Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

IDEAS: Penerapan Normal Baru di Tengah Pandemi Tidak Tepat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Juni 2020 18:49 6:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juni 2020 18:49
Bagikan
Diskui bertajuk “Pertaruhan New Normal di Tengah Pandemi” yang digelar IDEAS secara virtual, Selasa (16/06/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com– Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) melalui diskusi virtual bertajuk “Pertaruhan New Normal di Tengah Pandemi” mengkritik kebijakan pemerintah perihal penerapan tatanan new normal (normal baru) di tengah pandemi virus corona.

Menurut lembaga riset tersebut, kebijakan pemerintah itu tidak tepat dan dikhawatirkan dapat meningkatkan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Menurut IDEAS hal ini dapat dibuktikan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang selama ini dijalankan saja belum mampu untuk meredakan pandemi.

“Sudah ada PSBB saja data positif Covid-19 meningkat, apalagi jika tidak ada PSBB,” kata Febbi Meidawati dalam diskusi tersebut, Selasa (16/06/2020).

Peneliti IDEAS itu menjelaskan, rata-rata kasus corona secara harian sebelum implementasi PSBB sebanyak 65 orang.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pada bulan pertama PSBB, rata-rata kasus per harinya mencapai 327 orang. Pada bulan kedua PSBB, rata-rata kasus Covid-19 per harinya sebanyak 563 orang. Sepekan terakhir, Febbi menyebut kasus corona per harinya mencapai 900-1.000 orang.

“Artinya laju penyebaran corona saat ini cenderung naik meski ada pembatasan,” ujarnya.

Selanjutnya, Febbi menilai pemerintah tidak bisa serta-merta menggunakan angka reproduksi efektif (RT) di bawah 1 sebagai acuan bagi daerah ketika ingin menerapkan tatanan normal baru, lantaran belum cukup akurat. Ini karena angka pengujian dari spesimen corona di RI yang masih rendah.

Lebih lanjut, dia menilai waktu pelaporan dari pengujian spesimen corona masih lambat. Belum lagi kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi kontak erat dari kasus positif masih rendah. “Ini membuat estimasi RT menjadi bias dan cenderung overestimate,” jelasnya.

Fajri Azhari, peneliti IDEAS lainnya, juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah. Dia khawatir fasilitas kesehatan yang ada tak mampu menangani peningkatan kasus corona karena penerapan tatanan normal baru.

Selain itu, Fajri juga meminta pemerintah belajar dari empat negara lain yang penyebaran coronanya meningkat ketika melonggarkan karantina, yakni Iran, India, Pakistan, dan Meksiko. Di Iran, Fajri menyebut ada pelonjakan kasus tertinggi dalam satu bulan terakhir setelah karantina dilonggarkan.

Hal yang sama juga terjadi di negara India. “Pelonggaran dilakukan 31 Mei, sejak itu India mencatat total pertumbuhan ganda kasus corona. Ini pertumbuhannya mencapai 10 ribu per tanggal 26 Mei,” ujar Fajri.* Azim Arrasyid

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19IDEASnormal baruPSBBvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sempat Umumkan Bebas Covid-19 Berkat Doa, Tanzania Kembali Laporkan Jumlah Infeksi Coronavirus
Tulisan selanjutnya BP2MI: Pengiriman PMI Ilegal Libatkan Komplotan dan Pemilik Modal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?