Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Habib Rizieq: 75 nilai Syariat sudah Diterapkan di Indonesia

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Februari 2014 10:04 10:04 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Februari 2014 08:28
Bagikan
Habib rizieq Shihab berbincang dengan mantan tokoh PPP, KH Syukron Makmun
Bagikan

Hidayatullah.com–Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, tak bosan mensosialisasikan wacana Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Bersyariah dalam di setiap ceramahnya, termasuk di dalam Pengajian Politik Islam (PPI), hari Ahad.

“Kalau ada pejabat yang bilang, Indonesia tidak bisa menjalankan syariat Islam, berarti dia tidak melihat fakta di lapangan,” demikian disampaikan Habib Rizieq Shihab dalam Pengajian Politik Islam (PPI), hari Ahad (23/02/2014),  di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta.

Menurutnya, keliru jika ada orang yang mengatakan Indonesia tidak bisa menjalankan syariat Islam. Padahal fakta dilapangan, sebaliknya.

Penulis buku “Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyariah”  mengatyakan, hukum Allah terbagi empat: almuta ‘alliqo bil farid, bil wutsqo, bil mujtama serta bil daulah (pelaksanaan ibadah pribadi, keluarga, kemasyarakatan dan bernegara).

Diperbolehkannya menjalani peribadatan pribadi seperti shalat, haji dan Umroh, serta hadirnya lembaga pendidikan Islam, merupakan fakta yang menunjukkan bangsa ini menjalankan syariat Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Termasuk berdirinya pengadilan agama, dan penggunaan hukum kewarisan Islam, serta menjamurnya bank syariah, bukti lainnya syariat Islam ditegakkan.

“Berarti dari keempatnya, baru tiga hukum Allah yang kran kebebasannya sudah dibuka. Itu berarti, menurut pria yang pernah mengambil kuliah pascasarjana di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini, sudah 75 persen penerapan hukum Allah diterapkan di Indonesia. Sisanya, sebanyak 25 persen masih belum, karena kental dengan aturan yang tidak syar’i.

“Negara belum menjalankan syariat Islam sebab presiden dan DPR-nya belum doyan syariat,”ucap pria bernama lengkap Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab,  ini.

Menurutnya, negara memiliki kekuatan besar memutuskan perkara yang bisa dijadikan acuan hukum masyarakat. Sayangnya, syariat Islam belum digunakan sebagai panduan kebijakan politik dan bernegara di Indonesia.

Rizieq mencontohkan, seperti penerapan qishash alias pemotongan tangan bagi pencuri dan pengasingan para pelaku zina. Jika hal tersebut benar-benar diterapkan, pasti akan ada efek jera bagi pelakunya.

Hanya saja menurutnya, penerapan seperti ini harus dengan syarat yang sangat ketat, tidak bisa sembarangan.

“Tapi tidak perlu khawatir, penerapan ini baru bisa dilaksanakan dengan syarat sangat ketat. Harus ada saksi yang melihat langsung. Satu hal saja samar, maka hukuman ditangguhkan bahkan dakwaan terhadap orang tersebut bisa digugurkan,”tutur peraih gelar sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul), King Saud University (S1), Riyadh, Arab Saudi ini.

Pemilihan Umum (Pemilu) Pemilu merupakan cara tepat bagi umat Islam merebut kekuasaan. Meski demikian ia memaklumi jika ada orang bertanya mengenai sistem demokrasi yang tidak dianut Islam.

“Bicara demokrasi, makan waktu tersendiri padahal perang sudah di depan mata. Rebut dulu kursi pemerintahan baru kita bicara demokrasi,” imbuhnya dengan berapi-api.

Sebagaimana diketahui PPI merupakan pengajian politik lintas parpol, lintas ormas Islam dan lintas madzhab yang digagas para ulama dan kiai. Termasuk pimpinan Perguruan Islam As-Syafiiyah, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, Wakil Ketua Umum BKsPPI KH A Cholil Ridwan, Ketua Umum DDII KH Syuhada Bahri dan tokoh YPI Al Azhar Jakarta, KH Amliwazir Saidi.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:syariat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Toko El Tauheed, Semua Karyawannya Memiliki Hafalan al-Qur’an
Tulisan selanjutnya Pertemuan Mufti Mesir dengan Delegasi Muhammadiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?