Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

BP2MI: Pengiriman PMI Ilegal Libatkan Komplotan dan Pemilik Modal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Juni 2020 19:07 7:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juni 2020 19:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, berkunjung ke kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam rangka melakukan pertemuan dengan Komisioner Komnas HAM.

Benny mengatakan pertemuan ini membahas tentang pelayanan dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri dan perlindungannya.

Benny menyadari permasalahan PMI ini tidak akan berhenti selama masih ada sindikasi pengiriman pekerja secara ilegal ke luar negeri.

“Siapa yang terlibat dalam pengiriman PMI undocumented ini? Komplotan penjahat yang melibatkan pemilik modal. Pengusaha yang mendapatkan back up. Tentu oknumnya,” katanya dalam keterangan pers secara daring, Selasa (16/06/2020).

Benny menyatakan, data PMI di luar negeri berbeda-beda di setiap lembaga atau kementerian. BP2MI sendiri mencatat ada 3,7 juta PMI. Sedangkan, data Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) ada 4,5 juta PMI. Sementera itu, data World Bank jumlah PMI mencapai 9 juta orang.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Benny mengakui banyaknya pekerja migran ilegal ini membuat BP2MI sulit dalam melakukan pengontrolan, itu dibuktikan dengan adanya selisih sekitar 5,3 juta antara data BP2MI dengan World Bank.

PMI sebanyak itu kemungkinan berangkat ke luar negeri melalui jalur non-prosedural dan tanpa dokumen yang resmi. Di sisi lain, Benny menyebut pekerja migran ilegal bisa menyumbang devisa negara dalam jumlah besar jika diberangkatkan lewat jalur resmi.

“Negara sangat dirugikan, karena dari 3,7 juta devisa yang disumbang PMI sehingga disebut pahlawan devisa negara Rp 159,7 triliun tahun 2019, angka yang sangat besar. Jadi bisa dibayangkan kalau 5,3 juta selisih yang mereka milih lewat cara inprosedural, suatu saat kita mampu menanganinya dan mereka akhirnya memilih berangkat secara resmi maka akan terjadi kenaikan penambahan devisa,” ungkapnya.

Selama ini, pemerintah dan pejabat negara selalu menggaungkan PMI sebagai pahlawan devisa. Namun, perlindungan terhadap mereka juga minim. Kebanyakan setelah ada kasus mencuat, baru kementerian dan lembaga sibuk mengurusi.

“Terjebak retorika pejabat yang selalu mengatakan PMI Pahlawan Devisa. Tidak ada artinya itu ketika negara tidak memberikan perlindungan,” tegas Benny.

Benny menargetkan, Satgas Pemberantasan Sindikasi Pengiriman PMI Ilegal telah bekerja pada Agustus nanti. BP2MI meminta dukungan kepada sejumlah lembaga, Komnas HAM, dan koalisi masyarakat sipil, untuk pembentukan ini, sehingga pengiriman PMI ilegal bisa diminimalisir.

Pekan lalu, Benny bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Salah satu pembahasannya adalah pentingnya perlindungan PMI. “Saya diperintah untuk memberikan perlindungan kepada PMI. Presiden menyetujui (pembentukan) Satgas Sindikasi,” tutupnya.* Azim Arrasyid

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IDEAS: Penerapan Normal Baru di Tengah Pandemi Tidak Tepat
Tulisan selanjutnya Korut Meledakkan Kantor Penghubung dengan Korsel di Kaesong

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Berita
2 September 2026 20:18
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?