Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kisah Pejuang Subuh, Dari Broken Hearted Sampai Clubbing

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Februari 2014 13:52 1:52 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Februari 2014 13:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Awalnya pengunjung tetap klub malam, kini berubah menjadi “pasukan” dibarisan terdepan jamaah shalat Subuh. Itulah salah satu cerita yang terdapat dalam buku Pejuang Subuh yang diluncurkan Ahad, 2 Februari 2014, di Masjid Baitul ‘Ilm, Diknas, Jakarta.

Buku itu memuat kumpulan kisah nyata orang-orang yang istiqomah berjuang mengerjakan shalat Subuh berjamaah dan memperoleh keajaiban.

Buku yang diluncurkan oleh komunitas akun Twitter @Pejuang Subuh diharapkan bisa memotivasi umat Islam lainnya untuk terbiasa shalat Subuh.

Para pemilik kisah nyata itu sendiri yang menuliskan ceritanya. Buku yang diterbitkan Wahyu Qalbu itu bisa didapatkan di berbagai toko buku di Indonesia.

“Kami percaya, sulit bangun Subuh hanyalah masalah kebiasaan saja. Esensi gerakan ini ingin membentuk kebiasaan itu bersama-sama. Kalau belum terbiasa awalnya memang harus dipaksakan, lama-lama akan jadi mudah bangun Subuh,” jelas Hadi E. Salim, Pendiri @Pejuang Subuh.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia menyadari, pembiasaan ini bukanlah hal mudah. Ditengah jalan, pasti ada saja halangan. Komunitas yang memiliki motto : Istiqomah Sampai Khusnul Khotimah, ini dijadikan wadah untuk saling menguatkan shalat Subuh berjamaah.

Menurut Didot, panggilan akrab Hadi E. Halim, diperlukan setahun mengumpulkan kisah-kisah itu.

Didot kerap menjalani shalat Subuh diberbagai masjid.

“Selain dari curhat teman-teman di Twitter, saya juga tanya-tanya, kira-kira di antara mereka ada nggak yang punya cerita hijrah melalui shalat Subuh,”ulas mualaf yang terinspirasi dengan amalan 40 hari berturut-turut shalat Subuh berjamaah.

Hasil obrolan ringan paska Subuh berjamaah, menebarkan cerita-cerita mengharukan. Salah satunya tentang seorang anak muda bertato di lengan, rambut spike bercat warna-warni. Sosok anak gaul macam itu masuk ke Masjid Agung Al Azhar, Jakarta dan ikut Subuh berjamaah.

“Ada seorang bapak heran. Dia pikir, anak ini mungkin musafir. Tapi kok, seminggu berturut-turut nongol lagi ikut Subuh berjamaah,”ucap Didot sembari tersenyum geli mengingatnya.

Rasa penasaran itu akhirnya terjawab. Ternyata pemuda nyentrik itu sedang menjalani terapi untuk lepas dari kecanduan narkoba melalui shalat Subuh berjamaah.

Masih banyak cerita inspiratif lainnya yang bisa dibukukan.

“Salah satu kendala kami adalah mewawancarai dan menulis sendiri kisah orang yang karena usia atau fisik, tidak memungkinkan menulis,”ungkap Didot.

Seperti cerita seorang pria yang sudah 30 tahun berturut-turut shalat Subuh berjamaah. Dia selalu berada di shaf terdepan.

Keistiqomahannya membuatnya ditunjuk menjadi Ketua shalat Subuh berjamah di masjid itu.

“Usianya hampir 60 tahun. Dari rumahnya, beliau nggowes sepeda. Wajahnya adem banget,”cerita Didot tentang pria paruh baya itu. Didot menambahkan, dahulu, pria itu sering shalat berjamaah di masjid yang sama dengan Almarhum Buya Hamka.

Selain peluncuran buku, Pejuang Subuh juga meluncurkan program Istiqomah. Program yang baru dijalani 29 hari (per Senin 3 Februari 2014) ini bertujuan saling mengingatkan Shalat Subuh.

Satu kelompok terdiri dari 10 orang anggota dengan satu administrator. Rekapitulasi data shalat Subuh akan dilaporkan pada pihak pengurus @Pejuang Subuh.

Terdapat penilaian dan reward sesuai dengan lokasi dan kondisi shalat. Anggota yang berada di masjid saat adzan Subuh yang pertama, maka mendapat poin 1. Juga ada pangkat-pangkat tertentu jika berhasil memenuhi target.

Cara itu terlihat menarik dan menyemangati mereka untuk shalat tepat waktu. Khususnya untuk para pria, menyemangati mereka untuk shalat berjamaah di masjid.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korupsi Merajalela di Uni Eropa
Tulisan selanjutnya Meyda Sefira: Shalat Subuh Melembutkan Hati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?