Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Teror di Masjid Selandia Baru, Pelaku mengaku ‘Tak Suka’ Orang Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Maret 2019 15:15 3:15 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Maret 2019 15:17
Bagikan
Serangan Masjid Christchurch
Bagikan

Hidayatullah.com– Pria bersenjata pelaku aksi terorisme di Selandia Baru, yang mengidentifikasi dirinya di Twitter sebagai Brenton Tarrant, menyiarkan langsung penembakan massal di dalam Masjid Al Noor, yang terjadi sekitar pukul 1.30 siang waktu setempat, ketika shalat Jumat sedang berlangsung.

Sebuah video yang ditemukan oleh Daily Mail Australia menunjukkan pria itu menembakkan banyak tembakan ke puluhan orang ketika mereka mencoba melarikan diri. Seorang tersangka ditahan tetapi tidak jelas apakah itu penembaknya.

Seorang pria bersenjata yang diyakini merupakan warga Australia berusia 28 tahun telah menembaki kerumunan orang di sebuah masjid di Selandia Baru. Dalam kejadian itu, anak-anak menjadi korban dan sedikitnya 27 orang dilaporkan tewas.

Dikutip Covesia dari dailymail.co.uk, Jumat (15/03/2019), saksi mata menyebutkan mendengar 50 tembakan dari senjata pelaku penembakan brutal itu, termasuk senapan semi-otomatis di Masjid Al Noor di Christchurch di Pulau Selatan negara itu.

Orang yang dicurigai sebagai penembak mengunggah ‘manifesto 87 halaman’ ke Twitter sebelum pembunuhan, yang menggambarkan aksi mereka sebagai ‘serangan teroris’.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Orang-orang juga dilaporkan ditembak di Masjid Linwood yang berada kawasan di dekatnya.

Baca: 40 Jamaah Shalat Tewas dalam Aksi Terorisme di Masjid Selandia Baru

Bom 3 km dari Masjid

Ada juga laporan penembakan lain di luar Rumah Sakit Christchurch dan bahwa sebuah bom ditemukan di sebuah mobil tiga kilometer dari masjid.

Polisi mendesak orang-orang di dekat daerah itu untuk tetap di dalam rumah dan melaporkan perilaku mencurigakan.

Kata Komisaris Polisi di Selandia Baru Mike Bush, banyak korban sebagai akibat dari penembakan di dua masjid dan di Rumah Sakit Christchurch.

Dia mendesak umat Islam di Selandia Baru untuk tidak pergi ke masjid hari ini.

Kata Bush, 1 orang ditahan.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan serangan itu adalah ‘salah satu hari paling gelap di Selandia Baru’.

“Pikiranku, dan aku yakin pikiran semua warga Selandia Baru, ada bersama mereka yang telah terpengaruh, dan juga dengan keluarga mereka,” katanya.

“Pikiranku juga untuk orang-orang di Christchurch, yang masih berurusan dengan situasi yang sedang berlangsung.”

Dalam video, pelaku aksi terorisme tersebut memasuki Masjid Al Noor pada hari Jumat untuk melepaskan tembakan.

Video mengerikan yang disiarkan secara live streaming di akun Facebook-nya menunjukkan pelaku menembak lebih dari 100 tembakan pada orang-orang di dalam masjid.

Senjatanya ditulis dengan nama-nama pembunuh massal masa lalu dan kota-kota tempat penembakan brutal itu terjadi.

Amukan pria bersenjata itu ia mulai ketika memasuki mobilnya, mengenakan pelindung tubuh bergaya militer dan sebuah helm yang mengatakan ‘mari kita mulai pesta ini’.

Teroris itu kemudian pergi ke masjid mendengarkan musik rakyat dan lagu-lagu militer sebelum parkir di sebuah gang di sudut kawasan masjid.

Setelah mengambil salah satu dari setidaknya 6 senjata yang tersimpan di mobilnya, dia berjalan ke pintu depan dan mulai menembak tanpa pandang bulu pada jamaah masjid di dalam.

