Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Tolak Pengakuan Dataran Tinggi Golan Bagian ‘Israel’

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 27 Maret 2019 06:13 6:13 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 Maret 2019 06:13
Bagikan
indonesia turki
Menlu RI Retno LP Marsudi.
Bagikan

Hidayatullah.com– Indonesi​a menolak dengan tegas adanya pengakuan kepada Daratan Tinggi Golan sebagai bagian dari ‘Israel’. Pengakuan yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut dinilai tidak kondusif bagi upaya penciptaan perdamaian dan stabilitas kawasan.

“Indonesia tetap mengakui Dataran tinggi Golan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Republik Suriah yang saat ini diduduki ‘Israel’ paska perang 1967,” tegas Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com, semalam, Selasa (26/03/2019).

Kemlu RI menyatakan, posisi Indonesia ini berdasarkan pada prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai penghormatan atas kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara, serta berbagai elemen yang terkandung pada resolusi-resolusi Dewan Keamanan terkait Dataran Tinggi Golan, antara lain Resolusi 242 (1967), 338 (1973) dan 497 (1981) yaitu:

“Penolakan terhadap perolehan suatu wilayah yang dilakukan secara paksa; penarikan mundur pasukan ‘Israel’ dari wilayah Dataran Tinggi Golan; penolakan terhadap jurisdiksi hukum ‘Israel’ atas Dataran Tinggi Golan​; serta penegasan bahwa langkah ‘Israel’ untuk menduduki Dataran Tinggi Golan adalah tidak sah dan tidak memiliki dampak hukum internasional,” jelas Kemlu RI.

Indonesia pun mendesak masyarakat internasional untuk terus menghormati hukum internasional dan piagam PBB serta tetap berpedoman kepada Resolusi PBB terkait dalam mendorong proses perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: ‘Israel’ – AS Bahas Dataran Golan, Suriah Ancam Rebut Kembali

Sebelumnya diberitakan dunia bereaksi mengomentari cuitan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan “mengakui sepenuhnya Kedaulatan ‘Israel’ atas Dataran Tinggi Golan”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasimi mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa rezim ‘Israel’ tak memiliki hak atas tanah Arab dan Muslim.

“‘Israel’ harus segera mengakhiri upaya penjajahan dan pelanggaran,” ungkap Qasimi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato pada pertemuan darurat Komite Eksekutif di tingkat Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam, mengungkapkan, Turki tak akan pernah melegitimasi pendudukan ‘Israel’ di Dataran Tinggi Golan.

“Pernyataan tak pantas oleh Presiden Amerika Serikat tentang Dataran Tinggi Golan telah mendorong kawasan itu ke jurang krisis baru, ketegangan baru,” kata Erdogan.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat, Kamis (21/02/2019) mengecam Presiden AS Donald Trump atas seruannya agar AS secara resmi mengakui kedaulatan ‘Israel’ atas Dataran Tinggi Golan.

Baca: Akui ‘Israel’ Mencaplok Dataran Tinggi Golan, AS Dikecam Dunia

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan, “Setelah 52 tahun, saatnya bagi Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengakui kedaulatan ‘Israel’ atas Dataran Tinggi Golan.”

Dataran tinggi sengketa tersebut direbut oleh ‘Israel’ dalam Perang Timur Tengah 1967 dan dicaplok pada 1981, dalam tindakan yang tidak diakui oleh masyarakat internasional. Netanyahu telah mendesak Amerika Serikat agar mengakui klaimnya dan meningkatkan kemungkinan mendapatkan pengakuan itu dalam pertemuan pertamanya di Gedung Putih dengan Trump pada Februari 2017.

Tindakan Trump tersebut tampak sebagai yang paling terbuka untuk membantu Netanyahu, yang terlibat persaingan ketat untuk pemilihan umum 9 April, saat ia menghadapi tuduhan korupsi –yang ia bantah.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDataran Tinggi GolanDonald TrumpGolanisraelKemlu RIPresiden ASTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meksiko Menuntut Permintaan Maaf dari Raja Spanyol dan Gereja Katolik Atas Pembantaian Masa Penaklukan
Tulisan selanjutnya Uni Eropa Taliban Pangadilan Uni Eropa: Ketentuan Bahasa untuk Lamaran Pekerjaan Sopir Diskriminasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Berita
30 Juni 2026 18:00
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?