Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pakar Sejarah: Soeharto Berpihak Pada Islam Banyak Tak Suka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Desember 2018 08:00 8:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Desember 2018 08:00
Bagikan
Presiden Soeharto dan Ibu Tien didampingi Jenderal Try Sutrisno saat haji tahun 1991
Bagikan

Hidayatullah.com– Pakar sejarah dari Universitas Padjajaran Bandung, Tiar Anwar Bachtiar, menjelaskan, ketidaksukaan pihak-pihak terhadap Presiden RI ke-2 Soeharto karena keberpihakannya pada Islam dan umat Islam. Sehingga ada upaya sistematis untuk menjatuhkan Soeharto.

“Sejak tahun 1990 hingga 1997 Pak Harto berpihak pada Islam. Ini yang membuat orang-orang nasionalis dan kafir tidak suka pada Pak Harto. Padahal, sebelumnya mereka mendukung Soeharto,” katanya di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) ini mengritik tuduhan Adian Napitupulu dalam surat terbuka yang ditujukan dengan judul cukup panjang: Menjawab Titiek Soeharto, Ancaman Tommy Soeharto Mempolisikan Ahmad Basarah dan Kecaman Prabowo Pada Jurnalis.

Menurut Tiar, tuduhan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut tidak berdasar dan tidak objektif atas jasa dan pembangunan yang telah dilakukan oleh Soeharto.

“Tindakan Orde Baru itu ada yang baik ada yang buruk bagi umat Islam. Kalau mau adil harus disebutkan juga kebaikan-kebaikan di zaman Soeharto,” ujar Tiar.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu masih dikutip laman Indonesiainside.id, dalam refleksi akhir tahun Parlemen di Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2018), Ketua DPR  RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, kasus hoax dan ujaran kebencian semakin marak di tahun-tahun politik.

Polri cukup disibukkan oleh kegiatan masyarakat melaporkan dua kasus ini. Sudah terbukti juga bahwa informasi atau berita hoax menjadi ancaman nyata dalam masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurut data terbaru Divisi Multimedia Humas Mabes Polri, telah termonitor sebanyak 3.500 berita hoax per hari. Sedangkan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengamankan 18 tersangka dugaan kasus SARA dan ujaran kebencian sepanjang tahun 2018.

“Hoax dan ujaran kebencian berpotensi merusak keamanan dan ketertiban umum. Siapa pun pelakunya harus ditindak. DPR mendorong semua unsur penegak hukum untuk tidak ragu-ragu menindak pembuat dan penyebar hoax serta ujaran kebencian,” ujar Bamsoet.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adian NapitupuluBambang SoesatyoBamsoethoaxOrde Barupakar sejarahPDIPSoehartoTiar Anwar Bachtiarujaran kebencian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iip Wijayanto: Kelompok Seks Menyimpang Banyak di Yogyakarta
Tulisan selanjutnya GIB Desak Pemerintah Indonesia Tekan China secara diplomatik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?