Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Bangsa Indonesia Harus Memperhatikan Karya Ulama Mereka”

Thoriq
Terakhir diupdate: 5 Maret 2014 07:27 7:27 am
Thoriq
Dipublikasikan 14 Februari 2014 01:39
Bagikan
kondisi penerbitan Musthafa Al Babi Al Halaby tidak seperti dulu
Bagikan

MUSTAFA Al Babi Al Halaby merupakan penerbit dan percetakan tua di Mesir yang didirikan sejak tahun 1859 oleh Syarif Mahmud Al Halaby yang berasal dari Halab Syiria.

Penerbitan ini di masa keemasaannya sempat merajai dunia penerbitan di dunia Islam pada tahun 1940-an dan berhasil menerbitkan 400-an judul buku karya para ulama klasik. Tidak hanya penerbitkan buku karya ulama jazirah Arab saja, karya ulama Nusantara juga diterbitkan oleh penerbit legendaris ini, termasuk di antaranya adalah karya Syeikh Nawawi Banten dan Syeikh Ahmad Khatib, sehingga buku-buku mereka pun akhirnya “mendunia” dan dijadikan rujukan di dunia Islam.

Namun kini kondisi penerbitan Musthafa Al Babi Al Halaby tidak seperti dulu, bahkan menurun drastis, di mana mereka hanya mampu menyediakan kitab-kitab untuk penuntut ilmu di Al Azhar saja dengan format kitab-kitab lama.

maktabah halaby
Memprihatinkan: Toko buku Al Halaby cabang Al Azhar

Bahkan kondisi kedua toko bukunya baik yang berada di dekat Al Azhar maupun di dekat Madinah Al Bu’uts amat memprihatinkan dimana banyak rak kosong dan buku-buku diletakkan tidak beraturan, sebagaian buku yang dijual ditumpuk begitu saja, sedangkan buku-buku yang berada di kolong meja dibiarkan menggunung berdebu.

Ahmad Al HalabyHidayatullah.com sendiri sempat berbincang-bincang dengan Ahmad Musthafa Al Halabi, generasi ke empat dari penerbit ini yang menjabat sebagai direktur Musthafa Al Babi Al Halabi cabang Al Azhar, yang berada di gedung tua belakang masjid Al Azhar di sela-sela waktunya saat menjalankan tugasnya. Berikut ini petikan perbincangan antara  Hidayatullah.com dengan kakek berumur 70 tahun ini:

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Kami mendapati banyak buku karya ulama Indonesia di sini, semisal Syekh Nawawi Al Jawi. Apa yang melatarbelakangi pihak penerbitan Al Halaby untuk menerbitkannya?

Ini merupakan kebijakan politik Syeikh Musthafa Al Halaby pendiri penerbitan ini dalam rangka berkhidmat kepada para penuntut ilmu Indonesia dan Malaysia, sehingga beliau memutuskan untuk mencetak sejumlah buku karya ulama Indonesia dan Malaysia. Dan hal ini juga dilakukan dalam rangka memudahkan mereka.

Kemudian Ahmad Musthafa Al Halaby membuka buku katalog terbitan Musthafa Al Babi Al Halaby yang sudah sangat kumal, dan menunjukkan kepada Hidayatullah.com buku-buku yang disertai terjemahan bahasa Melayu-Arab yang ditulis dengan aksara pegon yang telah diterbitkan oleh Musthafa Al Babi Al Halaby. Hidayatullah.com melihat ada 80 judul buku jenis ini yang telah diterbitkan.

Dari katalog tahun 2005 ini, Hidayatullah.com juga melihat daftar khusus buku-buku karya Syeikh Nawawi Banten yang diterbitkan yang jumlahnya mencapai 15 judul buku.

Apakah Syeikh Musthafa Al Halaby juga memandang bahwa karya para ulama Indonesia cukup berharga, sehingga beliau memutuskan untuk menerbitkannya?

Ya,tentu, tentu, buku-buku itu sangat berbobot.

Kami mendengar juga bahwa Indonesia pernah menjadi pasar besar bagi penerbit ini?

Ya benar, dan saya juga mendengar bahwa buku-buku kami juga dicetak di sana.

Apakah Al Halaby masih akan bertahan dengan format kitab-kitab lama, dan tidak memperbaruinya menjadi cetakan yang lebih baik seperti bentuk buku di masa ini?

Tidak, kami tetap berjalan dengan format yang sama sehingga kami tidak akan menaikkan harga. Karena kalau kita perbagus kualitas kertas maka akan menambah harga sedangkan mayoritas konsumen kami pesantren agama dan pesantren Al Azhar. Kami mempertahankan harga demi para penuntut ilmu.

Pandangan Anda berkaitan dengan karya ulama Indonesia ini, apa yang mesti dilakukan oleh rakyat Indonesia sendiri?

Mereka harus memperhatikan karya ulama Indonesia, hingga mereka mengenal karya ulama mereka sendiri.*

 

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IPHI Usulkan Pengelolaan Ibadah Haji Terpisah dari Kemenag
Tulisan selanjutnya Hariri: “Saya Sayangkan banyak Anak, lebih Saya Sayangkan Kelakuan Saya”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?