Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Anak Mendengkur Rentan Gangguan Kesehatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Desember 2011 16:03 4:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Desember 2011 16:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kebanyakan orangtua mengira buah hati mendengkur karena tertidur lelap atau akibat kelelahan semata. Padahal, penelitian menyebutkan, anak yang mendengkur rentan mengalami masalah kesehatan di masa depannya. Maka hal ini harus diatasi sejak dini.

Mendengkur ternyata bukan hal yang aneh pada anak-anak. Berbagai penelitian menunjukkan 11-12 persen anak usia 1-9 tahun mengalaminya sebanyak 3-4 kali dalam sepekan.

Pemicu utama degkuran itu tidak jauh berbeda dengan sleep apnea atau henti napas pada orang dewasa. Sleep apnea adalah penyempitan saluran pernapasan sehingga bergetar saat dilewati udara.

Pada anak, penyempitan saluran napas saat tidur umumnya dipicu oleh 3 faktor kelainan. Ketiganya yaitu kelainan anatomi, misalnya rahang kecil atau saluran napas memang terlalu sempit; Otot dan sistem saraf di sekitar saluran napas kurang terkoordinasi; Pembesaran tonsil dan adenoid, yang dalam bahasa awam dikenal sebagai amandel.

Dampak jangka pendek yang dirasakan ketika anak tidur dalam kondisi tidur mendengkur adalah berkurangnya kualitas tidur. Sebab, pasokan oksigen sepanjang malam berkurang. Akibatnya, anak jadi mudah merasa letih, konsentrasi dan prestasi belajar di sekolah menurun.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Menurut berita yang dilansir Medicalnewstoday, juga dimuat laman Metrotvnews, jika gangguan tidur ini tidak diatasi, dampak jangka panjangnya bisa lebih serius.
Berkurangnya pasokan oksigen yang terus-menerus bisa mempengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah. Hal ini bisa memperparah hipertensi jika si anak memang punya faktor risiko untuk terkena penyakit tersebut.

Selain itu, karena sering merasa letih, anak jadi lebih cepat merasa lapar dan cenderung memilih makanan yang cepat diolah menjadi energi, misalnya gula dan karbohidrat sederhana. Akibatnya, anak rentan mengalami obesitas. Padahal, kegemukan bisa memperparah gangguan mendengkur pada anak.

Diet yang tidak sehat karena nafsu makannya meningkat juga berisiko meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah. Hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi) dan hiperglikemia (kadar gula tinggi) bisa memicu gangguan jantung saat dewasa.

Karena penyebab mendengkur pada anak yang paling umum adalah amandel, maka pilihan pertama untuk menghilangkan kebiasaan tersebut adalah menyembuhkan radang tonsil-adenoid. Kelainan anatomi dan sistem saraf relatif lebih jarang, namun bisa juga diatasi dengan bedah orthodontik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Koperasi Syariah Akan Manfaatkan Dana Wakaf
Tulisan selanjutnya SSP Kenalkan Palestina ke Siswa-Siswi SD

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

Berita
19 Oktober 2026 12:54
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?