Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Memahami Peradaban Islam

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 29 Juni 2020 18:24 6:24 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 29 Juni 2020 18:24
Bagikan
Bagikan

“Dengan ilmu pengetahuan, ummat Islam akan mampu membangun peradabannya, yang sampai hari ini masih terus dipelajari, digali dan diperjuangkan.” –h.26

“Jalan ke arah sana sudah semakin jelas. Manusia dan kemanusiaan sedang menanti peradaban Islam yang memuliakan kemanusiaan manusia (al-insâniyyat al-insân).” -260

Hidayatullah.com | DUA cuplikan kalimat di atas tertulis khusus masing-masing dalam satu halaman penuh buku Fiqih Peradaban karya Qosim Nursheha Dzulhadi (2020). Diformat dalam bentuk quotes, ia menjadi semacam ikrar dari uraian-uraian panjang penulis, bahwa peradaban yang pernah mencapai masa keemasan di rentang abad ke-VIII dan IX M itu hanya dapat diupayakan kembali bangunannya melalui dua hal; menempatkan ilmu sesuai pada posisinya dan mengarahkan jalan peradaban pada usaha memuliakan kemanusiaan.

Pandangan tersebut dielaborasi penulisnya secara luas dan mendalam dengan merujuk ke banyak sumber buku bacaan. Dalam 19 halaman daftar bacaan (h.287-306) terlihat bagaimana keseriusan penulis mempersiapkan buku ini. Gagasan utama pemikirannya tentu tidak terlepas dari pemikiran intelektual S.M.N Al-Attas, yang merupakan guru dari gurunya penulis semasa menempuh pendidikan magister di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, yakni Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, yang dikutip di penjelasan pertama buku setebal viii + 312 halaman tersebut, “Guru penulis, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, menyatakan bahwa tugas atau proyek yang telah lama diemban dan dirintis oleh para tokoh pemikir dan pembaharu Muslim baik di Timur Tengah maupun di belahan bumi seperti di anak benua Indo-Pakistan, di dunia Melayu, dan di dunia Barat adalah Membangun Kembali Peradaban Islam.”

Dalam hal itu, nama pendiri ISTAC-Malaysia tersebut di atas begitu berperan. Sosok kelahiran Bogor, 5 September 1931, tersebut memang dikenal sebagai sosok yang mengkritik anggapan bahwa ilmu itu bebas nilai (value free) sehingga dapat diposisikan di semua tempat dan bagi semua orang. Dalam Risalah-nya Untuk Kaum Muslimin (h.49-50), ia menegaskan bahwa setiap orang seharusnya mengetahui –lalu insaf, bahwa ilmu tidak bersifat netral (bebas nilai). Setiap kebudayaan memiliki pemahaman tertentu di samping persamaan. Antara Islam dan Kebudayaan Barat terdapat perbedaan pemahaman tentang ilmu yang sangat dalam dan mutlak, seakan-akan antara keduanya terdapat jurang yang tidak dapat dipertemukan. Maka, Qosim dalam bukunya berpendapat “Membangun peradaban dengan ilmu. Inilah yang telah digariskan sejak wahyu pertama (Qs. 96: 1-5) oleh Allah ketika diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Fokus wahyu pertama itu adalah ilmu pengetahuan. Di dalamnya perintah membaca disebutkan dua kali: membaca buku yang ditulis (al-kitāb al-masthūr) yaitu Alquran dan kitab yang terbuka alias terbentang (alkitāb al-maftūh) yaitu alam yang luas ini. Tujuan dari membaca alam adalah untuk menyingkap berbagai tanda keagungan Allah dalam penciptaan manusia dan penciptaan alam itu sendiri.” (h.274)

Menjadi menarik kemudian adalah eksplorasi Qosim atas gagasan bangunan ilmu sebagai dasar peradaban Islam juga dilanjutkan dengan analisis mengenai kebangkitan Islam dalam perspektif Yusuf Qaradhawi sebagai ulama yang dipandang moderat (h.199). Tokoh ini memang secara tegas menyatakan bahwa Islam merupakan peradaban masa depan –al-Islâm: Hadhârah al-Ghad (1995) sehingga perwujudannya mesti diperjuangkan. Qosim juga melengkapi eksplorasinya dengan menampilkan kritik tokoh-tokoh besar seperti Sayyid Qutb terhadap pandangan peradaban barat yang tidak memiliki al-hâkimiyah sehingga tidak mampu menempatkan kemanusiaan manusia sebagai sesuatu yang harus dimuliakan. Menukil Hâdzâ al-Dîn, Qosim menulis, “Ketika al-hākimiyyah murni menjadi milik Allah, yang mewujud dalam tegaknya syariat Allah, maka inilah bentuk tunggal yang di dalamnya manusia benar-benar “bebas” dari “penghambaan” kepada manusia. Dan inilah yang disebut dengan “peradaban manusia” (al-hadhārah al-insāniyyah).” (h.244)

Untuk tidak terperangkap pada ulasan panjang sehingga membocorkan semua isinya, buku ini tentu harus dinilai sebagai sebuah karya pemikiran seseorang dan dikaji sebagai khazanah intelektual yang berharga. Lebih-lebih judul yang digunakan penulisnya adalah fiqih sebagai perwujudan dari ilmu yang padanya tersemat banyak pendapat dan pandangan. Namun, secara pribadi, menyudahi pembacaan buku ini saya justru mendapatkan bahwa makna fiqih di sini adalah yang tercorak secara bahasanya; al-fahmu. Dengannya; saya memahami bahwa peradaban bukan perihal bangunan gedung atau pencapaian ilmiah semata, tetapi juga memerhatikan kemuliaan manusia dan kemanusiaannya.*/ Radinal Mukhtar Harahap, Ketua Penyunting Idrak: Journal of Islamic Education

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Judul buku:         Fiqih Peradaban

Penulis       :        Qosim Nursheha Dzulhadi

Penerbit     :        Rawda Publishing

Cetakan     :        Juni 2020

Tebal          :        viii + 312 halaman

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:fiqihFiqih PeradabanperadabanPustakaResensi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Coronavirus: Bebas Pajak Penghasilan Bagi Pekerja Kesehatan Ghana
Tulisan selanjutnya Survei LKSP: Muhammadiyah dan PKS Dinilai Lebih Peduli Saat Pandemi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?