Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Toko El Tauheed, Semua Karyawannya Memiliki Hafalan al-Qur’an

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Februari 2014 06:06 6:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Februari 2014 06:06
Bagikan
Tulisan "La Hawla Wala Quwwata Illa Billah" di pintu masuk El Tauheed
Bagikan

SEBUAH kaligrafi indah tertulis di atas pintu “Masyaa Allah Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah” mengingatkan setiap orang akan keagungan Allah Subhanahu Wata’ala.  Jangan keliru, untaikan kalimat ini bukan di masjid atau mushollah, tetapi di toko. Tepatnya,  berada di pintu masuk  toko El Tauheed.

El Tauheed wa el Nour, demikian nama lengkapnya adalah nama sebuah toko di Mesir. Ini adalah sebuah tokoh cukup besar dan sudah tidak asing lagi. Dengan memiliki puluhan cabang yang tersebar di mana-mana,  El Tauheed cukup dikenal bagi masyarakat Mesir sendiri atau orang asing yang tinggal di negeri ini.

Sekilas memang tampak biasa, namun jika kita selidiki ternyata toko ini memiliki keunikan luar biasa.

Tidak sebagaimana umumnya toko-toko di kota yang selalu memburu pelanggan pada jam-jam sibuk. El Tauheed justru tutup pada saat jam-jam shalat tiba, justru di mana biasanya para pelanggan datang.

“Mughlaq Li Ash Shalah” (Tutup pada waktu shalat), demikian salah satu pesan tertulis di  pintu masuk salah satu cabang El Tauhid, di Nasr City, Kairo.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Ketika waktu shalat tiba, maka toko akan ditutup sementara. Ini dilakukan setiap waktu shalat,” demikian ujar Salim (28), salah satu karyawan El Tauhid kepada hidayatullah.com, Sabtu (22/02/2014) menjelang shalat Dhuhur.

Menurut Salim peraturan ini awalnya dating dari sang pemilik toko yang dikenal sangat taat menjalankan syariat Islam. Selain itu, peraturan ini disampaikan karena perhatian sang pemiliki pada hak karyawan untuk beribadah.

“Beliau sudah sepuh, tapi berpegang teguh dengan agama dan sangat memperhatikan ibadah para karyawan,” tutur salim kepada hidayatullah.com.

Tak hanya peraturan tutup di saat jam-jam shalat, sisi lain yang menarik dari toko ini adalah banyaknya nasehat dan pesan di dinding tokoh yang umumnya mengingatkan masalah kebaikan.

Sebagai contoh, di dinding bagian dalam toko ramai terpajang ayat al-Qur’an surat Al-Ahzab atay 59 yang artinya,
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sebuah potongan Surat al Ahzab:59 mengingatkan wanita untuk menutup aurat
Sebuah potongan Surat al Ahzab:59 mengingatkan wanita untuk menutup aurat

Menurut Salim, ayat-ayat ini disesuaikan dengan barang yang dijual. Jika berada di tempat penjualan pakaian-pakian wanita, maka nasehat dan pesannya banyak berisi tentang masalah kewanitaan atau keharusan wanita menutup aurat jika berada di luar rumah.

Atau nasehat tentang larangan mencuri, yang bertujuan  mengingatkan orang kepada Allah dan menyadarkan orang yang hendak mencuri.

“Tulisan ayat itu ditempel agar orang-orang ingat Allah supaya yang mau mencuri membatalkan niatnya,” ujar salim.

Hafalan al-Quran

Yang tidak kalah menarik, toko ini  menerapkan peraturan yang merupakan peraturan yang wajib dipenuhi para karyawannya.  Di mana setiap karyawan yang ingin bekerja di El Tauhid, diharuskan punya hafalan al-Qur’an walaupun sedikit.

Karenanya tak sedikit para karyawan memiliki beberapa hafalan. Ada yang hafal lima belas juz, sepuluh juz, ada juga yang hafal dua juz. “Pemilik mensyaratkan yang masuk El Tauhid harus punya hafalan al-Qur’an dan disiplin,” papar Salim yang mengaku sudah hafal lima belas juz.

Salim (28) yang mengaku sudah hafal 15 juz
Salim (28) yang mengaku sudah hafal 15 juz

“Bagi yang hafal tiga puluh juz, maka pemilik toko akan memberikan penghormatan khusus berupa penempatan kerja yang lebih nyaman,” tambahnya.

Dengan memiliki sekitar 60-70 cabang, El Tauhid memberlakukan jam kerja selama dua belas jam dalam sehari, mulai dari pukul 10.30 sampai pukul 23.30 waktu Mesir.

Jika ada karyawan yang terlambat masuk kerja tanpa alasan yang syar’i, maka harus siap menerima denda.

“Jika ada karyawan yang terlambat kerja, maka dia harus mengeluarkan uang dari sakunya satu atau dua junaih (1 junaih sekitar Rp 1.700) atau sesuai kebijakan direktur.

Sepenggal cerita dari El Tauheed ini setidaknya memberikan pesan penting bahwa dakwah bisa dilakukan di mana saja, tidak hanya di masjid atau mushollah.*/Jundi Iskandar (Mesir)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hafal al-Quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengapa Perlu Ada Nabi? (2)
Tulisan selanjutnya Habib Rizieq: 75 nilai Syariat sudah Diterapkan di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?