Pria bersenjata itu menyerbu masuk secara ‘membabi buta’ melepaskan tembakan kepada siapa pun yang dilihatnya, tanpa pandang bulu. Seorang pria yang terluka mencoba merangkak pergi tetapi ditembak lagi setelah pelaku dengan tenang mengisi ulang peluru senjata.

Pelaku menembak ke kerumunan orang yang beribadah. Saat suara senjatanya berhenti, erangan orang-orang yang terluka terdengar sampai tembakan dimulai lagi.

Beberapa kali pelaku berdiri di depan orang-orang yang terluka, dengan tenang mengisi kembali senjatanya, lalu menembak mereka beberapa kali untuk memastikan mereka mati.

Baca: Brutalnya Aksi Terorisme Penembakan Masjid Selandia Baru

Pelaku ‘Tak Suka’ Orang Islam

Pelaku menyebutkan, dalam manifesto pelaku yang dibagikan ke Twitter, ia terinspirasi oleh penembak lain termasuk Anders Breivik yang menewaskan 77 orang di Oslo, Norwegia pada tahun 2011.

Ia mengatakan, bahwa dirinya ‘tidak menyukai’ orang Islam dan membenci mereka yang telah pindah agama, dengan menyebut mereka ‘pengkhianat darah’.

Penembak itu mengatakan dia awalnya ingin menargetkan masjid di Dunedin, selatan Christchurch, setelah menonton video di Facebook.

“Tetapi setelah mengunjungi masjid-masjid di Christchurch dan Linwood dan melihat penodaan gereja yang telah dikonversi menjadi masjid di Ashburton, rencana saya berubah,” tulis pelaku.

“Masjid-masjid Christchurch dan Linwood memiliki lebih banyak ‘penjajah’.”

Penembak brutal itu mengatakan, ia termotivasi untuk melakukan aksi terorisme itu dengan kematian anak sekolah Swedia Ebba Akerlund, seorang gadis yang terbunuh dalam serangan teroris di Stockholm pada April 2017.

Penembak itu mengatakan dia adalah pendukung Donald Trump sebagai ‘simbol identitas kulit putih yang diperbarui dan tujuan bersama’.

Dia menggambarkan dirinya sebagai ‘hanya orang kulit putih biasa’.

Dia mengatakan dia dilahirkan di “kelas pekerja, keluarga berpenghasilan rendah … yang memutuskan untuk mengambil sikap untuk memastikan masa depan bagi rakyat saya.”

Baca: Indonesia Kecam Penembakan Jamaah di Masjid Selandia Baru

Pria bersenjata itu mengatakan dia melakukan pembantaian dengan tujuan ‘secara langsung mengurangi tingkat imigrasi ke tanah Eropa’.

Dia mengatakan Selandia Baru bukan ‘pilihan awal’ untuk serangan itu tetapi mengatakan lokasi itu akan menunjukkan ‘bahwa tidak ada tempat di dunia yang aman.’

“Kita harus memastikan keberadaan rakyat kita, dan masa depan untuk anak-anak kulit putih,” tulisnya.

Dia menulis bahwa penembakan itu adalah ‘tindakan balas dendam pada penjajah atas ratusan ribu kematian yang disebabkan oleh penjajah asing di tanah Eropa sepanjang sejarah’.

“Untuk perbudakan jutaan orang Eropa yang diambil dari tanah mereka oleh budak-budak Islam … karena ribuan nyawa Eropa hilang akibat serangan teror di seluruh tanah Eropa,” tulis pria bersenjata itu.

Dia berbagi foto ke akun Twitternya yang sekarang sudah dihapus sebelum serangan, menunjukkan senjata dan peralatan gaya militer.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Christchurchmasjid Selandia Barupenembakan masjid Selandia BaruSelandia BaruTeror di Masjid Selandia Baruteror di Selandia Baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 40 Jamaah Shalat Tewas dalam Aksi Terorisme di Masjid Selandia Baru
Tulisan selanjutnya Teror di Masjid Selandia Baru, PBNU: Dunia Layak Mengutuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?