Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

‘Buruh Di-PHK Butuh Makan, Bukan Pelatihan Kartu Prakerja’

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 16 April 2020 20:08 8:08 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 16 April 2020 20:08
Bagikan
Pekerja di Bandung, Jawa Barat, dalam suasana lockdown akibat pandemi Covid-19 (24/03/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com– Rencana pelatihan Kartu Prakerja melalui platform digital senilai Rp 1 juta untuk setiap peserta dari total Rp 3,55 juta rupiah manfaat yang akan diperoleh, menuai kritik.

Saat ini yang dibutuhkan para buruh yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pekerja informal yang kehilangan mata pencaharian karena terdampak virus corona, adalah pemenuhan kebutuhan pokok bukan pelatihan secara online, kata Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang juga Anggota DPR RI, Sukamta.

“Konsep Kartu Prakerja sejak awal sudah banyak dikritik karena dianggap tidak efektif memberikan solusi langsung berupa lapangan kerja. Saat ini, di saat banyak masyarakat yang terdampak virus corona dan kehilangan mata pencaharian, kok malah akan berikan pelatihan secara online,” ujar Sukamta kepada hidayatullah.com Jakarta, Kamis (16/04/2020).

Menurut politisi asal DIY ini, rencana pelatihan tersebut jelas sangat tidak pas dan hanya akan buang-buang uang rakyat sebesar Rp 5,6 triliun yang akan digunakan buat pelatihan.

Oleh sebab itu, Sukamta meminta kepada pemerintah rencana pelatihan kartu prakerja ini untuk ditangguhkan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Lebih baik anggaran Rp 5,6 triliun untuk pelatihan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan pokok para buruh yang di PHK serta pekerja sektor informal yang kehilangan mata pencaharian. Mereka saat ini butuhnya makan bukan pelatihan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui sebutnya pemerintah dengan pertimbangan dampak Covid-19 meningkatkan anggaran Kartu Prakerja dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun, dengan penerima manfaat meningkat menjadi 5,6 juta orang.

Bagi setiap peserta Kartu Prakerja nantinya akan mendapatkan pelatihan secara online senilai Rp 1 juta yang diberikan melalui mitra platform digital seperti Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).

Belakangan pelatihan secara online ini menjadi ramai diperbincangkan netizen karena salah satu mitra paltform digital adalah Ruang Guru yang notabene salah satu pendirinya saat ini menjadi staf khusus presiden.

“Pelatihan secara online senilai Rp 1 juta ini pun juga masih menjadi tanda tanya besar, berwujud apakah dan seberapa bisa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan. Mestinya dengan metode online nilainya juga bisa lebih murah.

Maka bisa dibayangkan berapa banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan platform digital yang jadi mitra pemerintah dengan dengan pelatihan senilai Rp 5,6 tiliun ini. Apakah ini elok dilakukan dalam keadaan pandemi ini?” ungkapnya mempertanyakan.

Lebih jauh, doktor lulusan Inggris ini berharap Pemerintah lebih fokus mengatasi Covid-19 secepat-cepatnya agar dampak sosial dan ekonomi tidak berkepanjangan dan semakin besar

Berbagai kegiatan pemerintah yang tidak terkait langsung dengan penanganan Covid-19, lanjutnya, semestinya ditangguhkan dan bisa dikerjakan di tahun depan. Seperti, pembangunan ibukota baru serta berbagai proyek lainnya yang tidak bersifat mendesak.

“Kebijakan PSBB yang ditetapkan pemerintah di Jabodetabek dan beberapa daerah sejauh ini kita lihat belum efektif membendung penyebaran virus corona. Ini artinya pemerintah harus segera mencari metode yang lebih efektif untuk mengatasi wabah yang berlangsung. Jadi kondisi seperti ini yang paling mendesak fokus pada 2 hal, atasi secepatnya virus corona dan penuhi kebutuhan pokok masyarakat miskin dan rentan miskin. Soal pelatihan kerja terkait Kartu Prakerja bisa dikerjakan saat krisis virus ini sudah bisa diatasi,” ia kembali menekankan.

Sukamta berharap, dalam kondisi yang sedang memprihatinkan seperti ini, perusahaan-perusahaan besar di Indonesia agar ikut bergotong royong membantu pemerintah mengatasi wabah.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan platform digital dalam situasi Covid-19 dimana masyarakat diminta tinggal di rumah malah mengalami peningkatan jumlah pelanggan dan juga omset secara pesat, seperti Bukalapak, Blibli, Tokopedia, Ruang Guru dan lain-lain.

Menjadi tidak elok jika perusahaan-perusahaan yang banyak untung di masa sulit seperti ini malah ikut mencari untung dari program pemerintah, pungkasnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buruhcovid-19Kartu PrakerjaPHKSukamtavirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya afirmasi guru honorer DPR: Mendikbud Jangan Lepas Tangan Soal Dana BOS Guru Honorer
Tulisan selanjutnya Dubes RI Islamabad adakan Silaturahmi Online dengan Mahasiswa Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?