Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tujuh Wanita Ini Akhirnya Dapat Gelar Dokter 150 Tahun Kemudian

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juli 2019 13:50 1:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juli 2019 13:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tujuh wanita yng dihambat kelulusan dan kualifikasinya sebagai dokter akhirnya dianugerahi gelar tersebut oleh Universitas Edinburgh, 150 tahun setelah mereka memulai studinya.

Para wanita itu, yang dikenal dengan sebutan “Edinburgh Seven”, termasuk wanita pertama yang belajar di perguruan tinggi di Inggris ketika mereka terdaftar sebagai mahasiswa kedokteran di Universitas Edinburgh pada tahun 1869.

Namun, akibat tekanan yang sangat kuat dari rekan-rekan pria mereka, ketujuh wanita itu –Mary Anderson, Emily Bovell, Mathilda Chaplin, Helen Evans, Sophia Jex-Blake, Edith Pechey dan Isabel Thorne– tidak diluluskan sebagai dokter.

Sophia Jex-Black seorang diri mengajukan petisi ke universitas agar dirinya diberi hak untuk menghadiri perkuliahan sebagai mahasiwi kedokteran. Tuntutannya itu –yang diajukan karena dia dilarang mengikuti kelas obstetri atau ginekologi– diputuskan lewat voting yang kemudian dimenangkannya. Akan tetapi pihak fakultas dan mahasiswa –semuanya kala itu adalah laki-laki– bersikeras bahwa pria dan wanita harus diajar di kelas terpisah. Oleh karena biayanya terlalu mahal untuk mengajarinya seorang, maka hasil voting tersebut dibatalkan.

Baca:  Dokter Nutrisi Imbau Orangtua Ajarkan Anak Puasa Secara Bertahap

Tidak hanya itu, secara terang-terangan mahasiswa putra mendiskriminasi rekan putri mereka, dengan cara menutup pintu kelas dan berperilaku agresif. Kerusuhan bahkan sempat terjadi ketika kaum Adam berusaha menghalangi ketujuh mahasiswi itu memasuki ruang ujian dengan cara melempar lumpur dan segala macam benda ketika rombongan wanita itu datang. Ketika ketujuh mahasiswi itu tengah menjalani ujian, seekor domba digiring masuk ke dalam kelas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak gentar meskipun dihambat kelulusannya, Sophia Jex-Black kemudian pindah ke London di mana dia membantu mendirikan London School of Medicine for Women dan berusaha mengangkat isu tersebut ke permukaan. Hasilnya pada tahun 1877, sebuah legislasi diloloskan untuk menjamin hak wanita menuntut ilmu di tingkat universitas.

“Dengan bangga kami menyampaikan gelar ini kepada mereka yang berhak menyandangnya, yaitu sekelompok wanita yang sangat hebat ini,” kata Peter Mathieson, pimpinan Universitas Edinburgh dalam sebuah pernyataan hari Sabtu (6/7/2019), kutip Euronews.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Gelar DokterUniversitas Edinburghwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 1 Orang Calon Jamaah Haji Meninggal dalam Penerbangan
Tulisan selanjutnya Menkes Imbau Jaga Kesehatan Sebelum Jadi Lansia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?