Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pesan DPR ke Dirut PLN: Jangan Ada Rakyat Miskin Tak Dapat Haknya

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 27 November 2019 13:46 1:46 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 November 2019 13:46
Bagikan
Mantan Menkominfo Rudiantara ditunjuk jadi Dirut PT PLN.
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota DPR RI Mulyanto menyampaikan pesan kepada Direktur Utama PT PLN (Persero) Rudiantara yang baru-baru ditunjuk Presiden Joko Widodo.

Mulyanto antara lain berpesan kepada mantan Menteri Komunikasi dan Informasi itu agar jangan sampai ada rakyat miskin tidak mendapatkan haknya terkait pelayanan listrik.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR RI ini menilai sangat penting Dirut PLN Rudiantara untuk memperhatikan validasi data jumlah pelanggan listrik golongan Rumah Tangga Mampu (RTM) 900 volt ampere (VA) dan pelanggan Non-RTM 900 VA.

Perbaikan data ini dinilai penting karena terkait dengan besaran jumlah subsidi listrik. PLN harus benar-benar melihat kondisi pelanggan di lapangan. Bukan berdasarkan sampel atau survei.

“Data ini penting diperbaiki agar setiap pelanggan bisa mendapatkan haknya. Jangan sampai ada masyarakat miskin yang sebenarnya masih layak digolongkan sebagai pelanggan penerima subsidi tapi malah tidak tercatat oleh PLN. Sehingga beban yang harus ditanggung menjadi lebih berat. Untuk itu kami meminta PLN harus lebih cermat mencatat kategorisasi pelanggan ini,” tegas Mulyanto dalam siaran persnya di Jakarta kepada hidayatullah.com, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Selain itu, Mulyanto juga meminta Dirut PLN yang baru fokus mengejar target realisasi proyek listrik 35.000 megawatt (MW).

Menurutnya, proyek raksasa itu harus betul-betul diawasi dan dikawal secara serius, supaya tidak meleset dari target waktu yang ditentukan. Sebab sebelumnya pemerintah menargetkan proyek 35.000 MW ini bisa selesai pada tahun 2019, namun akhirnya minta diundur hingga 2028.

“Saya pikir Dirut PLN yang baru harus banyak melakukan pembenahan agar target yang sudah ditentukan dapat tercapai. Jangan sampai target yang sudah direvisi, direvisi lagi. Ini akan membuat citra PLN menjadi terpuruk,” kata Mulyanto.

Ia juga berpesan kepada Rudiantara untuk menghitung ulang rasio elektrifikasi. Saat ini PLN mengklaim telah mencapai rasio elektrifikasi sebesar 98 persen seluruh Indonesia.

Tapi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII dengan PLN yang saat itu masih dipimpin oleh Plt Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani, Senin (25/11/2019), katanya, diketahui ternyata data elektrifikasi yang disampaikan PLN belum bias diverifikasi.

Sebab berdasarkan pantauan langsung oleh para anggota dewan di lapangan, masih banyak desa yang belum mendapatkan akses listrik dan penerangan.

“Data ini sangat penting. PLN jangan menyajikan data yang baik di kertas tapi dalam kenyataannya masih jauh dari yang disebutkan. Kami minta data rasio elektrifikasi ini dikaji ulang sehingga kita bias mendapatkan data yang valid,” ujar Mulyanto.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menunjuk eks Menkominfo Rudiantara menjadi Dirut PT PLN, dengan mempertimbangkan latar belakang pengalaman dan kemampuan selama ini.

Sebagai orang nomor satu di BUMN kelistrikan tersebut, Rudiantara diminta melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing PT PLN.

Sebelumnya, tepatnya pada 2008, Rudiantara pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PLN mendampingi Fahmi Mochtar. Selama menjadi orang kedua di PLN, Rudiantara dianggap berperan besar dalam pencarian pendanaan perusahaan, khususnya pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt. Akan tetapi, Rudiantara mengundurkan diri pada tanggal 22 Desember 2009 karena merasa telah cukup berkarier di PLN dan ditawari posisi lain.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dirut PLNDPR RIkelistrikanlistrikMulyantoPLNRudiantara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BMH-SD Integral Hidayatullah Depok Peduli Palestina
Tulisan selanjutnya Dubes Essam: Arab Saudi Selalu Terbuka untuk Perbaikan Layanan Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?