Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Akui ‘Israel’ Mencaplok Dataran Tinggi Golan, AS Dikecam Dunia

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Maret 2019 05:00 5:00 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 Maret 2019 19:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dunia bereaksi mengomentari cuitan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan “mengakui sepenuhnya Kedaulatan ‘Israel’ atas Dataran Tinggi Golan”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasimi mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa rezim ‘Israel’ tak memiliki hak atas tanah Arab dan Muslim.

“‘Israel’ harus segera mengakhiri upaya penjajahan dan pelanggaran,” ungkap Qasimi dikutip Anadolu.

“Keputusan (AS) ini akan mengarah pada krisis baru di wilayah yang memang sudah rentan. Zona ini diakui sebagai wilayah pendudukan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB),” lanjut pernyataan Kemlu Iran itu.

Juru bicara Maria Zakharova mengatakan: “Rusia tidak akan mengubah sikap.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Resolusi Dewan Keamanan PBB 497 tahun 1981 menegaskan kembali Dataran Tinggi Golan merupakan milik Suriah, kenang dia.

“Penilaian kami tentang ilegalitas keputusan ‘Israel’ untuk memperluas kedaulatannya ke Dataran Tinggi Golan, yang diadopsi sebagai hukum dasar pada 1981, tetap tidak berubah. Mengubah status Dataran Tinggi Golan tanpa Dewan Keamanan adalah pelanggaran langsung terhadap keputusan PBB,” katanya kepada Anadolu kutip INI-Net.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato pada pertemuan darurat Komite Eksekutif di tingkat Menteri Luar Negeri Organisasi Kerjasama Islam.

Erdogan mengungkapkan Turki tak akan pernah melegitimasi pendudukan ‘Israel’ di Dataran Tinggi Golan.

“Pernyataan tak pantas oleh Presiden Amerika Serikat tentang Dataran Tinggi Golan telah mendorong kawasan itu ke jurang krisis baru, ketegangan baru,” kata Erdogan.

Presiden Erdogan mengatakan OKI tak akan berpangku tangan menyaksikan insiden yang mengancam masa depan kemanusiaan dan dunia Islam.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa kami juga turut merasakan penderitaan saudara-saudara Selandia Baru kami setelah serangan teroris itu,” ungkap Erdogan.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat, Kamis (21/02/2019) mengecam Presiden AS Donald Trump atas seruannya agar AS secara resmi mengakui kedaulatan ‘Israel’ atas Dataran Tinggi Golan.

Baca: Trump Akan Akui Pencaplokan Dataran Tinggi Golan oleh ‘Israel’

Dalam sebuah tweet, Erekat mengklaim langkah itu akan menghasilkan “destabilisasi dan pertumpahan darah” regional.

“Kemarin presiden Trump mengakui Baitul Maqdis (Jerusalem) sebagai ibu kota ‘Israel’. Hari ini untuk stabilitas regional ia ingin memastikan bahwa Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki berada di bawah kedaulatan ‘Israel’. Apa yang akan ia bawa besok? Destabilisasi dan pertumpahan darah di wilayah kami,” tulisnya.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan, “Setelah 52 tahun, saatnya bagi Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengakui kedaulatan ‘Israel’ atas Dataran Tinggi Golan.”

Dataran tinggi sengketa tersebut direbut oleh ‘Israel’ dalam Perang Timur Tengah 1967 dan dicaplok pada 1981, dalam tindakan yang tidak diakui oleh masyarakat internasional. Netanyahu telah mendesak Amerika Serikat agar mengakui klaimnya dan meningkatkan kemungkinan mendapatkan pengakuan itu dalam pertemuan pertamanya di Gedung Putih dengan Trump pada Februari 2017.

Tindakan Trump tersebut tampak sebagai yang paling terbuka untuk membantu Netanyahu, yang terlibat persaingan ketat untuk pemilihan umum 9 April, saat ia menghadapi tuduhan korupsi –yang ia bantah.

Netanyahu dijadwalkan tiba di Washington pekan depan untuk bertemu dengan Trump dan berpidato di Komite Urusan Masyarakat ‘Israel’-Amerika, atau kelompok lobi AIPAC.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDataran Tinggi GolanDonald TrumpGolanisraelPresiden ASTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sandi Dorong Santri Jadi Pemain dalam Industri
Tulisan selanjutnya Mahathir: Dunia Internasional Kutuk ‘Israel’, Negara Adidaya masih Tutup Telinga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kolom

Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat

Kolom
2 Juli 2026 13:30
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?