Hidayatullah.com–Statistik di Arab Saudi menunjukkan, warga negara Teluk paling banyak menikahi perempuan Saudi selama 2011. Warga negara Kuwait berada di puncak dengan 762 pernikahan yang terdaftar. Demikian dilaporkan harian Al-Watan.
Total pernikahan yang terdaftar sebanyak 1.618. Sebanyak 554 pria Qatar melakukan pernikahan dengan wanita Saudi, diikuti warga negara UEA dengan 246, Bahrain dengan 36, dan Oman dengan 20.
Sementara itu untuk kawasan Arab, Yaman paling banyak menikahi wanita Saudi pada tahun yang sama.
Diberitakan Saudi Gazette, Selasa (18/3/2014), pria Yaman melakukan 1.000 pernikahan, diikuti Suriah dengan 269, Mesir 173, Lebanon 76, Irak 19, dan Maroko 14 pernikahan yang terdaftar .
Pada tahun yang sama, sejumlah wanita Saudi juga menikah dengan ekspatriat non-Arab, yakni tiga perempuan Saudi menikah dengan warga negara Eropa, 10 Inggris, 13 orang Amerika, tujuh orang India, satu Filipina, lima warga Thailand, 118 warga Pakistan, dan 15 Burma.
Ahli psikoanalis, masyarakat, dan keluarga, Dr Hani Al-Ghamdi mengatakan, tidak ada kendala pada wanita Saudi menikahi warga negara Teluk atau laki-laki dari bangsa lainnya.
“Pernikahan seperti itu, bagaimana pun, harus sesuai dengan hukum Islam, dan itu lebih baik daripada calon suami harus ditentukan dari suku tertentu,” katanya.
Dia mencatat bahwa media telah sengaja memberikan kontribusi terhadap pandangan yang keliru mengenai persoalan-persoalan dalam pernikahan suku, yang menjadikan alasan utama bagi perempuan menikah dengan non-Saudi.
Pencatat Pernikahan, Abdullah Sanaan, mengatakan, pernikahan seorang wanita Saudi dengan non-Saudi tunduk pada peraturan tertentu, termasuk harus mendapat persetujuan dari kantor Gubernur.
“Pernikahan tersebut dilakukan di pengadilan, karena pendaftar pernikahan tidak memiliki kewenangan melakukan pencatatan pernikahan dengan non-Saudi,” katanya.
Ia percaya bahwa banyaknya warga negara Teluk menikahi perempuan Saudi karena mereka mampu menyediakan kondisi hidup yang sesuai, yang laki-laki Saudi mungkin tidak memiliki kapasitas untuk melakukan.
Dia mengatakan, sebagian besar pria dari Kuwait dan Qatar berasal dari keluarga di Wilayah Tengah dan Provinsi Timur, sementara pria UEA dan Oman berasal dari keluarga di Wilayah Barat.*