidak bisa menceritakan detail kejadian tersebut karena begitu cepatnya. “Enda bisa dijelaskan persisnya bagaimana karena terlalu singkat, Pak, lima detik saja kejadian,” tuturnya.

Namun ia masih ingat, sebelum kejadian itu, ia sedang duduk-duduk di rumahnya. Tiba-tiba gempa keras mengguncang kawasan tersebut. Ia pun melihat dengan kepala mata sendiri, sebuah pemandangan mencengangkan di kampung yang berjarak sekitar 15 meter di depannya.

“Tanahnya pecah, airnya keluar, lokasinya pindah ke bawah, tenggelam,” tuturnya.

Baca: [Foto] Kondisi Palu Pasca Tsunami

Kemudian tanah terbalik, bagian yang di atas tanah berpindah ke bawah, dan yang dibawah pindah ke atas. Lokasi itu pun, tuturnya, bergeser cukup jauh dari posisi semula. Dan posisi kampung ini digantikan oleh bidang tanah lain yang entah dari mana.

“Tak jelas, tak karuan sudah kelihatan bentuknya bagaimana,” ungkapnya menggambarkan kebingungannya soal lokasi yang ada sekarang.

Kondisi bekas kampung itu kini dilihatnya seperti bekas tanah penggusuran atau bekas tambang. Yang tampak sisa-sisa bangunan seperti atap rumah dan puing-puing lainnya.

Menurut Muhajir, sebelum kejadian, di kampung tersebut dihuni sekitar 8.000 jiwa, mulai dari anak-anak, kaum wanita, hingga orang dewasa dan orangtua. “Semua,” ujarnya.

Namun setelah kejadian hingga saat ini, menurutnya baru ada sekitar 1.000 orang yang diketahui selamat alias masih hidup. Artinya, diperkirakan ribuan orang lainnya masih tenggelam dalam lumpur. Ia mengakui tanah di Petobo memang mengandung lumpur.

Baca: Ini Kebutuhan Mendesak Pasca Gempa-Tsunami Sulteng

Muhajir pun mengakui hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah atau relawan ke Petobo. Muhajir turut mengungsi bersama warga lainnya.

Ia berharap pemerintah dan para relawan serta lembaga kemanusiaan untuk segera memberi bantuan ke kampung tersebut.

Apa yang paling dibutuhkan?

“Semua,” ungkapnya, seraya menyebut berbagai kebutuhan pangan, sandang, papan, dan sebagainya.

Baca: Pesantren Kena Gempa dan Tsunami, Santri-Ustadznya Selamat

Data Pemerintah

Sementara itu, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, ada sekitar 744 unit rumah di Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, yang tertimbun lumpur akibat gempa bumi, Jumat.

Menurut Sutopo, fenomena tanah yang berubah menjadi lumpur dan kehilangan kekuatan disebut likuifaksi.

Katanya, efek likuifaksi tersebut seolah-olah membuat perumahan di Petobo terkesan hanyut dan ditelan bumi. Hal itu disebabkan oleh massa dan volume lumpur yang keluar dalam jumlah besar saat gempa.

Baca: Satu Pesawat Asing Bawa Bantuan Ditolak Mendarat di Palu

Sutopo menyampaikan dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Senin (01/10/2018). BNPB juga memperkirakan ada ratusan korban yang ikut tertimbun dalam material lumpur tersebut.

Kondisi di Kelurahan Petobo yang terkena efek likuifaksi juga memberikan kendala. Sutopo mengatakan, proses evakuasi di lokasi tersebut dinilai sulit.

Namun, Sutopo memastikan tim gabungan akan terus berjuang mengevakuasi korban yang tertimbun.

Proses evakuasi sangat sulit. Kalau rumah tertimbun longsor masih relatif mudah, tetapi dalam kondisi di Petobo ini cukup sulit dilakukan evakuasi, paparnya.*

Baca: Begini Parahnya Kerusakan Kota Palu

Menurut Sutopo, meski ada kemungkinan ratusan orang tertimbun, tapi kemungkinan banyak yang selamat dan sudah menyebar ke pengungsian.

“Di Petobo memang diperkirakan banyak korban. Tapi masih harus dicek karena banyak juga yang selamat dan menyebar di pengungsian,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada detikcom, Senin (1/10/2018).

Dari informasi yang didapat Mapeda dari warga Petobo, perkampungan itu disebut ‘menghilang’. Petobo, menurutnya, menjadi satu permukiman yang paling parah terdampak gempa.

“Rumah tenggelam sampai 8 meter. Ada yang 5 meter. Jadi semacam tanah disulap, rumah hilang. Padahal itu perkampungan, jadi tertelan tanah,” ucapnya.*

Berita gempa dan tsunami Palu bekerjasama dengan Dompet Dakwah Media

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BNPBDonggalagempa bumigempa Sultengkampung hilangLikuifaksilumpurPaluSulawesi TengahSultengSutopo Purwo Nugrohotanahtsunami Palu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Qur’an Pernah Menceritakan Kisah Tanah dan Bangunan yang Tertelan Bumi
Tulisan selanjutnya Rusia Kehilangan 112 Tentara di Suriah dalam 3 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?