Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Masyarakat Solusi: Bukan Beban dan Bukan Korban

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Januari 2014 20:51 8:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Januari 2014 20:51
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

KELOMPOK masyarakat paling bawah di sistem ekonomi kapitalisme dunia saat ini mewakili lebih dari separuh penduduk bumi. Saat artikel ini saya tulis penduduk bumi ini sudah mencapai lebih dari 7.2 milyar orang, 4 milyar diantaranya berada di Bottom of the Pyramid (BOP) – yaitu kelompok masyarakat baling bawah yang daya belinya tidak lebih dari US$ 2 per hari. Kelompok inilah yang sering dianggap sebagai beban oleh pemerintah-pemerintah dan institusi dunia, pada saat yang bersamaan juga dijadikan korban. Waktunya kini untuk menyikapinya secara berbeda.

Sikap sebagai beban itu nampak betul misalnya ketika pemerintah lagi membahas subsidi bahan bakar, subsidi biaya kesehatan dlsb. Benarkah mereka ini beban? Apa bukan sebaliknya sesungguhnya mereka ini hanyalah korban atau dikorbankan?

Ambil contoh kasus di Indonesia, jumlah orang yang berada di BOP tersebut menurut survey-nya McKinsey yang saya kutip tahun lalu  mencapi sekitar separuh dari penduduk negeri ini. Artinya ini berarti sekarang sekitar 125 juta orang.

Dengan daya beli yang US$ 2/hari; berarti nilai ekonomi yang digerakkan oleh mereka ini setara sekitar US$ 250 juta/hari atau US$ 91.25 Milyar per tahun atau sekitar US$ Rp 1, 095 trilyun/tahun.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Pertanyaannya adalah apa benar pasar yang nilainya lebih dari seribu trilyun Rupiah pertahun tersebut disubsidi atau menjadi beban? Pastinya bukan! Malah sebaliknya pasar BOP yang lebih dari seribu trilyun rupiah tersebutlah yang merupakan kontributor keuntungan yang sangat besar bagi institutsi-institusi komersial yang selama ini menggarapnya.

Mulai dari seluk beluk kebutuhan pangan dan kebutuhan sehari-hari lainnya – porsi terbesar dari pembelanjaan kelompok ini, kebutuhan energi mulai dari listrik untuk penerangan sampai bahan bakar untuk memasak, kebutuhan transportasi dan bahkan di jaman ini juga kebutuhan telekomunikasi.

Bila kelompok ini meningkat pendapatan dan otomatis daya belinya, maka siapa yang diuntungkan? Ya tentu para pelaku ekonomi tersebut di atas yang selama inipun sudah diuntungkan oleh pasar yang sangat masif ini.

Sebaliknya segala tindakan, kebijakan publik, kebijakan harga, kebijakan pasar dlsb. yang berdampak pada menurunkan pendapatan dan otomatis juga daya beli mereka – pada gilirannya juga akan memukul ekonomi secara keseluruhan, dan tentu saja menurunkan (potensi) pendapatan usaha-usaha besar yang selama ini menjadikan mereka pasarnya.

Jadi kini waktunya memandang separuh penduduk negeri ini yang berada di BOP tersebut sebagai potensi pertumbuhan negeri ini, potensi solusi bagi masalah-masalah yang ada di negeri ini – bukan beban dari siapapun, dan tidak boleh juga dikorbankan untuk kepentingan siapapun atau apapun.

Ketika separuh penduduk ini harus mengurangi konsumsi karena daya beli yang menurun oleh inflasi bahan bakar dan makanan misalnya, maka ekonomi secara keseluruhan akan tersendat. Tetapi sebaliknya, bila separuh dari penduduk ini meningkatkan konsumsinya karena daya beli yang meningkat – maka ekonomi secara keseluruhan juga pasti akan meningkat dengan pesat.
Maka menjadi kepentingan semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah ini. Dengan menolong mereka, insyaAllah kita semua juga akan mendapatkan pertolongan dari Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS Muhammad [47]:7)

Aplikasi dari ayat tersebut bisa kita rame-rame menolong Agama Allah ini dengan mengentaskan kemiskinan – karena kemiskinan itu dekat dengan kekufuran, maka bila kita mengentaskannya sekuat tenaga kemiskinan itu – insyaAllah  berarti kita juga ikut menjauhkan sekuat tenaga kekufuran dari umat ini.

Kemungkinan besarnya kelompok yang miskin itu tetap ada sebagaimana juga kelompok yang kaya, tetapi struktur yang seharusnya bisa dicapai bukan struktur pyramid di mana yang kaya sedikit yang miskin sangat banyak. Struktur idealnya adalah seperti pada ilustrasi di bawah.  Yang kaya dengan yang miskin berimbang, di tengahnya adalah kelompok menengah.

Bagaimana struktur ideal ini bisa dicapai?

Ketika masyarakat dibuka akses pasarnya, maka mereka akan tergerak untuk berproduksi. Ketika ada pasar dan ada produksi, maka modal-pun akan mengalir ke masyarakat tersebut.

Itulah sebabnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberi contoh langsung membuka pasar bagi kaum muslimin – masih di era awal dari pemerintahan Islam di Madinah, karena pasar inilah lokomotif dari produksi dan modal – yang berarti juga lokomotif bagi kemakmuran.

Setelah pasar dan produksi meningkat aktifitasnya, otomatis pendapatan masyarakat juga meningkat, daya beli meningkat – meningkatkan pendapatan pula bagi kelompok di atasnya.

Ketika kelompok menengah meningkat jumlahnya, meningkat pula kemampuan orang untuk berinvestasi menggerakkan sektor-sektor pasar dan produksi lainnya. Lebih banyak lagi kelompok masyarakat yang bisa mengejar aspirasi-aspirasinya untuk lebih maju di segala bidang.

Hasil berikutnya adalah kelompok yang paling atas  akan terus bertambah dari keberhasilan kelompok menengah yang mengejar aspirasi dan cita-citanya. Kelompok inilah yang bersama dua pendukung dibawahnya akhirnya akan membentuk masyarakat solusi, masyarakat yang mampu mengatasi perbagai permasalahannya sendiri dan mampu mengaktualisasikan dirinya dalam mengelola dan memakmurkan bumi ini.

Kapan ini akan terjadi? Sebelum kiamat akan terjadi dengan atau tanpa keterlibatan kita. Tetapi kita bisa berusaha dan bermohon kepadaNya agar Dia – Allah menjadikan kita tentara-tentaraNya yang memakmurkan bumi ini dan bukan sebaliknya malah memiskinkan bumi dengan berbagai kebijakan yang menyulitkan ekonomi masyarakat bawah.

Masa kemakmuran yang meningkat dan kemiskinan yang menurun drastis bukan hanya utopia, tetapi kabar nubuwah yang sahih. Tinggal pilihannya ada di kita, yaitu kitakah para pelaku yang akan mengawali arahNya? InsyaAllah.

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya tetapi dia tidak mendapatkan seorangpun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai .” (HR. Muslim).*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sinergi Foundation Cetak 20 Terapis Thibbun Nabawi
Tulisan selanjutnya Datangnya Hujan adalah Berkah, bukan Musibah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?