Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Korupsi Merajalela di Uni Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Februari 2014 13:17 1:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Februari 2014 13:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Meluasnya korupsi di Eropa “menyesakkan dada” dan merugikan ekonomi Uni Eropa sekitar 120 milyar euro setiap tahunnya.

Hal tersebut diutarakan Komisioner Urusan Dalam Negeri Uni Eropa Cecilia Malmstroem. Menurut pejabat wanita itu, nilai korupsi yang sebenarnya “kemungkinan jauh lebih tinggi” dari 120 milyar euro. [Satu euro sekitar 16.300 rupiah]

“Meluasnya masalah itu di Eropa menyesakkan dada, meskipun Swedia di antara negara yang paling sedikit masalahnya (korupsi),” tulis Malmstroem di koran Swedia Goeteborgs-Posten dikutip BBC Senin (3/2/2014).

Beban korupsi atas perekonomian UE itu setara dengan anggaran tahunan blok ekonomi tersebut.

Untuk membuat laporannya, Komisi mengkaji kasus korupsi di seluruh 28 negara anggota Uni Eropa. Komisi mengatakan, itu adalah survei tentang korupsi yang pertama kali dilakukannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Suap merajalela

Di Inggris hanya lima dari 1.115 orang (kurang dari 1%) yang diminta memberikan uang sogokan. Itu merupakan “hasil terbaik di seluruh Eropa,” kata laporan tersebut.

Namun, 64% responden di Inggris yakin korupsi merajalela di negara mereka. Sementara rata-rata Eropa dalam masalah tersebut mencapai 74%.

Di sejumlah negara, pengalaman orang harus membayar uang suap lebih tinggi persentasenya.

Di Kroasia, Republik Ceko, Lithuania, Bulgaria, Rumania dan Yunani, responden yang mengaku pernah dimintai uang suap dalam kurun waktu 12 bulan terakhir berkisar antara 6% hingga 29%.

Angka penyuapan juga tinggi di Polandia (15%), Slovakia (14%) dan Hungaria (13%), di mana suap banyak terjadi di sektor perawatan kesehatan.

Dalam laporannya soal korupsi Komisi menyoroti beberapa hal. Public procurement (pembelian barang dan jasa oleh lembaga pemerintah) memberikan andil sekitar 1/5 dari total output GDP Uni Eropa dan rentan terjadi korupsi, sehingga perlu dilakukan kontrol yang lebih baik. Resiko korupsi umumnya lebih tinggi di tingkat lokal maupun regional. Banyak celah korupsi dalam pendanaan partai-partai politik di mana peraturannya masih kurang tegas. Apabila peraturan yang berlaku bertentangan dengan kepentingan pribadi, biasanya aturan hukum tidak ditegakkan. Kualitas penyelidikan masalah korupsi di berbagai negara Uni Eropa sangat jauh berbeda satu dengan lainnya.

Menurut Malmstroem, Uni Eropa harus belajar dari Swedia dalam menangani masalah korupsi. Sebab saat ini terbukti bahwa negara itu mencatat tingkat korupsi yang paling rendah dibanding negara UE lainnya.

Kriminalitas teroganisir merupakan salah satu faktor masalah korupsi di Eropa. Sedikitnya ada 3.000 kelompok kriminal terorganisir yang memiliki jaringan canggih di seluruh Eropa. Mereka banyak terdapat di Bulgaria, Rumania dan Italia.

Sementara kejahatan kerah putih seperti suap dan penggelapan pajak sudah seperti plak yang menempel di banyak negara Eropa.

Tahun lalu menurut Direktur Europol Rob Wainwright, masalah penggelapan pajak merugikan Eropa sebanyak 5 milyar euro.

Uni Eropa punya lembaga anti-korupsi, OLAF, yang fokus pada masalah penggelapan dan korupsi atas anggaran UE. Tetapi lembaga itu hanya punya sumber daya terbatas. Tahun 2011 mereka hanya dapat anggaran 23,5 juta euro.

Malmstroem mengeluhkan komitmen politik untuk memberantas korupsi yang menurutnya tidak tampak.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dulu Mitos, Sekarang Iran Bilang Holocaust Sangat Kejam
Tulisan selanjutnya Kisah Pejuang Subuh, Dari Broken Hearted Sampai Clubbing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?