Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fahira: InsyaAllah Kasus Covid-19 Turun, Tapi Pelonggaran Jangan Sekarang

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 13 Mei 2020 05:16 5:16 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 13 Mei 2020 05:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Anggota DPD RI Fahira Idris mengatakan, salah satu upaya yang harus terus dijaga agar target kasus positif Covid-19 turun secara siginifikan yaitu konsisten menjalankan satu-satunya strategi penanggulangan corona yang dipilih Pada, Pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kebijakan PSBB yang membatasi berbagai kegiatan antara lain kegiatan bekerja di kantor atau tempat kerja dan transportasi umum harus konsisten dijalankan. Bahkan, kata Fahira, harus diperkuat agar tujuannya menurunkan kasus corona bisa tercapai secara signifikan.

“Saya memahami kondisi saat ini tidak mudah terutama dari sisi ekonomi sehingga ada rencana pelonggaran. Namun, memasuki minggu kedua Mei, kurva kasus positif corona kita belum turun secara signifikan sehingga harusnya jangan ada celah pelonggaran apapun dan dengan alasan apapun,” ujar Fahira Idris di Jakarta, dalam pernyataannya, Selasa (12/05/2020).

Menurut Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini, selama pandemi Covid-19 ini masih terus membayangi, ekonomi Indonesia pasti akan terganggu.

Sehingga, yang harus lebih dulu fokus disasar adalah menghilangkan bayangan (kasus positif corona) tersebut agar aktivitas ekonomi bisa kembali ditata dan kembali berdenyut kencang.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Adanya pelonggaran seperti mengizinkan yang muda untuk tetap bekerja di kantor atau di tempat kerja yang memungkinkan terjadinya interaksi dikhawatirkan memperlama usaha bangsa ini untuk lepas dari bayang-bayang dan jeratan Covid-19.

Selain itu, pelonggaran yang mengizinkan kelompok usia muda beraktivitas kembali, dipastikan juga akan berpengaruh kepada pelonggaran bidang yang lain misalnya transportasi umum yang pasti akan kembali ramai.

Selain itu, lanjut Fahira, kebijakan pelonggaran harus didasarkan atas sebuah indikator yang kuat seperti yang dilakukan beberapa negara di dunia. Vietnam misalnya melakukan pelonggaran karena indikatornya kuat yaitu tak ada kasus baru Covid-19 selama enam hari berturut-turut dan tidak ada kasus meninggal.

Atau Selandia Baru dan Taiwan, sebutnya, yang mulai membuka sejumlah kegiatan bisnis, fasilitas pendidikan dan kesehatan karena kebijakan lockdown mereka telah mampu menghentikan penyebaran Covid-19.

Namun, walau sudah ada penurunan kasus, pelonggaran juga harus diterapkan secara hati-hati.

Ia mengatakan, kekhawatiran gelombang kedua lonjakan kasus virus corona mulai terjadi di negara-negara yang kini juga tengah mulai membuka perekonomiannya.

Saat ini, kasus baru virus corona kembali meningkat di China, Korea Selatan, dan Jerman usai pelonggaran pembatasan atau lockdown yang dilakukan negara-negara tersebut.

“Saya harap Gugus Tugas meninjau kembali rencana ini (mengizinkan kelompok usia muda beraktivitas kembali). Insya Allah bulan-bulan ke depan kasus positif akan turun drastis dan berbagai pelonggaran bisa mulai dilakukan. Namun, tentunya bukan sekarang,” ujarnya.

Sebagai informasi, setelah Kementerian Perhubungan membolehkan moda transportasi umum boleh beroperasi lagi dengan syarat tertentu, kini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berencana memberi kelonggaran dari segi aktivitas bekerja bagi kelompok usia 45 tahun ke bawah.

Kelompok usia dinilai merupakan yang paling rendah terkait angka kematian akibat virus corona. Kebijakan ini juga agar potensi terkapar karena PHK selama pandemi bisa dikurangi. Meski diperbolehkan beraktivitas di luar, protokol kesehatan pencegahan corona harus diterapkan secara ketat.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19DPD RIFahira IdrisPSBBvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Persatuan Cendekiawan Muslim Dunia Minta Masjid Dibuka
Tulisan selanjutnya Cegah Kasus Daging Palsu, Penerapan UU JPH Harus Dikuatkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?