Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prof Din pada Konferensi di Mesir: Agama dan Negara Saling Memerlukan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 Januari 2020 06:37 6:37 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 Januari 2020 06:37
Bagikan
Ketua Wantim MUI Prof Din Syamsuddin (peci hitam) dalam konferensi di Al Azhar, Mesir, Ahad (26/01/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof Din Syamsuddin mengatakan, peran ormas-ormas Islam di Indonesia dalam pembaruan pemikiran Islam sangat nyata dalam perumusan dasar kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia.

“Peran itu sangat nyata pada perumusan nilai-nilai dasar kebangsaan dan kenegaraan yang menghasilkan Dasar Negara Pancasila dan Konstitusi Negara UUD 1945,” ujar tokoh Muhammadiyah ini saat berbicara pada dalam konferensi yang diadakan Al-Azhar tentang Pembaruan Pemikiran Islam, di Mesir, Ahad (26/01/2020) dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com pada Selasa (28/01/2020).

Dalam konferensi yang dihadiri 300 tokoh ulama dan cendekiawan Muslim dari 41 negara itu, Din mengatakan, kedua hal yaitu Dasar Negara Pancasila dan Konstitusi Negara UUD 1945, mengandung dan merupakan kristalisasi nilai-nilai ajaran Islam.

Pandangan ini, jelasnya pernah pula dinyatakan oleh Syeikh Al-Azhar Prof Ahmad Thoyib pada Pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim di Bogor tentang Wasatiyyatul Islam, di Bogor, Jawa Barat, Mei 2018 lalu. Menurut Syeikh Al-Azhar yang juga menjadi Pembicara Kunci kala itu bahwa Pancasila bersifat Islami karena mengandung nilai-nilai Islam.

Tentang keislaman Pancasila dan UUD 1945, Din lebih jauh menjelaskan bahwa nilai ketuhanan, kemanusiaan, persaudaraan/persatuan, permusyawaratan, dan keadilan merupakan nilai-nilai Islam utama.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Begitu pula, arsitektur ketatanegaraan dan pemerintahan Indonesia merupakan manifestasi pemikiran politik dalam paradigma Sunni. Baik Pancasila maupun UUD 1945, “ tegas Din yang menampilkan prinsip jalan tengah Islam (Wasathiyyatul Islam).

Sebagai contoh, jelas Din, prinsip perekonomian konstitusional dalam Pasal 33 UUD 1945 merupakan jalan tengah, sebab tidak condong kepada kapitalisme dan sosialisme.

Prinsip tersebut jelasnya menekankan kegotongroyongan dan kekuargaan, dua ajaran Islam yang sentral. Karena itulah yang mendorong dua ormas Islam besar –yaitu NU dan Muhammadiyah– menegaskan bahwa negara Pancasila adalah ideal dan final (NU), dan Negara Pancasila merupakan Darul ‘Ahdi was Syahadah atau negara kesepakatan dan negara pembuktian.

Akhirnya, Guru Besar Politik Islam Global ini mengatakan kepada para ulama dan cendekiawan Muslim yang hadir bahwa rancang bangun negara kebangsaan Indonesia merupakan ijtihad politik para pendiri bangsa yang di dalamnya terdapat sejumlah tokoh Islam.

Pembaruan pemikiran Islam, menurut Din Syamsuddin, perlu bersifat kontekstual dan mempertimbangkan latar sosio-historis dan dan sosial-budaya umat Islam.

Khusus konteks Indonesia, Din menambahkan satu pertimbangan penting yakni faktor kemajemukan bangsa.

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah 205-2015 itu, di Indonesia hubungan agama dan negara bersifat simbiotis-mutualistis (saling memerlukan).

“Maka seyogianya tidak terdapat ketegangan antara negara dan Islam atau umat Islam. Harmoni hubungan akan tetap terpelihara jika semua pihak mengamalkan Pancasila secara konsekuen dan konsisten.”

Ceramah Din Syamsuddin terkait ijtihad Indonesiawi tentang hubungan Islam dan negara, dikaitkan dengan prinsip jalan tengah Islam mengundang komentar positif dari beberapa peserta, termasuk dari moderator Prof Ekmal Ehsanoglu, yang mantan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Konferensi ini diselenggarakan atas arahan Presiden Mesir Abdul Fattah Asisi dan Syeikh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Thoyyib.

Dari Indonesia hadiri Prof Dr Quraish Shihab (Anggota Majelis Hukama Islam Dunia), Dr TGB Zainul Majdi (Ketua Asosiasi Alumni Al-Azhar), Dr Mukhlis Hanafi (Direktur Museum Al-Qur’an), dan KH Anizar Masyhadi (Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Jateng).

Din mendapat giliran berbicara pada Sesi Pertama setelah Pembukaan yang dipimpin oleh Prof Akmal Ehsanoglu (mantan Sekjen OKI dari Turki), dan Syeikh Abd Rahman al-Khalifa (Presiden Dewan Islam Bahrain), serta Prof Mohammad Al-Mahrasawy (Rektor Universitas Al-Azhar).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamaAl AzharDin SyamsuddinIslam WasathiyahNegarapancasilaWantim MUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Virus Korona Diduga Menular Lewat Kontak Langsung
Tulisan selanjutnya Kata WHO Soal Wabah Virus Korona dari China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?