Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Memahami Ilmu Kalam, Membangun Peradaban

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Desember 2019 07:06 7:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Desember 2019 07:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) kembali mengadakan kegiatan rutinnya yakni kajian pemikiran Islam. Pada Ahad (08/12/2019), kegiatan ini spesial karena membedah salah satu buku fenomenal yang menjadi bacaan wajib bagi mutakallam, pemikir dan filsuf Muslim yakni buku Mawaqif, sebuah buku pemikiran tentang kalam yang sangat holistik untuk diketahui bagi aktivis dan seluruh Muslim dalam mengatasi sikap ekstrem (ghuluw) dalam beragama.

Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Nuruzzaman Kampus B Universitas Airlangga, Surabaya, menjadi semakin super spesial karena penulisnya langsung hadir yakni Ustadz Dr. Henri Shalahuddin, MIRKH., didampangi Ustadz Kholili Hasib salah satu pemikir ternama di Jawa Timur dan Direktur InPas.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai macam latar belakang mahasiswa dari mahasiswa aktivis dakwah kampus, sampai pada mahasiswa yang menggeluti pemikiran Islam.

Tidak hanya mahasiswa Universitas Airlangga saja yang mengikuti kegiatan ini, tercatat hadir pula mahasiswa dari UPN Veteran Surabaya, ITS, dan beberapa kampus swasta di Surabaya.

Begitu pula hadir para dai ternama di Surabaya seperti Ustadz Mokhtar Tajudin (Direktur Baitul Hikmah Training Centre), Ustadz Aditya Abdurrahma (Pembina Punk Muslim), Ustadz Anwar Jaelani (dosen, penulis buku dan di surat kabar).

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Acara menjadi hangat ketika Ustadz Henri berhasil membuka cakrawala audien betapa pentingnya ilmu kalam.

Menurutnya, permasalahan umat Islam secara substansi sama seperti pada masa Rasulullah, Sahabat, tabi’in, dan salafussaleh, yakni tantangan munculnya umat yang berlebihan dalam beragama, meskipun di era sekarang porsinya tidak sekeras pada tantangan ulama salaf terdahulu.

Hanya minimnya keilmuan tentang kalam pada tubuh umat Islam dan tidak menjadikannya iman sebagai ilmu seakan menjadi berat umat Islam dalam menghadapi tantangan tajdid kalam (kalam modern).

Ustadz Kholili menambahkan dengan barnas betapa tradisi keilmuan dalam Islam sudah menjadi tradisi yang mengakar begitu kuat.

“Kita melihat ada fenomena sebagian dari saudara kita mengharamkan ilmu kalam ini dengan mencomot pendapat para mujtahid sepotong-potong, padahal misalnya Imam Malik mengharamkan pemikiran mu’tazilahnya, bukan keilmuan kalamnya”. Penegasan Ustadz Kholili tentang urgensi ilmu kalam.

“Bagaimana kita bisa menghadapi musuh-musuh Islam yang tidak dipercaya dengan dalil jika tidak dengan logika juga,” imbuhnya.

Sedangkan Al-Imam Hujjatul Islam, Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali menulis ilmu kalam dan menjadi mutakallam kenamaan Islam dalam menghadapi pemikir-pemikir yang syubhat.

Ustadz Kholili menyampaikan bahwa salah satu upaya Imam al-Ghazali untuk mengajari umat supaya tidak ghuluw yaitu dengan menulis kitab al-Itqshod fil I’tiqod, sebuah mahakarya supaya menjadi umat wasathiyah yang berpegang kepada Qur’an dan Sunnah melalui pemahaman ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Cara penyampaian yang rileks dengan pemilihan diksi yang ringan membuat audien antusias mendengarkan dan mencermati pemaparan dari kedua pakar pemikiran tersebut. Hal ini dibuktikan betapa banyaknya pertanyaan yang ingin disampaikan oleh audien.

Meskipun demikian karena terbatasnya waktu, terpaksa diskusi dicukupkan. Setidaknya kehadiran Ustadz Henri memberi semangat kepada para aktivis untuk meningkatkan intlektualisme di tengah sibuknya aktivisme. Karena prinsip dari Islam adalah iman, ilmu, dan amal. Bagaimana kita beramal setelah beriman kalau kita tidak memiliki ilmunya. Bahkan peradaban Islam diawali oleh masifnya tradisi keilmuan oleh para aktivisnya (para ulama). Tidak hanya sekadar pergulatan dalam pertarungan penuh ghirah namun tidak memiliki ilmunya sehingga strategi yang diterapkan kurang tepat dan bahkan salah.

Kegiatan kajian pemikiran ini sungguh penting dan diharapkan selalu hadir tokoh-tokoh nasional untuk memberi motivasi betapa pentingnya mendalami pemikiran Islam salah satunya ilmu kalam.

Untuk menambah dan memenuhi keilmuan muhibbin ilmu kalam, InPAS selalu mengadakan kegiatan rutin setiap akhir pekan (Sabtu-Ahad) di Masjid Nuruzzaman dan terbuka untuk umum.

Mudah-mudahan kita diberikan kemudahan untuk memahami ilmu kalam, mencintai pemikiran Islam sebagai upaya membekali diri dan umat dari pemikiran yang syubhat, yang sesat dan menyesatkan.* (Diki Febrianto)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekstremismeilmuilmu kalamInPASpemikiranperadaban IslamUNAIR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen India Godok RUU Kewarganegaran Berdasarkan Agama, tapi Tak Lindungi Muslim
Tulisan selanjutnya Setiap Sen Rupiah Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?