Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Hidup Berislam dan Konsekwensi Bersyahadat (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2012 09:33 9:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Oktober 2012 09:33
Bagikan
Bagikan

ISLAM adalah satu-satunya agama yang menyeru terhadap ketuhidan. Keindahannya dapat dirasakan oleh mereka yang menganutnya. Islam tegak karena memang dia datang untuk menyalamatkan manusia dari teori-teori bohong yang yang justru merendahkan derajat manusia manusia itu sendiri. Wanita diangkat derajatnya oleh Islam, para budak yang awalnya dihinakan, lebih mulia bersama Islam secara sosial. Ia lebih berwibawa.

Padahalnya, sebelum Rasulullah diutus untuk menyerukan kalimat tauhid masyarakat Quraisy berada dalam kebodohan (jahiliah). Keadaan inilah yang menyebabbkan tindakan mereka tidak terkontrol. Dan pada saat Nabi Muhammad datang dengan genggaman kalimat syahadat perubahan peradapan mereka sangat drastis. Tindakan mereka dapat diarahkan dan akhirnya tidak ada lagi pembunuhan, perampasan, pemerkosaan dan saling tunding menunding antar sesame.

Dalam kehidupan manusia manusia memiliki peran yang amat penting, selain makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, mereka juga memiliki gelar khusus yang tidak pernah dimiliki oleh makhluk lain.

Adapun di antara gelar yang mereka sandang adalah Al-mukarram yang memiliki arti mulia, mereka memiliki pedoman husus untuk mengantarkan kinerja anggota tubuh mereka sesuai dengan cara dan fitrahnya masing-masing. Dengan mulut yang mereka miliki selalu berbicara jika waktunya tiba, dengan tangannya mereka memegang jika memiliki hak dan dengan matanya mereka melihat jika objeknya tepat, begitu pula dengan anggota tubuh lain yang mereka miliki, mereka selalu menggunakannya pada sasaran yang tepat. Begitulah keadaan Insan Kaffah dalam pandangan yang sebenarnya, mereka tidak semena-mena melaksanakan tugas sebagai khalifah di dunia, mereka menggerahkan seluruh daya dan kemampuannya untuk mencapai tugas atau amanah mulia yang disandangnya.

Namun apakah gelar kemuliaan itu dapat dimiliki oleh setiap individu, seperti kita?

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Dalam kehidupan ini kita dituntut untuk memilih, karena sejatinya hidup ini adalah pilihan. Dan untuk mendapatkan sebuah pilihan yang tepat maka kita diharuskan menggunakan akal untuk berfikir, sehingga ahirnya kita akan menemukan arah jalur yang tepat untuk melaksanakan tujuan hidup yang sebenarnya.

Berikut adalah sebuah sedikit catatan yang akan membahas tentang pelaksanaan tugas kehalifahan manusia, yang pada hakikatnya mereka telah meng-iqrarkan dirinya dengan ucapan dua kalimat syahadat untuk senantiasa menjaga dan memelihara dunia ini agar terus berkembang secara teratur bukan untuk merusaknya, karena jika pelaksanaan tugas kehalifahan tidak dicapai maka dunia akan berkembang tapi tidak selaras hingga akhirnya kesatabilan menjadi lemah dan akibatnya terjdilah goncangan-goncangan dahsyat yang tidak diinginkan

Namun dewasa ini eksplisitas penduduk madani semakan terpuruk seiring dengan kesenjangan sosial yang sekuler, Islam hanya dianggap sebagai seremonial saja tanpa tindakan pasti untuk melaksanakan tugas-tugas insan beragama.

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa setiap manusia yang beru dilahirkan berada dalam keadaan fitrah, yakni mereka tidak memiliki tuntutan untuk melaksanakan tugas-tudas keagamaan. Mereka tidak terikat pada garis-garis wajibat, muhramat dan makruhat. Seperti apapun dan bagaimanapun tingkah dan tindakan yang mereka perbuat tidak mendapat nilai negatif, itulah arti fitrah yang sebenarnya.

Namun dari segi horologi logisnya manusia akan mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya umur yang mereka jalani. Mereka akan bertemu dengan masa yang pada saatnya mereka harus melaksanakan tugas-tugas penting dalam rangka mengaplikasikan ranah hidup yang sebenarnya. Mereka akan diperkenalkan pula dengan istilah-istilah wajib, haram dan sunnah untuk menyetarakan fitrahnya sebagai insan beragama.

Dari inilah sangat jelas bahwa untuk melaksanakan keteraturan hidupnya, mereka memiliki suatu tuntutan yang harus dilaksanakan dalam rangka membentuk suatu populasi hidup yang damai dan sejahtera tentunya dengan melaksanakan fungsi-fungsi dari arti kalimat syahadat secara konprehensip.*/Moh. Khotibul Umam, bersambung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Iraq Ajak Gemar Membaca
Tulisan selanjutnya Erdogan: Menumbangkan Rezim Tanpa Peluru (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?